• Document: Kewarganegaraan Warganegara dan kewarganegaraan merupakan dua hal yang amat berkaitan. John J. Cogan & Ray Derricott dalam Citizenship Education For
  • Size: 26.26 KB
  • Uploaded: 2019-08-10 05:33:51
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Kewarganegaraan Warganegara dan kewarganegaraan merupakan dua hal yang amat berkaitan. John J. Cogan & Ray Derricott dalam Citizenship Education For 21 st Century: Setting the Contex (1998) membuat definisi kedua hal tersebut secara berkesinambungan bahwa ”A citizen as a constituent member of society. Citizenship as a set of characteristics of being a citizen. Citizenship education was defined as the contribution of education to the development of those characteristics of being a citizen”. Warganegara adalah anggota syah dari suatu masyakat, sedang kewarganegaraan adalah seperangkat karakteristik dari seorang warganegara. Dalam definisi yang lain dikatakan “Citizenship is membership in a political community (originally a city or town but now usually a country) and carries with it rights to political participation; a person having such membership is a citizen” (http/www.wikipedia.org). Kerwarganegaraan merupakan keanggotaan dalam komunitas politik (yang dalam sejarah perkembangannya diawali pada negara kota namun sekarang ini telah berkembang pada keanggotaan sutau negara). Kewarganegaraan membawa implikasi pada kepemilikan hak untuk berpartisipasi dalam politik. Orang yang telah menjadi dan memiliki keanggotaan penuh disebut sebagai citizen. Roger M Smith dalam Isin & Turner, 1999 (Kalidjernih, 2008) mengidentifikasi adanya 4 makna dari kewarganegaraan, sebagai berikut: 1. A citizen is a person with plitical rights to participate in the processes of popular self-governance (rights to vote; to hold elective appointive governmental offices; to serve on various sorts of juries; and to participate in political debates as equal community members, etc). 2. In modern world, citizenship is a more purely legal status. Citizens are people who are legally recognized as members of a particular, afficially sovereign political community. 3. In the last century, citizens refer to those who belong to almost any human association, whether a political community or some other groups (neighborhood, fitness club, university and broader political community). 4. Citizenship signifies not just membership in some groups but certain standards of proper conducts Contributors, not free-riders, are considered “true citizens” of those bodies. Berdasar pendapat Roger M Smith di atas, kewarganegaraan dipahami (1) sebagai hak, yaitu hak politik untuk berpartisipasi dalam proses pemerintahan, (2) sebagai status hukum, yang secara syah diakui sebagai anggota dari komunitas politik (negara) yang berdaulat, (3) keanggotaan dari suatu komunitas, kewarganegaraan menunjuk pada keterikatan orang tidak hanya pada negara tetapi juga komunitas lain (seperti keluarga, klub, universitas, dan komunitas politik), (4) seperangkat tindakan, artinya kewarganegaraan tidak hanya mengimplikasikan adanya keanggotaan tetapi juga ketentuan-ketentuan dan perilaku warganegara. Handbook: Making Sense of Citizenship, menyatakan bahwa konsep kewarganegaraan memiliki arti sebagai berikut: (1) A legal and political status, (2) Involvement in public life and affairs, (3) An educational activity. Kewarganegaraan mencakup (1) keanggotaan yang dengannya terdapat hak dan kewajiban terhadap komunitas, (2) tindakan dalam kehidupan, (3) kewarganegaraan mencakup pula aktivitas membentuk manusia menjadi warganegara yang aktif, terbuka dan bertanggungjawab. Bryan S Turner dalam Citizenship and Social Theory (1993) menyatakan Citizenship as that set of practices (judicial, political, economic, and cultural) which as a consequence shape the flow of resources to person and social groups. Kewarganegaraan merupakan seperangkat praktik atau tindakan yang mencakup yudisial, politik, ekonomi dan budaya yang dapat menentukan seseorang sebagai anggota masyarakat yang kompeten, sebagai konsekuensinya membentuk aliran sumber daya kepada orang-orang dan kelompok-kelompok sosial. Apa yang dikemukakan oleh Turner ini bahwa konsep kewarganegaraan sebenarnya bukan semata-mata seperangkat hak yang bersifat pasif yang diberikan oleh negara pada warganya. Tetapi menurutnya kewarganegaraan merupakan seperangkat tindakan baik secara hukum, politik, ekonomi, dan budaya, yang dapat dilakukan warga sebagai anggota dari komunitas. Cogan dan Derricott (1998) berhasil mengidentifikasi adanya lima atribut kewarganegaraan. Atribut kewarganegaraan ini akan bervariasi tergantung atau merujuk pada sifat sistem politik dimana ia menjadi bagiannya. Konsep kewarganegaraan secara umum dapat diklasifikasikan dalam lima kategori yaitu: 1. Sense of identifi (perasaan identitas); 2. The enjoyment of certain rights (pemilikan hak-hak tertentu); 3. The fulfilment of corresponding obligations (pemenuhan kewajiban-kewajiban yang sesuai); 4. A degre of interest and involvement in public affair (tingkat ketertarikan dan keterlibatan dalam masalah publik); 5. An acceptance of basic social values (penerimaan terhadap nilai-nilai sosial dasar). Perasaan ident

Recently converted files (publicly available):