• Document: III. METODOLOGI PENELITIAN. Didalam penelitian ini menggunakan pendekatan Ex post Facto. Penelitian dengan Ex
  • Size: 123.79 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:26:20
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

38 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Didalam penelitian ini menggunakan pendekatan Ex post Facto. Penelitian dengan Ex post Facto merupakan penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudaian ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (Sugiono, 2008:7). Metode yang digunakan dalam penetilian ini adalah metode penelitian korelasional, yaitu metode yang menghubungkan satu variabel dengan variabel yang lain (Sumadi Suryabrata, 2003 ; 82). Tujuan menggunakan metode korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi- variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien korelasinya.. B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 130), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitianya merupakan penelitian populasi. Berdasarkan pendapatan diatas maka yang menjadi populasi didalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas VIII A, B dan C semester genap di SMP 17 Bandar Lampung yang berjumlah 115 siswa.. Dasar pemilihan kelas ini adalah untuk mempermudah penarikan sampel karena 3 kelas ini diberikan pembelajaran oleh satu guru. 39 2. Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti, Menurut Suharsimi Arikunto (2006:134) sedangkan menurut SutrisnoHadi (1980:70) dalam Margono( (2000:121) sampel adalah sebagai bagian dari populasi,sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Maslah sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut : a. Penelitian bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi,sehingga harus meneliti sebagian saja dari populasi. b. Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil kepenelitianya dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek, gejala atau kejadian yang lebih luas. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:134) Bahwa : -ancer, maka apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi, jika jumlah subyeknya besar, dapat diambil 10-15% atau 20- 3. Teknik Pengambilan Sampel Untuk siswa pengambilan sampel menggunakan teknik Proporsional Random Sampling yaitu pengambilan sampel dengan memperhatikan jumlah tiap-tiap kelas yang dilakukan secara acak (random) untuk menentukan jumlah sampel tiap-tiap kelas.. Teknik ini digunakan karena pada setiap kelas mempunyai populasi yang berbeda-beda, sehingga dapat diperoleh sampel yang dapat mewakili (representatif) dengan banyaknya subjek pada tiap-tiap kelas. Dari jumlah populasi yang ada di ambil sebesar 40% sehingga jumlah sampel adalah 40% x 115 = 46, jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 siswa. Kemudian dari hasil sebaran sampel di atas dapat dilihat pada Tabel 3. 40 Tabel 3. Jumlah Populasi dan Sampel Kelas VIII No Kelas Jumlah Siswa x 20% Sampel 1 VIII A 38 x 40% = 15,2 15 2 VIII B 38 x 40% = 15,2 15 3 VIII C 39 x 40% = 15,6 16 Jumlah 115 46 Sumber : Bagian Akademik dan Kurikulum SMP N 17 Bandar Lampung Tahun 2010 Adapun cara penentuan sampelnya melalui undian, dengan menulis nama-nama populasi pada kertas kecil, kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam kotak dan diundi, nama yang keluar diambil sebagai responden untuk sampel tiap-tiap kelas dan nama yang sudah keluar dimasukkan kembali ke dalam kotak sehingga setiap populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih lagi,kemudian dilakukan pengundian lagi untuk mendapatkan nama responden yang lain sampai sampelnya terpenuhi. C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Pengertian variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan, penelitian atau gejala yang akan diteliti (Sumadi Suryabrata 2003:79), sedangakn Suharsimi Arikunto (2006:18) menjelaskan bahwa variabel adalah obyek penelitian atau apa saja yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Berdasarkan kedua pendapat tersebut bahwa variabel adalah suatu kondisi yang dapat diukur dan mengandung nilai tertentu serta dapat dijadikan obyek penelitian. Variabel di dalam penelitian ini adalah segala seuatu yang berhubungan dengan Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Profesional Guru dan Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi Akademik Guru dengan Tingkat Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VIII Semester Genap

Recently converted files (publicly available):