• Document: KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOCHAR DARI PYROLYSIS BIOMASSA TANAMAN BIO-ENERGI WILLOW (SALIX SP)
  • Size: 326.19 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:32:43
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

9 Buana Sains Vol 12 No 2: 9-18, 2012 KARAKTERISTIK DAN KUALITAS BIOCHAR DARI PYROLYSIS BIOMASSA TANAMAN BIO-ENERGI WILLOW (SALIX SP) C. Prayogo(1 & 2), N D. Lestari(2) dan K S. Wicaksono(2) 1)School of Life Science, University of Warwick, CV4 7AL- United Kingdom 2)Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang Abstract Biochar now is importance issue due to complication same meaning with “charcoal”.In development country techonology convert biomass becomes energy is called “pyrolysis“ to produce several gas such as bio-oil and biochar. Biochar produce from crop ussually consist some importance nutrient, and called as “negative carbon emitter“. In this experiment characteristic and quality bichar is produce from Fluidized Bed Reactor to usefull biomass of bio energy willow (Salix sp) at diffferent temperature 450oC, 470oC and 530oC. Evaluation was made by using LECO-2000, ICP (Inductively Coupled Plasma), SEM (Scaing Electron Microscop) and FTIR (Fourier Tranfrmed Infrared).The research result showed that increased tempereture “pyrolysis“ from 440oC to 530oC signifantly affected end product chemical composition, porous content and functional point from biochar. Additing Potassium (K) and Phosphor (P) found higher content compare the original source. On the other hand, in high temperature, all functional organic source: phenol,amine,carboxylic ,aromatic and polysacharida did not detiction Key words: biochar, pyrolysis, bio-energy, willow, fluidized bed reactor Pendahuluan Tanaman bio-energy Willow (Salix sp) Potensi biomassa tanaman sebagai bahan memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat baku sumber daya alam yang terbarukan cepat dan sistem rotasi panen yang pendek telah diakui dan secara dikenal luas (4-5 th sekali sudah dapat dipanen), dapat (Bridgwater, 2003; Ozcimen dan menyerap sejumlah besar karbon dari Karaosmanoglu, 2004; Di Blasi, 2005; atmosfer yang berdampak pada Faaij, 2006; Van de Velden et al., 2008; pengurangan emisi Gas Rumah Kaca 2010). Beberapa jenis tanaman telah diuji (GRK) secara cukup significant (Ayloot et sebagai bahan baku energi pada pusat- al., 2007; Walle et al., 2007). Dalam hal pusat pembangkit tenaga listrik seperti produksi listrik, emisi GRK (seperti CO2, diantaranya adalah: sampah hijau (Chan, CO dan CH4) dari pyrolysis biomassa 2007); rape-seed (Karaosmanoglu, 2000); Willow telah dilaporkan secara substansial ampas tebu (Inyang et al., 2010) dan lebih rendah dari bahan-bahan baku rumput-Mischanthus (Clifton-Brown et al., konvensional (misalnya: batubara atau 2004), termasuk diantaranya tanaman bio- gambut organik) (Styles dan Jones, 2007). energy Willow (Salix sp) (Volk et al., 2004; Karakteristik tanaman Willow dapat dilihat Park et al., 2004; Valmari et al., 1998). pada Gambar 1.   10 C. Prayogo, N D. Lestari dan K S. Wicaksono / Buana Sains Vol 12 No 2: 9-18, 2012    Gambar 1. Karakteristik tanaman Willow (Salix sp) Biomassa tanaman Willow dapat mencapai O2), atau dengan pasokan yang terbatas 13,6 t ha-1 berat kering merupakan jumlah selama proses pembakaran biomassa. yang besar sebagai bahan baku pembangkit Proses ini biasanya dapat dibagi menjadi 3 listrik yang berkelanjutan (Heller et al., jenis yang berbeda (misalnya: pyrolysis 2003). Bahan baku ini dilaporkan memiliki lambat, menengah dan cepat) (Bridgwater, nilai kalori pada 22,57 MJ kg-1 (Klasnja et 2006). Dalam pyrolysis cepat (suhu tinggi al., 2002), yang lebih tinggi dibandingkan (600oC) dan waktu pemanasan singkat (<5 bahan lainnya (misalnya: rape-seed (16,37 MJ menit)) produk paling dominan yang kg-1); jerami gandum (17,64 MJ kg-1); kulit dihasilkan adalah dalam bentuk cairan (bio- aprikot (19,28 MJ kg-1); kulit kemiri (18,33 oil/minyak), gasifikasi (suhu lebih tinggi MJ kg-1); biji anggur (20,51 MJ kg-1) atau (>800oC) untuk memaksimalkan produksi Mischantus sebesar 18,5 MJ kg-1) gas, sedangkan pyrolysis lambat (suhu (Karaosmanoglu et al., 2000; Ozcimen dan rendah (400oC) : waktu pemanasan lama Mericboyu 2010; Melligan et al., 2010). (>15 menit)) adalah untuk produksi biochar Nilai kalori yang lebih tinggi ini dapat dalam bentuk padatan (Sohi et al., 2009). menyebabkan produksi energi lebih tinggi Ketiga proses pyrolisis tersebu

Recently converted files (publicly available):