• Document: STUDI ETNOFARMASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA SUKU BANGGAI DI KABUPATEN BANGGAI LAUT, PROVINSI SULAWESI TENGAH
  • Size: 115.66 KB
  • Uploaded: 2018-10-13 00:38:32
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

GALENIKA Journal ofKhairiyah Pharmacyet Vol. 2 (1) : 1 Journal al./Galenika -7 of Pharmacy ISSN : 2442-8744 March 2016 STUDI ETNOFARMASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA SUKU BANGGAI DI KABUPATEN BANGGAI LAUT, PROVINSI SULAWESI TENGAH STUDY OF HERBS ETNOPHARMACY TO BANGGAI ETHNIC IN BANGGAI LAUT REGENCY, CENTRAL SULAWESI Nur Khairiyah1*, Syariful Anam1, Akhmad Khumaidi1 1 Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia Received 4 November 2015, Accepted 20 Februari 2016 ABSTRAK Studi etnofarmasi tumbuhan berkhasiat obat pada suku Banggai telah dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2015 di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, jenis-jenis penyakit yang diobati dan cara pemanfaatan tumbuhan obat oleh suku Banggai di Kabupaten Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode kualitatif dan teknik pengambilan sampel yakni purposivesampling melalui wawancara open-ended interview dengan 7 informan yangmenggunakan media angket kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 54 spesies tumbuhan dan terbagi dalam 31 familia yang dimanfaatkan sebagai obat. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu dari familia Zingiberaceae dan familia Lamiaceae sebanyak 5 spesies.Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, terdapat 10 macam penyakit kronik, 3 macam penyakit menular, 27 macam penyakit tidak menular dan 5 kegunaan untuk perawatan kesehatan tubuh. Bagian tumbuhan yang digunakan antara lain daun, batang, getah, buah, rimpang, akar, umbi, herba, dankulitbatang. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan yaitu daun sebanyak 49%. Cara pengolahan tumbuhan obat oleh suku Banggai di Kabupaten Banggai Laut yaitu direbus, ditumbuk, diremas, diperas, diparut, direndam, diseduh, dikonsumsi langsung dan cara penggunaan yang dilakukan yaitu diminum, dimakan, digosok, ditempelkan, dioleskan, dibalurkan dan langsung digunakan. Cara pengolahan yang paling banyak yaitu direbus dan cara penggunaan yang paling banyak yaitu diminum. Semakin tinggi kepercayaan masyarakat suku Banggai terhadap suatu tumbuhan untuk dapat menyembuhkan suatu penyakit maka semakin tinggi pula penggunaan masyarakat terhadap tumbuhan tersebut. Kata kunci: Etnofarmasi, Tumbuhan Obat, Suku Banggai. ABSTRACT A study of nutritious herbs etnopharmacy has been done to Banggai ethnic from March to June 2015 in Banggai Laut Regency, Central Sulawesi. This research aims at identifying every kind of herbs parts used as traditional medicine, types of diseases cured using herbs by Banggai ethnic in Banggai Laut Regency, and the percentage of the usage by the informant about herbs as a traditional medicine. This is a descriptive research that uses qualitative method and take the sample purposively through open-ended interview involved 7 informants asked by questionnaire. The result of this research revealed that there are 54 types of herbs divided into 31 family used as medicine. The most widely used herbs is from 5 species of Zingiberaceae family and Lamiaceae family. Interview result revealed that there are 10 types of chronic diseases, 3 infectious diseases, non- communicable diseases 27, and 5 used for health care body. The parts of herbs used are leaf (49 percent), stem, sap, fruit, rhizomes, roots, tubers, herbs and bark. The Banggai ethnic precede the herbs through boiled, mashed, squeezed, shredded, soaked, brewed and then consumed, drunk, rubbed, pasted, applied directly. Processing methods most often done is boiled and drunk the herbs straightly. The higher belief the society has in the herbs ability to cure the diseases the higher use of herbal medicine as an alternative of diseases healing. Keywords: Etnopharmacy, Herbs, Banggai Ethnic *Coresponding Author : Nurkhairiyah, nurkhairiyah18@gmail.com (ph: +62-852-4002-3886) 1 Khairiyah et al./Galenika Journal of Pharmacy PENDAHULUAN tumbuh-tumbuhan ini telah dikenal Bangsa Indonesia telah lama masyarakat suku Banggai dari dulu kala mengenal dan menggunakan tanaman hingga saat ini. Oleh karena itu perlu berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dilakukan studi etnofarmasi pada suku dalam menanggulangi masalah kesehatan. Banggai di Kabupaten Banggai Laut, guna Hampir setiap orang di Indonesia pernah kepentingan dalam bidang kesehatan dan menggunakan tumbuhan obat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. mengobati penyakit dan diakui serta dirasakan manfaat tumbuhan

Recently converted files (publicly available):