• Document: Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta
  • Size: 235.85 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 10:05:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 11 ISSN 2354-614X Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta Hanafi Pontoh, Jamaludin, dan Hasdin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SD Inpres Salabenda?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial melalui penerapan model pembelajaran Jigsaw pada Siswa di kelas V SD Inpres Salabenda. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada desain penelitian model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dua siklus penelitian ini direncanakan empat tahap yakni: (1) Perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan (3) observasi (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres Salabenda berjumlah siswa 38 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui lembar observasi guru dan siswa serta tes hasil belajar siswa. Hasil ketuntasan pada tes awal yaitu hanya 18 siswa dari 38 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dengan persentase nilai rata-rata kelas 52,63% dengan ketuntasan belajar klasikal 47,36% serta daya serap klasikal 64,86%. Peningkatan hasil belajar siklus I yaitu dari 38 siswa hanya 25 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dengan persentase nilai rata-rata 67% dengan ketuntasan belajar klasikal 65,79% serta daya serap klasikal 67,11%. Pada siklus II mengalami peningkatan dari 38 siswa diperoleh 33 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase nilai rata-rata 73,82% dengan ketuntasan belajar klasikal 86,84% dan daya serap klasikal sebesar 73,8%. Berdasarkan data di atas, maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta. Saran peneliti, yaitu (1) Agar pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat diterapkan di SD Inpres Salabenda. (2) Bagi calon guru maupun guru-guru tetap agar bisa mengembangkan kreatifitas mengajar dalam menerapakan model-model pembelajaran yang baru dan bervariasi sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil Belajar, Pembelajaran IPS. I. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan yang mendasar dan memegang peranan yang sangat srategis dan vital untuk menjamin kelangsungan hidup dalam bernegara dan berbangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai kemajuan yang 200 Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 11 ISSN 2354-614X dicita-citakan suatu negara harus selalu berusaha dalam meningkatkan mutu pendidikannya. Mutu pendidikan di Indonesia dewasa ini belum menunjukkan hasil yang mengembirakan. Pendidikan Nasional dewasa ini sedang dihadapkan pada empat kritis pokok, yang berkaitan dengan kuantitas, relevansi atau evisiensi eksternal, elitism, dan manajemen. Lebih lanjut Mulyasa (2002: 4), mengemukakan masih ada beberapa masalah pokok dalam sistem Pendidikan Nasional yaitu: (1) menurunnya akhlak dan moral peserta didikan, (2) pemerataan kesempatan belajar, (3) masih rendahnya efisien internal system pendidikan, (4) status kelembagaan, (5) manajemen pendidikan yang tidak sejalan dengan pembangunan nasional dan (6) sumber daya yang belum profesional. Menurunnya motivasi pembelajaran disebabkan ketidaktepatan guru dalam memilih metode mengajar yang didukung oleh paradigm yang berakar pada pembelajaran konvensional yang sudah mendarah daging dengan menggunakan metode pengajaran klasikal dengan andalan ceramah tanpa pernah sekalipun diselingi inovasi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang dapat membawa siswa dalam keterlibatan total. Berdasarkan pengamatan penulis dalam kegiatan pelaksanaan proses belajar yang dilaksanakan di SD Inpres Salabenda pada siswa kelas V, khususnya pada mata pelajaran IPS terlihat bahwa guru cenderung menggunakan metode konvensional (berpusat pada guru) pada setiap pembelajaran yang dilakukan tanpa melibatkan siswa secara keseluruhan, guru hanya memberikan menjelaskan pokok materi pembelajaran dan memberi tugas-tugas rumah pada siswa sehingga siswa belum memahami dengan baik kompetensi materi pelajaran IPS. Hal tersebut menyebabkan kurangnya keaktifan siswa untuk belajar dan akibatnya berdampak pada hasil belajar siswa

Recently converted files (publicly available):