• Document: Pengukuran Besaran Fisika
  • Size: 569.68 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 10:07:26
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Bahan Ajar “Pengukuran Besaran Fisika” Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMK Negeri 1 Rangkasbitung Pengukuran Besaran Fisika Seseorang melakukan pengukuran artinya orang itu membandingkan sesuatu dengan suatu acuan. Sehingga mengukur didefinisikan sebagai kegiatan membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran tertentu yang telah ditetapkan sebagai acuan. Dalam fisika acuan pengukuran ini disebut satuan. Dengan pengertian bahwa satuan merupakan sesuatu yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Contoh :  Seorang penjahit mengukur panjang lengan baju pelanggannya sepanjang 52 cm. Acuan pengukuran atau satuan disini adalah cm. Sebelum mulai melakukan pengukuran, langkah awal yang paling penting adalah memeriksa kondisi alat yang akan dipakai untuk mengukur dan mempertimbangkan aspek ketepatan dan kesalahan yang mungkin terjadi. Misalnya bila memakai jangka sorong atau micrometer sekrup maka teliti terlebih dahulu apakah skala kedua alat tersebut cukup jelas atau tidak dan apabila memakai voltmeter atau amperemeter maka periksa dahulu titik nolnya. Berikut ini dijelaskan beberapa contoh pengukuran besaran-besaran pokok : Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran dalam fisika. Pada umumnya ada tiga besaran yang paling banyak diukur dalam dunia fisika untuk tingkat SMA yaitu panjang, massa dan waktu. Macam-macam alat ukur panjang, massa dan waktu dapat dilihat sebagai berikut : a. Alat Ukur Panjang Alat-alat ukur panjang meliputi mistar, jangka sorong, dan mikrometer skrup. Berikut masing-masing alat ukur tersebut & penjelasannya. 1) Mistar / Penggaris Mistar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan penggaris adalah alat yang digunakan untuk mengukur barang yang berukuran sedang dan berukuran besar. Mistar ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 1 mm. Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0, 5 mm (0,05 cm). Mistar Bahan Ajar “Pengukuran Besaran Fisika” Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMK Negeri 1 Rangkasbitung 2) Jangka Sorong Dalam prakteknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm). Untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong. Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur diameter dimensi luar suatu benda, dan dimensi dalam suatu benda. Jangka sorong memiliki 2 bagian, yaitu rahang tetap yang fungsinya sebagai tempat skala tetap yang tidak dapat digerakkan letaknya, dan rahang sorong yang fungsinya sebagai tempat skala nonius dan dapat digeser-geser letaknya untuk menyesuaikan dan mengukur benda. Jangka sorong ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 0,1 mm Jangka sorong digunakan untuk mengukur ketebalan benda, diameter luar, diameter dalam dan kedalaman lubang suatu benda. Alat ini memiliki tingkat ketelitian alat sebesar 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong terdiri dari sepasang rahang. Satu rahang bersifat tetap dan satu lagi dapat digeser (bergerak). Pada rahang tetap terdapat skala utama (dalam satuan cm), sedangkan pada rahang geser terdapat 10 skala yang n

Recently converted files (publicly available):