• Document: HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK SAAT UJIAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL
  • Size: 176.71 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 07:07:21
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Hubungan Antara Self Efficacy dengan Perilaku Menyontek Saat Ujian Pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK SAAT UJIAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL M Taufiq Hidayat, Yuli Azmi Rozali Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul Jln. Arjuna utara Tol Tomang Kebon Jeruk, Jakarta 11510 taufiq.hidayatrayii@gmail.com Abstract Test was an evaluation of learning process, but inside that process there's student that cheating to pass in an unhonest way. One of the cheating factor of a student is because of the low self efficacy. Low self efficacy pushing student to making a cheat sheet or cooperating in order of cheating. The research is a quantitative non-experimental with total sampel 153 respondents. Sampling technique is proportionate stratified sampling. Reliability test result obtained (α)0.935 for self efficacy and (α)0.928 for cheating variable with measurement tool of self efficacy (22 valid) and cheating (27 valid) in the Form of Likert scale. The result value of sig 0.000 (p<0.05) within correlation in the amount of -0.434, that means there was a negative relation and significant within self efficacy and cheating habit when the UEU students is doing a test. UEU student inclined from cheating habit was classified low as 77 students (50,3%). Analysis result was showing that there was a significant difference of cheating habit based on the gender with value of p=0,017<0.05. The result shows male student has the behavior of cheating is high compared with women. Keyword: self efficacy, cheating, test Abstrak Ujian merupakan proses hasil evaluasi belajar, namun dalam pelakasanaannya ada mahasiswa yang melakukan perilaku menyontek untuk dapat lulus dengan cara tidak jujur. Salah satu penyebab mahasiswa menyontek karena rendahnya self efficacy. Self efficacy rendah mendorong mahasiswa untuk mencontek dengan cara membuat contekan atau bekerja sama. Penelitian bersifat kuantitatif non eksperimental. Dengan jumlah sampel sebesar 153 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified sampling, dengan alat ukur self efficacy (22 valid) dan perilaku menyontek (27 valid) dalam bentuk skala likert. Koefisien reliabilitas (α) 0.935 untuk self efficacy dan (α) 0.928 untuk perilaku mencontek. Hasil nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi sebesar -0.434, artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan perilaku menyontek saat ujian pada Mahasiswa UEU. Mahasiswa UEU cenderung melakukan perilaku menyontek yang tergolong rendah sebanyak 77 mahasiswa (50,3%). Hasil analisis juga menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam hal perilaku menyontek berdasarkan jenis kelamin dengan nilai p=0,017 < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan mahasiswa laki-laki memiliki perilaku mencontek yang tinggi dibandingkan perempuan. Kata kunci: self efficacy, perilaku menyontek, ujian. Pendahuluan munculnya ujian tertulis (Martin dalam Curran, Perilaku menyontek memang sudah familiar 2011). di kalangan akademis. Menurut Alhadza (Bower Berita tentang perilaku menyontek dalam dalam Alawiyah, 2011), mengatakan menyontek akademik biasanya marak menjelang ujian akhir (cheating) adalah perbuatan yang menggunakan atau ketika musim ujian tiba, misalnya saja di cara-cara yang tidak sah untuk tujuan yang Medan. Saat ujian nasional tingkat SMP sah/terhormat yaitu mendapatkan keberhasilan berlangsung, sebagian peserta ujian didapati akademis atau menghindari kegagalan akademis. menyontek saat ujian berlangsung Perilaku menyontek dapat dilakukan dalam berbagai (Metrotvnews.com). Pada tahun 2013, 60 bentuk seperti: menjiplak, menulis contekan di meja mahasiswa Universitas Harvard didapati menyontek atau di telapak tangan, menulis di sobekan kertas saat ujian akhir. Mahasiswa yang didapati yang di sembunyikan di lipatan baju, bisa juga menyontek diberikan sangsi skorsing dengan melihat di buku pedoman atau buku catatan (news.detik.com). Berbagai macam cara dilakukan sewaktu ujian (Mulyana dalam Alawiyah, 2011). institusi pendidikan untuk menerapkan cara agar Kecurangan dalam ujian telah terjadi sejak peserta didik tidak melakukan perilaku menyontek,

Recently converted files (publicly available):