• Document: PENGARUH MANIPULASI SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN DENYUT NADI SETELAH LATIHAN OLAHRAGA Mulyono Dosen Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya ...
  • Size: 597.27 KB
  • Uploaded: 2021-09-12 23:53:38
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal SPORTIF | Vol. 2 No. 2 November Tahun 2016 ISSN: 2477 - 3379 PENGARUH MANIPULASI SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN DENYUT NADI SETELAH LATIHAN OLAHRAGA Mulyono Dosen Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya Email : - Abstrak Aktifitas fisik akan menyebabkan perubahan-perubahan pada faal tubuh manusia, baik bersifat sementara/sewaktu-waktu (respons) maupun yang bersifat menetap. Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi (antara sub maksimal hingga maksimal) akan menyebabkan otot berkontraksi secara anaerobik. Kontraksi otot secara anaerobik membutuhkan penyediaan energi (ATP) melalui proses glikolisis anaerobik atau sistem asam laktat (lactit acid system). Seiring dengan berhentinya latihan maka secara perlahan tubuh akan beradaptasi kembali kekeadaan normal baik sirkulasi maupun pernapasan. Proses kembalinya homeostasis tubuh ini tentu memerlukan adanya waktu sehingga semakin cepat waktu untuk tubuh kembali pulih maka tubuh akan beradaptasi cepat dalam proses pemulihannya sehingga siap untuk latihan berikutnya. Jenis penelitian adalah penelitian true eksperimen, yang dilakukan di UNIPA Surabaya. Desain penelitian adalah control group Only design, dan instrumen yang digunakan untuk mengukur adalah denyut nadi setelah diberi manipulasi massage setelah lari 1500 meter. Data yang diperoleh diolah dan dianalisa secara statistik dengan uji t dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukan perbedaan rerata antara pemberian manipulasi sport massage dengan istirahat pasif. Bahwa pemberian sport massage menunjukan rerata lebih besar dari pada kelompok istirahat pasif dengan nilai t hitung sebesar 22,437>t tabel 1,833 dengan p value; 0,001< 0,005 Dengan demikian pemberian manipulasi sport massage lebih efektif menurunkan denyut nadi pemulihan setelah aktifitas fisik submaksimal. Kata Kunci : Latihan fisik, manipulasi sport massage, denyut nadi. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Nusantara PGRI Kediri 15 Jurnal SPORTIF | Vol. 2 No. 2 November Tahun 2016 ISSN: 2477 - 3379 PENDAHULUAN Aktivitas fisik (exercise) atau olahraga akan menimbul-kan dampak positif terhadap tubuh antara lain menjadi lebih sehat dan lebih bugar. Dampak positif olahraga aerob tingkat sel ialah jumlah mioglobin, mitokhondria, glikogen otot, enzim dan oksidasi lipid meningkat. Dampak positif olahraga aerob tingkat sel pada otot rangka menurut Fox (1984: 231- 44) ialah jumlah mioglobin meningkat, jumlah dan ukuran mitokhondria meningkat, glikogen otot meningkat, enzim dan oksidasi lipid meningkat. Pada olahraga anaerob sistem fosfagen meningkat, ATP-PC, enzim glikolisis meningkat. Dampak positif olahraga tingkat sistem ruang ventrikel jantung bertambah luas, isi sekuncup jantung (stroke volume) bertambah disertai penurunan denyut jantung istirahat. Volume darah yang beredar meningkat, kadar hemoglobin dan pembuluh darah kapiler yang terbuka meningkat. Aktifitas fisik akan menyebabkan perubahan-perubahan pada faal tubuh manusia, baik bersifat sementara/sewaktu-waktu (respons) maupun yang bersifat menetap (adaption). Aktifitas fisik dengan intensitas tinggi (antara sub maksimal hingga maksimal) akan menyebabkan otot berkontraksi secara anaerobik. Kontraksi otot secara anaerobik membutuhkan penyediaan energi (ATP) melalui proses glikolisis anaerobik atau sistem asam laktat (lactit acid system). Glikolisis anaerobik akan meminimalkan pengeluaran radikal bebas. Sedangkan aktifitas fisik yang maksimal dan melelahkan dapat meningkatkan jumlah leukosit dan neutrofil baik dalam sirkulasi maupun di jaringan (Cooper, 2000). Seiring dengan berhentinya latihan maka secara perlahan tubuh akan beradaptasi kembali kekeadaan normal baik sirkulasi maupun Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Nusantara PGRI Kediri 16 Jurnal SPORTIF | Vol. 2 No. 2 November Tahun 2016 ISSN: 2477 - 3379 pernapasan. Proses kembalinya homeostasis tubuh ini tentu memerlukan adanya waktu sehingga semakin cepat waktu untuk tubuh kembali pulih maka tubuh akan beradaptasi cepat dalam proses pemulihannya sehingga siap untuk latihan berikutnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan Rancangan penelitian ini adalah The Randomized Control Grup Only Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga Universitas Adi Buana Surabaya. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini masing

Recently converted files (publicly available):