• Document: TATA CARA PENELITIAN
  • Size: 562.84 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:47:06
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di rumah kompos (Greenhouse) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada bulan Juni – Agustus 2016. B. Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini limbah pangkasan pelepah daun Salak segar, pupuk kandang sapi, Urea, Kompos tua dari jerami padi, Effective Microorganism 4 (EM4) dan tetes tebu (Molase) sebagai campuran aktivator semua perlakuan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain mesin Pencacah kompos, parang, terpal, thermometer, pH meter, timbangan, ember, bak, plastik, kertas label, alat tulis, garpu, sekop, saringan ukuran diameter 2cm dan saringan diameter ukuran 1cm. C. Metode Penelitian Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan perlakuan faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujikan adalah jenis aktivator pada proses pengomposan, terdiri dari 4 jenis perlakuan yaitu: aktivator Effective Microorganism 4 (EM4) 10 ml, Pupuk kandang sapi 1 kg, Kompos jerami padi 1 kg, Urea 100 gram dan tanpa aktivator sebagai kontrol. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. 17 18 D. Cara Penelitian Penelitian dibagi menjadi 2 tahap, yaitu pencacahan pelepah daun salak segar dan Pencampuran aktivator. 1. Pencacahan bahan pelepah daun salak segar Bahan pelepah daun salak diambil dari daerah Turi, Sleman sebanyak 200 kilogram. Selanjutnya pencacahan bahan menggunakan mesin pencacah sehingga diperoleh ukuran 5-7 cm. 2. Pencampuran aktivator dalam pengomposan Pencampuran aktivator dilakukan dengan cara mengambil pelepah daun salak yang sudah dicacah sebanyak 10 kg/ perlakuan. Selanjutnya ditambahkan molase sebanyak 25 ml sebagai campuran aktivator semua perlakuan kemudian ditambah air 5 liter dan aktivator sesuai perlakuan. Untuk perlakuan EM4 ditambahkan 10 ml, perlakuan pupuk kandang sapi 1 kg, untuk perlakuan aktivator kompos tua jerami padi ditambahkan 1 kg dan perlakuan urea ditambah 100 gram serta tanpa perlakuan tidak ditambah bahan lain (kontrol). E. Parameter yang Diamati 1. Sifat fisik kompos Pengamatan fisik yang diamati pada proses dekomposisi pelepah daun salak, diantaranya adalah: a. Suhu kompos (oC) Pengamatan suhu dilakukan 3 hari sekali selama 30 hari, menggunakan alat Thermometer (0C) dengan melihat skala yang ditunjukkan pada alat tersebut. Pengamatan dilakukan dengan cara 19 menancapkan termometer pada bagian karung yang berisi kompos dengan tiga titik, atas, tengah dan bawah. b. Warna kompos Pengamatan warna kompos dilakukan setiap 3 hari sekali selama 30 hari dengan cara mengambil sampel sebanyak 3 gram (tiap perlakuan) kemudian diletakkan dibawah kertas munsell. Kemudian warna kompos tersebut dicocokkan dengan warna- warna yang terdapat dalam lembaran buku munsell Soil Color Chart. Presentase kompos mendekati warna tanah ditunjukkan presentase yang kecil sedangkan semakin besar maka warna kompos seperti aslinya. c. Bau kompos Pengamatan bau dilakukan berdasarkan aroma atau bau yang dihasilkan dari proses dekomposisi. Pengukuran bau kompos dilakukan setiap 3 hari selama 30 hari dengan metode skoring (1-3). Kompos yang belum jadi masih memiliki bau segar (bau seperti aslinya) dan saat mendekati kematangan, kompos tersebut makin tidak berbau. Kompos yang sudah tidak berbau menandakan kompos tersebut telah matang (sudah jadi). Pengamatan Bau diamati dengan indra penciuman dan dibedakan menjadi 3 macam (Tabel 2). Tabel 1. Skor aroma kompos Skor 1 2 3 Keterangan Bau bahan aslinya Bau menyengat Berbau seperti (+) (++) tanah (+++) 20 d. Kelembaban (kadar air kompos) Pengukuran kadar air kompos dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 10 gram. Cawan kosong ditimbang dahulu untuk mendapatkan berat awal, kemudian cawan di beri bahan seberat 10 gram, hasil timbangan cawan + bahan dicatat. Kemudian cawan beserta bahan di oven hingga kadar airnya konstan. Besarnya kadar air pada bahan kompos dinyatakan dalam basis basah dengan metode grafi metri dengan rumus: KL= ( ) x 100%. Ketearangan: KL = kadar air kompos berdasarkan % berat basah a = berat botol timbang kosong (gram) b = berat botol + sampel kompos (gr

Recently converted files (publicly available):