• Document: PENGARUH PEMBERIAN TUGAS BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LIFE SKILL MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
  • Size: 706.88 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:24:20
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 PENGARUH PEMBERIAN TUGAS BERBASIS PROYEK TERHADAP PENGEMBANGAN LIFE SKILL MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO Mutmainna Ekawati1, Fitriyah Karmila2 Universitas Cokroaminoto Palopo1,2 Mutmainna.ekawati12@gmail.com1 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tugas berbasis proyek melalui terhadap pengembangan life skill mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental dengan desain one shot case study.Adapun kriteria efektivitas pada penelitian ini dilihat dari kemunculan aspek life skill selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa life skill mahasiswa berkembang sangat baik selama mengikuti perkuliahan dengan persentase sebesar 55,8%. Kata Kunci: Tugas berbasis proyek, lesson study, dan life skill. 1. Pendahuluan Pembelajaran bukan hanya sekedar menguasai sekumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, prinsip atau teori saja, tetapi belajar akan lebih bermakna jika mahasiswa mengalami apa yang mereka pelajari; oleh karena itu pendidik telah berjuang dengan segala cara mencoba untuk membuat apa yang dipelajari mahasiswa di sekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari (Zubaedi, 2011). Pada saat diberi permasalahan baru, mahasiswa biasanya hanya memindahkan kalimat-kalimat dari buku teks ke kertas kosong. Untuk mengatasi hal- hal tersebut, perlu diterapkan suatu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan atau keterampilan memproses penemuan. Mahasiswa sebagai manusia pembelajar harus membangun pengetahuannya sendiri. Mahasiswa masuk ke dalam kelas dianggap tidak dalam keadaan kosong, melainkan sudah membawa pengetahuan yang diperoleh dan dibangun secara formal atau tidak formal dari segala hal yang terjadi di sekitarnya. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membangun pengetahuan mahasiswa sendiri adalah project based learning atau pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pengajar untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Proyek ini memuat tugas yang kompleks berdasarkan pada pertanyaan dan permasalahan yang sangat menantang, dan Halaman 392 dari 896 Mutmainna Ekawati, Fitriyah Karmila menuntut mahasiswa bekerja melalui serangkaian tahap metode ilmiah (Thomas dalam Wena 2010). Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik untuk pelajar usia dewasa, seperti mahasiswa. Di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, mahasiswa menjadi terdorong lebih aktif di dalam belajar mereka, pengajar sebagai fasilitator agar mahasiswa lebih kreatif dan lebih aktif. Selain itu, pengajar juga bertugas mengevaluasi hasil kerja mahasiswa agar lebih efektif penerapannya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Selama proses pembelajaran berlangsung mahasiswa memberikan hasil yang secara otentik dapat diukur oleh pengajar di dalam pembelajarannya. Oleh karena itu, di dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dan kreatif sedangkan guru, pengajar atau instruktur menjadi pendamping, fasilitator, dan memahami pikiran mahasiswa (Huda, 2009). Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mengharuskan pemerintah untuk dapat mempersiapkan diri dalam menghasilkan sumber daya manusia yang produktif dan dapat bersaing. Oleh karena itu, pendidikan sebagai salah satu faktor yang sangat berpengaruh diharapkan mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia sehingga memiliki kecakapan hidup agar memiliki mental yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi MEA ini. Program pendidikan berorientasi kecakapan hidup melalui pendekatan pendidikan berbasis luas, sangat memungkinkan untuk dilaksanakan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Selain tidak mengubah sistem kurikulum yang ada, program ini tidak menambah beban mata pelajaran baru, melainkan hanya mengubah orientasi program pembelajaran (Depdiknas, 2012). Pendekatan pembelajaran berbasis proyek memperkenankan mahasiswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata (Wiyarsih, 2002). Sehingga diharapkan dengan menerapkan pendekatan ini, life skill mahasiswa dapat terbentuk dan tetap diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu peneliti merumuskan masalah penelitian yaitu bagaimanakah efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis proyek terhadap perkembangan life skill mahasiswa? 2. Metode Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah sebelumnya, maka penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan desain One Shot Case Study, yaitu Halaman 393 dari 896

Recently converted files (publicly available):