• Document: ANALISIS AGRIBISNIS JERUK SIAM (Citrus nobilis lourvar) DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR
  • Size: 393.58 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:19:24
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

ANALISIS AGRIBISNIS JERUK SIAM (Citrus nobilis lourvar) DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALYSIS OF AGRIBUSINESS ORANGE SIAM (Citrus nobilis lourvar) AT KUOK SUBDISTRICT KAMPAR DISTRICT Eka Rahmina Dewi1, Syaiful Hadi2, Susy Edwina2 1 Mahasiswa Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Riau 2 Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Riau Email Korespondensi : ekarahmina@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis agribisnis jeruk siam di Kecamatan Kuok. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Pengambilan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem agribisnis hulu dalam kategori tepat. Subsistem usahatani jeruk siam petani mengeluarkan biaya produksi usahatani sebesar Rp. 35.042.645/Ha/tahun. Pendapatan kotor yang diterima oleh petani jeruk siam sebesar Rp. 71.853.659/ Ha/tahun dengan hasil produksi jeruk siam rata-rata sebanyak 4.790Kg/Ha/tahun. Pendapatan bersih yang diterima oleh petani jeruk siam sebesar Rp. 36.811.014/Ha/tahun dengan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,05. Subsistem agribisnis hilir terkait penanganan pasca panen yang dilakukan petani jeruk siam hanya kegiatan pengumpulan buah dan sortasi buah. Subsistem pemasaran terkait dengan saluran pemasaran usahatani jeruk siam di Kecamatan Kuok terdiri dari 3 saluran pemasaran, yaitu petani-konsumen akhir, petani-pedagang pengecer-konsumen akhir, dan petani-pedagang pengumpul- pedagang pengecer-konsumen akhir. Subsistem lembaga penunjang yang ada di Kecamatan Kuok adalah lembaga pemerintah, lembaga penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Kata Kunci : Agribisnis, Jeruk Siam, Benefit Cost Ratio ABSTRACT This study aims to analyze the agribusiness of Orange Siam in Kuok Subdistrict. This study was conducted in Kuok Subdistrict, Kampar District. The respondent technique was taken by purposive sampling with 34 farmers. The results showed that the upstream agribusiness subsystem was in the right category. On farm agribusiness subsystem, orange siam farmer spend the production cost of farming amounted to Rp. 35.042.645/Ha/year. The gross revenues received by the orange siam farmer amounted to Rp. 71.853.659/Ha/year with average production is 4.970 Kg/Ha/year. Net income received by the orange siam farmers of Rp. 36.811.014/Ha/ with Benefit Cost Ratio (BCR) > 1.05. Downstream agribusiness related to post-harvest handling 1. Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Riau 2. Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Riau Jurnal UR Vol 5 Edisi 1 Januari s/d Juni 2018 1 by orange siam farmer only fruit collection and fruit sorting activities. Marketing subsystem related marketing channel of orange siam farmers in Kuok Subdistrict consists of 3 marketing channels, that is farmer-consumer, farmer-retailer-consumer, and farmer-wholesalers-retailer-consumer. Supporting institutional subsystem in Kuok Subdistrict are government institution, agricurtural extension institutes, and farmer groups. Keywords : Agribusiness, Orange Siam, Benefit Cost Ratio PENDAHULUAN dengan sistem lainya. Apabila terdapat permasalahan pada salah satu dari Pertanian memiliki peranan yang kelima subsistem agribisnis tersebut penting baik di sektor perekonomian maka akan berpengaruh pada hasil ataupun pemenuhan kebutuhan pokok akhir dari produksi usahatani jeruk atau pangan, sehingga dapat tersebut. Berdasarkan latar belakang meningkatkan perekonomian bagi penelitian ini secara umum bertujuan petani. Usahatani memiliki prospek untuk menganalisis agribisnis jeruk di yang cerah. Kebutuhan pasar baik Kecamatan Kuok. dalam maupun luar negeri masih Secara khusus, penelitian ini terbuka lebar, sehingga menjadi bertujuan untuk : (1) Menganalisis sebuah kesempatan emas bagi petani subsistem agribisnis hulu jeruk di untuk memanfaatkan peluang ini. Kecamatan Kuok, (2) Menganalisis Kabupaten Kampar merupakan subsistem usahatani jeruk di penghasil jeruk terbanyak di Riau Kecamatan Kuok, (3) Menganalisis dengan jumlah produksi 1,865 ton subsistem hilir jeruk di Kecamatan (Badan Pusat Statistik Riau, 2016). Kuok, (4) Menganalisis subsistem Penelitian ini dilaksanakan di pemasaran jeruk di Kecamatan Kuok, Kecamatan Kuok dengan (5) Menganalisis subsistem penunjang pertimbangan lokasi tersebut memiliki jeruk di Kecamatan Kuok. daerah terluas dan produksi terbesar di Kabupaten Kampar. METODE PENELITIAN Perma

Recently converted files (publicly available):