• Document: BAB V PENUTUP. 1. Variabel kemampuan auditor mendeteksi kecurangan pada kasus red flags. signifikan dengan variabel skeptisisme profesional auditor.
  • Size: 1.74 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:46:40
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

80 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Terdapat empat kasus yang digunakan untuk melihat pengaruh skeptisisme profesional auditor terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Dari hasil analisis dan pembahasan data yang diperoleh dari responden, simpulan dari penelitian ini adalah: 1. Variabel kemampuan auditor mendeteksi kecurangan pada kasus red flags pada aset tetap (F1) dan red flags pada pendapatan (F2 dan F4) tidak signifikan dengan variabel skeptisisme profesional auditor. 2. Pada kasus red flags pencatatan aset tidak memadai (F3), skeptisisme profesional auditor berpengaruh negatif terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan (p-value=0,029). 3. Dari empat kasus red flags yang digunakan untuk mengukur kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, aspek skeptisisme profesional auditor pada red flags pada aset tetap (F1) memiliki tingkat signifikansi paling banyak. Hal ini terjadi pada dimensi suspension of judgment, self- determination, interpersonal understanding dan questioning mind. 4. Dilihat dari aspek skeptisisme profesional yang signifikan, aspek self- determining selalu mempengaruhi variabel kemampuan auditor mendeteksi kecurangan (F1-F4) pada tingkat signifikansi yang berbeda- beda. 80 81 5.2 Implikasi Penelitian Aspek skeptisisme profesional auditor yang muncul pada kasus red flags pada aset tetap (F1) memiliki tingkat signifikansi paling banyak. Dalam upaya meningkatkan skeptisisme profesional, auditor dapat melatih pada kasus red flags aset tetap (F1). Hal ini dilakukan agar auditor memiliki kemampuan pemahaman sumber diperolehnya bukti audit, pola pikir yang selalu bertanya-tanya dalam pengumpulan bukti dan determinasi diri dalam mengolah bukti yang diperoleh. Selanjutnya auditor dapat melatih pada kasus pencatatan aset tidak memadai (F3) dan red flags pada pendapatan (F2 dan F4). 5.3 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki kekurangan karena keterbatasan waktu dan biaya, diantaranya: 1. Responden penelitian ini hanya auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga tidak dapat mengeneralisasi hasil penelitian. 2. Tidak membedakan antara auditor senior dan auditor junior sehingga ada dugaan bias responden. 3. Tidak adanya interaksi langsung dengan responden sehingga tidak bisa memberi penjelasan yang lengkap terkait substansi kuesioner. 4. Kuesioner untuk variabel kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan masih belum lengkap. 5. Kuesioner disebarkan saat auditor BPK sibuk melaksanakan pemeriksaan. 82 6. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner menyebabkan data yang dihasilkan bias, dan ada beberapa butir pernyataan skeptisisme profesional auditor yang dibuang karena nilai MSA <0,5. 7. Pada kasus red flags pada pendapatan (F4), peneliti mengubah angka untuk melihat kecermatan auditor namun ternyata auditor tidak cermat dalam pengisian kuesioner. 5.4 Saran Untuk Penelitian Selanjutnya Menyadari keterbatasan penelitian ini, untuk penelitian berikutnya disarankan untuk memperluas jangkauan responden sehingga dapat mengeneralisasi hasil penelitian. Selain itu, sebaiknya penelitian selanjutnya tidak melibatkan auditor junior sebagai responden. Penggunaan kuesioner untuk variabel kemampuan auditor mendeteksi kecurangan juga dapat dibuat lebih detail sehingga skeptisisme profesional auditor dapat terukur dengan baik. Jika peneliti ingin memodifikasi kuesioner, harap mempertimbangkan situasi audit yang dihadapi auditor. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, penelitian selanjutnya dapat menggunakan teknik wawancara agar dapat menyaring responden sesuai yang dibutuhkan dan peneliti dapat mengurangi kemungkinan jawaban yang bias. 83 DAFTAR PUSTAKA ACFE. (2016). Report To The Nation On Occupational Fraud and Abuse. Global Fraud Study Agung Rai, I Gusti. (2010). Audit Kinerja Pada Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat Anggriawan E.F. (2014). Pengaruh Pengalaman Kerja, Skeptisme Profesional dan Tekanan Waktu terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Fraud (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di DIY). Jurnal Nomina/ Volume III Nomor 2/ Tahun 2014 Boynton, William C., Johnson, Raymond N. da

Recently converted files (publicly available):