• Document: MAKNA SEKS BEBAS BAGI PELAJAR SMP DI KOTA PADANG SKRIPSI. Oleh ROY CHRONIKA BP
  • Size: 109.86 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 02:32:49
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

MAKNA SEKS BEBAS BAGI PELAJAR SMP DI KOTA PADANG SKRIPSI Oleh ROY CHRONIKA BP. 07191050 JURUSAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2011 ABSTRAK Roy Chronika. 07191050. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas. Judul Skripsi Makna Seks Bebas Bagi Pelajar SMP di Kota Padang. Seks bebas merupakan tindakan yang bertentangan dengan aturan-aturan yang ada dalam masyarakat di Indonesia khususnya di Kota Padang. Kota Padang yang dikenal dengan slogan adatnya yaitu Adat Basandi Syara’, Syara Basandi Kitabullah sangat mengecam segala bentuk dari perilaku seks bebas. Pada saat ini para remaja terutama pelajar SMP ternyata telah banyak yang melakukan perilaku seks bebas, mereka melakukan hal tersebut dikarenakan telah longgarnya aturan- aturan yang ada dalam masyarakat. Masyarakat seakan acuh terhadap situasi yang ada, bahkan ada sebagian masyarakat yang memberikan tempat untuk para remaja dalam melakukan perilaku seks bebas seperti adanya “tenda ceper” disepanjang pantai padang. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna seks bebas bagi pelajar SMP dan alasan pelajar SMP melakukan seks bebas, serta mengklasifikasi bentuk-bentuk seks bebas yang dilakukan pelajar SMP. Untuk menjelaskan permasalahan ini yaitu dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik dalam memahami makna, yang menjelaskan bahwa Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna-makna yang ada pada sesuatu itu pada mereka, Makna tersebut berasal dari interaksi sosial seseorang dengan orang lain, Makna-makna tersebut disempurnakan di saat proses interaksi sosial berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi tidak terlibat dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode deskriptif sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih tajam mengenai makna seks bebas bagi pelajar SMP. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alasan pelajar SMP melakukan perilaku seks adalah dikarenakan rasa ingin tahu, keinginan untuk coba-coba, dan kurangnya pengetahuan yang mereka dapatkan mengenai seks bebas serta kurangnya perhatian dari orang tua. Mereka memaknai seks bebas sebagai sesuatu yang biasa dan untuk memuaskan nafsu serta mengganggap bahwa melakukan seks bebas sebagai penunjuk kedewasaan diri dan rasa sayang kepada pasangan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Melihat kondisi remaja saat ini yang tidak peduli aturan lagi, membuat harapan remaja sebagai penerus bangsa yang menentukan kualitas negara di masa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Perilaku nakal dan menyimpang di kalangan remaja saat ini cenderung mencapai titik kritis. Di zaman yang semakin berkembang semakin beragam pula tingkah laku serta masalah sosial yang terjadi di masyarakat terutama masalah remaja. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi pengaruh buruk bagi remaja sehingga menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1997). Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) umumnya berusia antara 12-15 tahun, pada usia itu anak-anak SMP bisa juga disebut sedang memasuki masa transisi antara masa kanak-kanak dan menjelang dewasa dan juga mulai mengalamai masa- masa datangnya pubertas. Masa remaja merupakan peralihan dari anak-anak ke dewasa, pada masa ini ada juga keraguan terhadap peran yang akan dilakukan. Remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Remaja mulai mencoba-coba bertindak dan berperilaku seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan terlibat dalam perbuatan seks, tindakan ini tidaklah sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh, Perilaku yang tidak melalui jalur tersebut berarti telah menyimpang. Minddendorff menyatakan bahwa ada kenaikan jumlah juvenile delinquency (kejahatan anak remaja) dalam kualitas, dan peningkatan dalam kegarangan serta kebengisannya yang lebih banyak dilakukan dalam aksi-aksi kelompo

Recently converted files (publicly available):