• Document: PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PENAMBAHAN AKTIVATOR BMF BIOFAD TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK
  • Size: 164.67 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:46:40
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN PENAMBAHAN AKTIVATOR BMF BIOFAD TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK Hargono dan C. Sri Budiyati Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang Telp : (024) 7460058 Abstrak Pupuk Organik selalu menempati urutan teratas dalam kaitannya dengan budidaya tanaman karena pupuk jenis ini digunakan sebagai pupuk dasar sehingga pemakaiannya dilakukan paling awal serta jumlahnya sangat besar. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yang didegradasikan secara organik. Sumber bahan baku untuk pembuatan pupuk ini antara lain adalah limbah kotoran sapi. Sebenarnya di tanah itu sendiri sudah banyak terkandung unsur makanan yang sangat diperlukan oleh tanaman, namun sayangnya, nutrisi yang tersedia tersebut dalam bentuk senyawa komplek yang sangat sulit diserap oleh tanaman sehingga diperlukan suatu perlakukan agar senyawa komplek tersebut bisa diurai ( terdekomposisi ) menjadi bentuk ion-ionnya yang pada akhirnya memudahkan tanaman untuk menyerapnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat pupuk organik dengan bahan baku kotoran sapi. Percobaan pembuatannya dilakukan dengan 2 cara : 1. tanpa pemberian nutrisi yaitu dengan mencampurkan kotoran sapi, dedak, abu sekam dan larutan EM4 yang berisi mikroba pengurai, sedangkan cara 2. dengan pemberian nutrisi, yaitu dengan menambahkan nutrisi urea, SP 36 dan aktifator BMF Biofad kedalam campuran material cara 1. Tujuan penelitian ini adalah mencari pengaruh waktu fermentasi terhadap kandungan Bahan Organik (BO), Carbon (C), Nitrogen (N) dan C/N. Variabel berubah : waktu fermentasi 5-30 hari,variabel tetap 5 kg berat kotoran sapi, 10 g BMF BIOFAD, 200 g abu sekam, 10 ml larutan ( EM4 ) , 5 gr urea + 10 gr SP36 + air secukupnya. Hasil penelitian menunjukkan waktu fermentasi 10 hari merupakan waktu terbaik untuk bisa menghasilkan pupuk organik dengan kandungan bahan organik (BO) 62,86 %, organik karbon, C 25,4 %, N 1,52 % dan C/N 24,90 %. Dibandingkan pupuk organik tanpa nutrisi terjadi kenaikkan bahan organik sebesar 3,54 % yang sekaligus memenuhi persyaratan sebagai standar pupuk organik. Kata kunci : aktivator BMF Biofad, pupuk organik dan waktu fermentasi Pendahuluan Secara umum pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik yang didegradasi secara organik. Sumber bahan baku organik itu bisa diperoleh dari bermacam-macam sumber seperti : kotoran ternak ( umumnya kotoran sapi ), sampah rumah tangga non sintetis, limbah pabrik makanan, dlll. Sebagian besar kotoran hewan dapat digunakan sebagai pupuk setelah mengalami pembusukan yang cukup, yaitu bila secara fisik , seperti warna, rupa, tekstur dan kadar airnya tidak serupa lagi dengan bahan aslinya. Secara kimiawi bahan pembentuk juga telah terurai menjadi senyawa yang lebih sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. Untuk membuat pupuk kandang dilakukan dengan mengumpulkan kotoran sapi dalam suatu tempat yang disebut Silo. Dalam Silo tersebut bahan tersebut diperam selama kira-kira 3 bulan. Selama pemeraman terjadi proses pembusukan yang akan mengubah kotoran menjadi bahan yang terlapuk sekaligus melepaskan unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Untuk mempercepat proses pemeraman bisa dilakukan dengan penambahan mikroorganisme. Waktu pelapukannya relatif cepat, yaitu sekitar 7-14 hari bila dibandingkan dengan waktu pemeraman secara alami yaitu sekitar 90 hari. Pupuk Organik dengan kualitas yang baik bisa dipakai untuk memperkaya bahan organik tanah, bahan organik yang telah terdekomposisi dengan baik bukan hanya memperkaya bahan makanan untuk JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK I-8-1 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG tanaman tetapi juga berperan besar terhadap perbaikan sifat – sifat tanah. Bahan organik dalam tanah akan mempertinggi kemampuan penampungan air sehingga tanah akan lebih banyak menyediakan air. Secara umum sifat pupuk organik sebagai berikut : Sifat Fisik : Pupuk organik yang sudah matang secara fisik ditandai dengan : berwarna kehitam – hitaman dan bentuknya menyerupai tanah biasa, tidak berbau busuk,. mempunyai ukuran partikel kira – kira sebesar serbuk gergaji., memiliki kelembaban sekitar 30%, mempunyai suhu sekitar suhu ruang atau mendekati suhu lingkungannya. Sifat kimia : Secara kimiawi pupuk kandang yang baik mengandung bahan organik (BO) 60 –70%, N 1,5 – 2 %, P2O5 0,5 – 1%, dan K2O 0,5 – 1% ( Marsono,dkk.,2001) Pengomposan/fermentasi kotoran sapi Pada dasarnya pengomposan adalah proses pembusukan/ fermentasi bahan-bahan organik o

Recently converted files (publicly available):