• Document: BAB IV UKURAN PEMUSATAN DATA (MODUS DAN MEDIAN)
  • Size: 35.14 KB
  • Uploaded: 2018-10-26 10:49:47
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB IV UKURAN PEMUSATAN DATA (MODUS DAN MEDIAN) 4.1 Modus Modus digunakan untuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi. Modus dari sekumpulan pengamatan (data) ialah nilai yang paling sering mucul atau mempunyai frekuensi tertinggi. Dalam data bisa terdapat satu modus (unimodus), dua modus (bimodus), lebih dari dua modus (multimodus), atau sama sekali tidak memiliki modus. Jika semua pengamatan mempunyai frekuensi sama maka modus tidak ada. Contoh 4.1 a. Modus dari data 3, 4, 4, 6, 6, 6, 8, 9, adalah 6 karena 6 paling sering muncul yaitu sebanyak 3 kali. b. Modus dari data 3, 4, 6, 8, 9, 10, 11 tidak ada, atau dikatakan data ini tidak mempunyai modus karena frekuensi datum sama yaitu 1 kali. c. Data 20, 20, 25, 25, 29, 29, 30, 30 tidak mempunyai modus karena frekuensi masing-masing datum sama yaitu 2 kali. d. Modus dari 2, 4, 6, 6, 9, 9, 11, 12 adalah 6 dan 9 karena 6 dan 9 sama-sama mempunyai frekuensi 2. e. Modus dari 1, 1, 2, 3, 4, 4, 5, 6, 7, 7, 8 adalah 1, 4, dan 7, karena masing- masing muncul sebanyak 2 kali. Contoh 4.2 Misalkan diketahui data sebagai berikut: Skor Frekuensi 5 10 6 18 7 15 8 12 9 9 Modus data dalam tabel ini adalah 6 Statistika-Handout 4 20 Contoh 4.3 Misalkan diketahui data dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut: Skor Frekuensi 40 – 49 5 50 – 59 15 60 – 69 10 70 – 79 28 80 – 89 17 90 – 99 10 Dari tabel di atas, modus yang sesungguhnya tidak dapat dicari. Oleh karena itu ditetapkan aturan bahwa kelas yang frekuensinya tertinggi disebut kelas modus, sedangkan modus dari data dalam distribusi frekuensi tersebut ialah bilangan dalam kelas modus yang ditentukan dengan rumus:  b  Modus = Bmod + p  1  (4.1)  b1  b2  dengan: Bmod : Batas bawah kelas modus, yaitu interval dengan frekuensi terbanyak. p : panjang kelas interval pada kelas modus. b1 : selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas interval dengan tanda kelas lebih kecil sebelum tanda kelas mous .b2 : frekuensi kelas modus dikurangi dengan frekuensi kelas sesudahnya. Jadi, dari data dalam daftar distribusi di atas diperoleh: Kelas modus: 70-79 Batas bawah kelas modus, Bmod = 70  0,5 = 69,5 panjang kelas, p = 80  70 = 10 b1 = 28 – 10 = 18 b2 = 28 – 17 = 11  b   18  Modus = Bmod + p  1  = 69,5 + 10   = 69,5 + 6,21 = 75,71 b  1  b2  18  11  Statistika-Handout 4 21 Modus suatu data tidak selalu berupa bilangan. Contoh 4.4 Tabel Banyak Kendaraan Lewat Jenis Frekuensi kendaraan Sepeda 10 Sepeda motor 45 Mobil 20 Bus 5 Truck 4 Becak 2 Modus data dalam tabel ini adalah sepeda motor karena frekuensinya yang paling banyak. 4.2 Median Apabila data numerik, yang terdiri atas n skor diurutkan dari yang terkecil sampai yang terbesar, maka data itu disebut juga statistik urutan, sedangkan skor yang nomor urutnya k, disebut statistik urutan ke-k dan dinyatakan dengan lambang X[k]. Dalam hal demikian, rentang data = X[n] - X[1] n 1 Jika n merupakan bilangan ganjil, maka statistik urutan ke merupakan skor 2 yang terletak di tengah setelah data diurutkan. Skor itu disebut median. Jadi, apabila n adalah bilangan ganjil, Median = X  n 1   2    Apabila n merupakan bilangan genap, maka median data adalah rata-rata dari dua skor yang ditengah, yaitu: X n   X n  2  2 1     Median = 2 Contoh 4.5 Statistika-Handout 4 22 Jika dari hasil ujian tujuh orang mahasiswa diperoleh nilai 6, 7, 9, 5, 8, 10, 8. U

Recently converted files (publicly available):