• Document: Perencanaan Pengembangan Apron Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya
  • Size: 958.33 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 08:51:24
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 Perencanaan Pengembangan Apron Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Rifdia Arisandi, dan Ir. Hera Widiyastuti, MT., Ph.D. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: hera@ce.its.ac.id Abstrak— Apron merupakan salah satu komponen utama dilakukan studi yang mengkaji tentang apron Bandar Udara dalam sistem bandar udara. Kinerja apron ini perlu dievaluasi Internasional Juanda dengan forecasting hingga 2022. secara berkala seiring dengan pertambahan jumlah masyarakat Dari hasil forecasting yang dilakukan dalam studi yang yang menggunakan pesawat terbang sebagai salah satu moda telah dilakukan sebelumnya, didapatkan data untuk tahun transportasi. Apron yang tersedia harus dapat melayani kebutuhan gate pesawat agar tidak terjadi kejenuhan yang mana 2013 sebesar 3.826.028 penumpang, 22.989.652 kg bagasi, dapat mengakibatkan keterlambatan pesawat. Kemampuan 43.648.074 kg kargo, dan 3.333.421 kg pos [1]. Namun apron untuk melayani kebutuhan gate pesawat berkaitan pula berdasarkan hasil rekap data dari pihak Angkasa Pura I dengan fasilitas sisi udara yang lain yaitu runway dan exit sebagai operator Bandar Udara Internasional Juanda, taxiway. Sehingga perlu dianalisis pula untuk pengembangan didapatkan data 10.777.5250 penumpang, 94.694.031 kg runway dan exit taxiway. bagasi, 77.955.110 kg kargo, dan 1.464.052 kg pos [2]. Dari Dengan data pergerakan pesawat yang didapat, dilakukan sini dapat dilihat bahwa terdapat ketidaksesuaian antara perhitungan forecasting peak hour rencana di Tahun 2022. forecasting yang telah dilakukan dengan kondisi yang terjadi Setelah itu dilakukan perhitungan desain, dimensi, dan perkerasan untuk apron, runway, dan exit taxiway. Seluruh di lapangan. Perbedaan nilai dari dua data tersebut cukup perhitungan berdasarkan metode dari Federal Avioation jauh. Diperlukan perhitungan yang lebih bak lagi sehingga Association (FAA). Dalam perhitungan perkerasannya, untuk dapat menghasilkan hasil forecasting yang lebih akurat pula, apron digunakan metode Rigid Pavement sedangkan untuk yang mana hasil tersebut akan digunakan dalam melakukan runway dan taxiway digunakan metode Flexible Pavement. desain pengembangan apron. Dari hasil perhitungan, didapatkan peak hour rencana di Selain itu, peranan apron sebagai tempat parkir Tahun 2022 sebesar 51 pergerakan. Pengembangan apron yang pesawat sangatlah penting. Kapasitas apron harus dapat perlu dilakukan adalah penambahan jumlah gate position melayani seluruh pesawat yang datang, apabila pesawat menjadi 39 buah, dengan luas apron rencana 1691,36 × meter 124 meter. Perkerasan apron menggunakan tebal slab 43 cm tidak dapat dilayani maka akan terjadi penumpukan. Hal ini dan tebal subbase 16 cm. Penulangan slab beton menggunakan akan mengakibatkan keterlambatan jadwal penerbangan dan tulangan 8D19-12, serta dowel dengan panjang 51 cm dan spasi menurunkan tingkat pelayanan bandara. Pada saat ini arah longitudinal dan transversal 46 cm. kapasitas apron Bandara Juanda adalah 27, namun di Pengembangan fasilitas sisi udara meliputi pula beberapa kondisi peak hour terjadi penumpukan pesawat di pengembangan runway dan exit taxiway. Didapatkan dimensi apron akibat kejenuhan kapasitas apron. Contohnya pada rencana runway adalah 3925 meter × 45 meter. Untuk tanggal 12 dan 14 Oktober 2011, pesawat yang perkerasannya, runway dan exit taxiway menggunakan tebal menggunakan apron sebanyak 29 buah [3]. perkerasan total 115 cm. Sedangkan untuk exit taxiway direncanakan penambahan jumlah exit taxiway menjadi 6 buah. Maka dapat kita simpulkan perlu dilakukan evaluasi Terdapat empat exit taxiway 30⁰ dan dua exit taxiway 90⁰ di mengenai kinerja penggunaan apron dan kemungkinan setiap ujung runway. kinerjanya selama beberapa tahun mendatang agar bisa didapat suatu solusi yang tepat untuk mengatasi peningkatan Kata kunci: Bandar Udara Internasional Juanda, kebutuhan pesawat. Forecasting, Peak-Hour rencana, Pesawat rencana. II. METODOLOGI I. P

Recently converted files (publicly available):