• Document: Dra. Corry Panjaitan, Apt
  • Size: 1.08 MB
  • Uploaded: 2018-10-15 03:42:55
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

aporan Kinerja Balai Besar POM di Pontianak disusun dalam rangka menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang dikenal dengan Good governance dan Clean goverment yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Informasi kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang merupakan Instansi induk Balai Besar POM di Pontianak, masyarakat dan stakeholders. Laporan Kinerja tahun 2017 merupakan laporan tahun ketiga atau pelaksanaan tahun ketiga dari rencana strategis (Renstra) 2015 – 2019 Badan POM yang telah ditetapkan. Disamping sebagai sarana evaluasi atas pencapaian visi, misi dan tujuan Badan POM juga sebagai upaya memperbaiki kinerja di masa mendatang. Balai Besar POM di Pontianak sudah berupaya untuk meningkatkan kinerja pengawasan dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Upaya tersebut tercermin dari program dan kegiatan yang seluruhnya mendukung sasaran yang telah ditetapkan. Kinerja pencapaian sasaran tersebut dapat dilihat pada indikator output sasaran yang diperoleh rata-rata sudah dalam katagori memuaskan. Tugas dan tanggung jawab pengawasan yang harus dilakukan oleh Balai Besar POM di Pontianak semakin luas, kompleks dengan perubahan lingkungan strategis yang semakin dinamis dan tidak dapat diprediksi. Untuk itu diperlukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, yang terus dikembangkan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi terlaksananya tugas dan tanggungjawab Balai Besar POM di Pontianak. Perlu disadari bahwa peran masyarakat sebagai konsumen produk sangatlah besar, karena merekalah penentu akhir apakah suatu produk akan dikonsumsi atau tidak. Untuk itu pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) menjadi sangat penting dalam upaya melindungi diri dari produk obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan. Kendala utama yang dihadapi adalah meningkatnya beban kerja dan bertambah luas serta kompleksnya permasalahan dalam pengawasan Obat dan Makanan di wilayah LAKIP Balai Besar POM di Pontianak 2017 i Kalimantan Barat, sehingga perlu diimbangi dengan penguatan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang profesional. Diharapkan dengan tersusunnya LAKIP ini dapat menjadi pertanggungjawaban Balai Besar POM di Pontianak dan memberikan sumbangsih bagi peningkatan kinerja di tahun-tahun mendatang. Pontianak, Februari 2018 Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak Dra. Corry Panjaitan, Apt LAKIP Balai Besar POM di Pontianak 2017 ii BAB I PENDAHULUAN A. GAMBARAN UMUM ORGANISASI Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pontianak merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI) berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan POM No. 05018 / SK / KBPOM tanggal 17 Mei 2001, mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan kebijakan Badan POM di Bidang Pengawasan Produk Terapetik, Narkotik, Psikotropika dan Zat Adiktif lain, Obat Tradisional, Kosmetik, Produk Komplemen, Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya di Wilayah Kalimantan Barat. Sebagai UPT Badan POM, Balai Besar POM di Pontianak mempunyai wilayah kerja 14 wilayah Kabupaten / Kota yang terdiri dari 2 kota dan 12 kabupaten, sebagai berikut : 1. Kota Pontianak 2. Kota Singkawang 3. Kabupaten Mempawah 4. Kabupaten Kubu Raya 5. Kabupaten Bengkayang 6. Kabupaten Sambas 7. Kabupaten Landak 8. Kabupaten Sanggau 9. Kabupaten Sekadau 10. Kabupaten Sintang 11. Kabupaten Melawi 12. Kabupaten Kapuas Hulu 13. Kabupaten Ketapang 14. Kabupaten Kayong Utara Laporan Kinerja Balai Besar POM di Pontianak Tahun 2017 1 B. STRUKTUR ORGANISASI Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana tersebut di atas dilakukan sesuai Struktur Organisasi BBPOM di Pontianak. Sesuai dengan struktur yang ada, unit-unit kerja BBPOM di Pontianak dapat dikelompokkan sebagai berikut : Bidang Pengujian Produk Terapetik, Narkotik, Obat Tradisional, Kosmetik dan produk Komplemen, Bidang Pengujian Produk Pangan, Bahan Berbahaya dan Mikrobiologi, Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan, Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Sub Bagian Tata Usaha serta Kelompok Jabatan Fungsional. Adapun tugas pokok dan fungsi dari masing–masing Bidang / Sub Bidang sebagai berikut : 1. Bidang Pengujian Produk Terapetik, Narkotik, Obat Tradisional, Kosmetik dan produk Komplemen Bidang Pengujian Produk Terapetik, Narkotik, Obat Tr

Recently converted files (publicly available):