• Document: KEISTIMEWAAN BUAH TIN DALAM ALQURAN
  • Size: 164.55 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:32:57
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA III ISBN 978-602-50939-0-6 Langsa-Aceh, 30 Oktober 2017 www.conference.unsyiah.ac.id/SN-MIPA ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KEISTIMEWAAN BUAH TIN DALAM ALQURAN Fira Roswita SMA Negeri 1 Bireuen, Aceh Email: fira.roswita79@gmail.com Abstrak. Tin atau bahasa latinnya Ficus carica L. adalah sejenis tumbuhan penghasil buah yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buah tin juga dikenal dengan nama Ara dalam bahasa Arab, figue (Prancis), feige (Jerman), higo (spanyol), anjir (Persia, India, Urdu, Punjab, Bengali), dll. Pohon buah tin bentuknya kecil ada yang hampir sebesar bola pingpong. Buah tin muda berwarna kehijauan, seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman. Tin adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis alkalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Di dalam Al-qur’an kata tin hanya disebut satu kali, yaitu hanya dalam surat At-tin pada ayat pertama. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui buah tin (Ficus carica L.) menurut perspektif islam dan sains serta untuk mengetahui cara budidaya buah tin. Ada beberapa ahli tafsir yang menyebutkan bahwa tin adalah jenis buah yang terdapat di Timur Tengah. Tidak semua ahli tafsir sependapat bahwa yang di maksud tin adalah nama buah. Ada yang berpendapat bahwa tin adala h nama gunung. Unsur yang terkandung dalam buah tin adalah yodium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta malic acid dan nicotinic acid. Buah tin memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok sebagai obat penyakit anemia. Beberapa cara untuk membudidayakan buah tin yaitu diperbanyak dengan biji, stek, atau cangkok. Kata kunci: buah tin, perspektif islam, perspektif sains, budidaya tin Abstract. Tin or latin Ficus carica L. is a kind of edible fruit-producing plant originating from West Asia. The fruit is also known as Ara in Arabic, figue (French), feige (German), higo (spanish), anjir (Persian, Indian, Urdu, Punjab, Bengali) etc. Small tin fruit tree there is almost as big as ping pong ball. Young greenish tin fruit, along with maturation of fruit, skin color will turn into a blackish purple. Tin is a fruits that contain alkankal similar substances that can eliminate acidity in the body. In the Qur'an the word tin is mentioned only once, ie only in At- tin's letter in the first verse. The purpose of this paper is to know the fruits (Ficus carica L.) according to the perspective of Islam and science and to know the way of tin fruit cultivation. There are some commentators who say that tin is a kind of fruit found in the Middle East. Not all commentators agree that what is meant is the name of the fruit. Some argue that tin is a mountain name. The elements contained in the fruits are iodine, calcium, phosphorus, iron, magnesium, sulfur (phosphate), chlorine, and malic acid and nicotinic acid. Fruit tin has many health benefits such as can stimulate the formation of blood hemoglobin, suitable as anemia medicine. Some ways to cultivate the fruit tin is propagated by seeds, cuttings, or grafts. Keywords: fruits, Islamic perspective, scientific perspective, cultivation of tin PENDAHULUAN Tin atau bahasa latinnya Ficus carica L. adalah sejenis tumbuhan penghasil buah yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buah tin berbunga dimulai dari bulan Maret dan berlanjut sampai akhir April. Musim berbuah dimulai dari dua minggu kedua Juni dan berlanjut sampai waktu pertama bulan Juli. Buah tin dapat dikonsumsi secara keseluruhan bersama dengan bijinya. Sumber utama buah tin adalah wilayah Mediterania, tetapi tumbuh di sebagaian besar wilayah dunia. Di Iran telah tersebar di sebagian besar hutan utara dan pantai laut Kaspia, Mazandaran, Azerbaijan, Isfahan, Fars, Khuzestan dan Khorasan. Buah tin juga dikenal dengan nama Ara dalam bahasa Arab, figue (Prancis), feige (Jerman), higo (spanyol), anjir (Persia, India, Urdu, Punjab, Bengali), aeemai atti (Tamil), dumur (Bengali), kakundumberika (sanskerta), anjur (Kashmir). Ficus carica L. adalah buah tin yang sangat bervariasi dan biasa tumbuh di bukit North West, lereng kering, dan tanah liat di Uttarakhand, Punjab dan Kashmir di India, 305 PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA III ISBN 978-602-50939-0-6 Langsa-Aceh, 30 Oktober 2017 www.conference.unsyiah.ac.id/SN-MIPA ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Nepal, Pakistan, Afghanistan, Iran, Semenanjung Arab, Somalia, Sudan, Ethiopia dan Mesir Selatan (Joshi, 2014). Pohon buah tin bentuknya kecil

Recently converted files (publicly available):