• Document: BAB 2 LANDASAN TEORI
  • Size: 693.49 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 06:52:55
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan dan Pengendalian Produksi Perencanaan dan pengendalian produksi (PPC) adalah aktivitas dimana mengelola proses produksi tersebut. PPC merupakan tindakan manajemen yang sifatnya abstrak (tidak dapat dilihat secara nyata). (Baroto, 2002) Maksud dan tujuan perencanaan dan pengendalian produksi adalah untuk merencanakan dan mengendalikan aliran material ke dalam, di dalam dan keluar pabrik sehingga posisi keuntungan optimal yang merupakan tujuan perusahaan dapat dicapai. Pengendalian produksi dimaksudkan untuk mendayagunakan sumber daya produksi yang terbatas secara efektif, terutama dalam usaha memenuhi permintaan konsumen dan menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Kendala-kendala yang dihadapi mencakup ketersediaan sumber daya, waktu pengiriman produk, kebijakan manajemen, dan lain sebagainya. Oleh karena itu perencanaan dan pengendalian produksi mengevaluasi perkembangan permintaan konsumen, posisi modal, kapasitas produksi, tenaga kerja, dan lain sebagainya. 9 2.1.1 Fungsi dari Perencanaan dan Pengendalian Produksi dalam Aktivitas Produksi. Pada dasarnya fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh aktivitas perencanaan dan pengendalian produksi adalah : a. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu. b. Menetapkan jumlah dan saat pemesanan bahan baku serta komponen secara ekonomi dan terpadu. c. Menetapkan keseimbangan antara tingkat kebutuhan produksi, teknik pemenuhan pesanan, serta memonitor tingkat persediaan produk jadi setiap saat, membandingkannya dengan rencana persediaan produk jadi setiap saat, membandingkannya dengan rencana persediaan, dan melakukan revisi atas rencana produksi pada saat yang ditentukan. Membuat jadwal produksi, penugasan, pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci sesuai dengan ketersediaan kapasitas dan fluktuasi permintaan pada suatu periode. 2.2 Struktur Produk (Product Structure) dan Bill of Material (BOM) Struktur produk atau bill of materials (BOM) didefinisikan oleh (Gasperz, 2005) sebagai cara komponen-komponen itu bergabung ke dalam suatu produk selama proses manufacturing. 10 - Standart : dalam struktur standar sedikit end items standar yang dibuat dari komponen-komponen produk. Produk akhir ini disimpan dalam stok untuk pengiriman. - Modular : banyak end items yang dibuat dari subassemblies yang sama, kemudian disimpan untuk assembly guna memenuhi pesanan pelanggan. - Inverted : banyak end items yang dibuat sejumlah raw materials yang terbatas, berdasarkan pada pesanan pelanggan. Tabel 2.1 Tabel BOM No. Komponen Level Description Code Quantity BOM UOM Sumber : (modul praktikum PPC, 2009) Struktur produk terdiri dari langkah pengurutan pengerjaan komponen pembentuk produk akhir yang ditempatkan pada tingkat (level) teratas dan seterusnya, sehingga membentuk sebuah bagan sistem pengerjaan. Untuk produk akhir (produk jadi) ditandai dengan tingkat (level) 0 dan semakin kebawah maka nomor tingkat (level) akan bertambah. Terdapat 2 cara penomoran tingkat (level) struktur produk, yaitu (modul praktikum ppc, 2009) : 1. Single Level Jenis ini menggambarkan hubungan sebuah induk dengan level komponen–komponen pembentuknya. 11 2. Multi Level Jenis ini menggambarkan struktur produk yang lengkap dari tingkat (level) 0 sampai tingkat (level) yang paling bawah. ™ Kegunaan struktur produk secara garis besar adalah : 1. Mengetahui berapa jumlah item penyusunan suatu produk akhir. 2. Memberikan rincian mengenai komponen apa saja yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. ™ Kegunaan dari BOM adalah : 1. Untuk menghitung biaya produk dan harga jual sehingga dapat diketahui laba dari hasil penjualan produk. 2. Menentukan komponen–komponen mana saja yang harus dibuat sendiri atau dibeli. 3. Menentukan komponen–komponen dalam daftar pembelian dan order produksi yang harus dilepas. Terdapat beberapa macam jenis BOM adalah : 1. Eksplosion Merupakan BOM dengan urutan dimulai dari induk sampai komponen pada level paling bawah. BOM jenis ini menunjukkan komponen yang membentuk suatu induk dari level teratas sampai level terendah. 12 2. Impl

Recently converted files (publicly available):