• Document: RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR LDR DAN PENAMPIL LCD
  • Size: 594.42 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 11:14:12
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Fisika Unand Vol. 4, No. 2, April 2015 ISSN 2302-8491 RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR LDR DAN PENAMPIL LCD Roni Syafrialdi, Wildian Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas Kampus Unand, Limau Manis, Padang, 25163 e-mail:syafrialdi.roni@gmail.com ABSTRAK Telah dilakukan perancangan solar tracker menggunakan empat buah sensor LDR untuk mengindera arah gerak matahari. Solar tracker digunakan untuk menggerakkan sel surya agar mengikuti arah gerak matahari. Rangkaian elektronik terdiri dari rangkaian catudaya, rangkaian mikrokontroler ATmega8535, LCD, rangkaian driver motor stepper, dan rangkaian sensor LDR. Rancangan mekanik menggunakan dua sumbu putar dengan motor stepper tipe unipolar sebagai penggerak agar sel surya dapat mengikuti gerak semu harian matahari (dalam arah timur-barat) dan gerak semu tahunan matahari (dalam arah utara-selatan). Sel surya yang digunakan adalah Amorphous 10 V/30 mA. Hasil pengukuran menunjukkan kenaikan tegangan sel surya mencapai 11,53% dibandingkan yang tidak menggunakan solar tracker sedangkan tegangan maksimumnya naik 1,18 V dibandingkan yang statis. Kata Kunci : sensor LDR, sel surya, solar tracker, mikrokontroler ATmega8535, LCD ABSTRACT This research aims to design a solar tracker using a four-quadrant LDR that used for sensing the position of the sun. Solar tracker is the tools used to follow the direction of motion of the sun. The electronic circuits consisting of a power supply circuit, microcontroller ATmega8535 and LCD circuit, stepper motor driver circuit and LDR sensor circuit. The mechanical design using dual axis with stepper motor as an actuator to position the solar cell tilted appropriately to face the sun directly at all times by tracking daily apparent motion of the sun (east-west motion) and yearly apparent motion of the sun (north-south motion). Solar cell that used is amorphous 10V/30mA. The result shows that the solar tracker use has increased the maximum voltage up to 11.53 % compared to the static solar cell. Keywords : LDR, Solar cell, solar tracker, microcontroller Atmega8535, LCD I. PENDAHULUAN Listrik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern. Hampir semua aktivitas manusia, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun industri sangat bergantung pada listrik. Listrik dapat dibangkitkan dengan menggunakan generator listrik. Lebih dari 99% energi listrik yang digunakan sekarang dihasilkan oleh generator listrik dalam bentuk arus bolak-balik yang mudah disalurkan dalam rentang jarak yang jauh (Tipler, 2001). Energi kinetik untuk menggerakkan turbin generator dapat diperoleh dari energi atau tenaga uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil (minyak bumi, batubara dan gas alam). Turbin generator juga dapat digerakkan dengan energi aliran air ataupun energi aliran udara (angin). Sumber-sumber energi untuk listrik tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Sumber energi fosil mudah diperoleh namun bersifat polutif dan cadangannya terbatas, sementara sumber energi aliran air dan energi angin relatif bersih dan terbarukan (renewable) namun tidak selalu tersedia (Alpen Steel, 2012). Sumber energi untuk pembangkit listrik di Indonesia sebagian besar dipasok dari energi fosil, namun sumber energi ini akan habis dalam kurun waktu sekitar 20 tahun ke depan. Berbagai penelitian kini mengarah kepada pengembangan sumber-sumber energi alternatif seperti energi nuklir, energi surya (solar energy), energi air, energi angin, energi biomassa, energi panas bumi, dan energi gelombang laut. Selain terbarukan, sumber-sumber energi alternatif tersebut, merupakan sumber-sumber energi ramah lingkungan (green energy) karena tidak menimbulkan polusi, kecuali energi nuklir (Priatman, 2000). 113 Jurnal Fisika Unand Vol. 4, No. 2, April 2015 ISSN 2302-8491 Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif bagi pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia sangatlah tepat mengingat letak geografis yang berada di daerah tropis dengan panas matahari tersedia sepanjang tahun. Keadaan alam indonesia yang relatif sulit dijangkau oleh jaringan listrik terpusat menyebabkan pilihan terhadap energi surya merupakan suatu keharusan (Septiadi dkk, 2009). Ada dua macam teknologi pemanfaatan energi surya yaitu teknologi energi surya termal dan energi surya fotovoltaik. Energi surya termal di indonesia pada umumnya digunakan untuk proses pengeringan hasil pertanian dan hasil kelautan, sedangkan energi surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik terutama di daerah terpencil. Teknologi energi surya fotovoltaik (photovoltaic) adalah teknologi pemanfaatan energi surya dengan cara mengonversi energi

Recently converted files (publicly available):