• Document: BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah Singkat dan Landasan Hukum Rumah Sakit Jiwa Grogol
  • Size: 358.23 KB
  • Uploaded: 2018-10-13 07:55:46
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah Singkat dan Landasan Hukum Usaha kesehatan jiwa di Jakarta sudah dimulai sejak jaman Penjajahan Hindia Belanda pada tahun 1824, yaitu dengan mengadakan penampungan 100 orang pasien gangguan mental di salah satu Rumah Sakit milik Persatuan Orang Cina di Indonesia (POCI), dan tahun 1923 pasien-pasien tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa di daerah Grogol yang baru dibuka oleh Pemerintah Hindia Belanda Berdasarkan Keputusan Kerajaan Belanda (Koninklijkbesluit) tertanggal 30 Desember 1865 No. 100 dan berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal (Gouverneur General) tertanggal 14 April 1867 yang pembangunannya dimulai tahun 1876. Pada tahun 1923 Rumah Sakit Jiwa ini diberi nama Rumah Sakit Jiwa Grogol tetapi tidak melayani pasien secara langsung (tertutup) dari masyarakat, Rumah Sakit Jiwa ini hanya menerima pasien dari Kejaksaan, Kepolisian, Pamong Praja dan Instansi Pemerintah lainnya atas dasar ada indikasi gangguan berat. Untuk menghilangkan stigma masyarakat, nama RS Jiwa Grogol dirubah dengan nama Rumah Sakit Jiwa Jakarta pada tahun 1973. Dan pada tahun 1993 menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta, dan dirubah lagi namanya menjadi “Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta” pada tahun 2003. Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta adalah merupakan Rumah Sakit Jiwa vertikal, keberadaannya dibawah Kementerian Kesehatan dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Merupakan rumah sakit khusus tipe A yang mempunyai tugas dan fungsi serta tujuan untuk melaksanakan upaya kesehatan jiwa secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengupayakan pelayanan kesehatan jiwa pencegahan (preventif), pelayanan kesehatan jiwa pemulihan (kuratif) dan pelayanan kesehatan jiwa rehabilitasi (rehabilitatif), melaksanakan usaha pelayanan kesehatan jiwa masyarakat. Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta mempunyai luas tanah 64.850 m2 mencakup Luas Bangunan 15.247 m2 dan Taman dengan Jalan Aspal 13.452 m2, mempunyai kapasitas tempat tidur sebanyak 300 tempat tidur dengan kelas VIP sebanyak 6 tt, kelas I sebanyak 14 tt, kelas II sebanyak 32 tt dan kelas III sebanyak 248 tt. BOR Rumah Sakit per Agustus 2012 sebesar 61% yang mana lebih dari 80% adalah pasien miskin. Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta sebagai Instansi Pemerintah dan sudah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan layanan Umum (PPK BLU) yang ditetapkan melalui Keputusan Kementerian Keuangan RI. Nomor 277/KMK.05/2007 maka diikuti oleh adanya perubahan Struktur Organisasi berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 252/Menkes/Per/III/2008. Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta saat ini sedang mempersiapkan akreditasi RS Pendidikan dan sudah menyelenggarakan pendidikan, dan bekerja sama dengan 3 Institusi Kedokteran, 45 Institusi Keperawatan dan 2 Institusi Psikologi dan 1 Institusi Rehabilitasi Medik. 2. Karakteristik Bisnis Badan Layanan Umum Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta yang telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta memiliki berbagai jenis layanan konsultasi Jiwa dan Non Jiwa. Dan untuk meningkatkan pelayanan maka perlu adanya unggulan-unggulan pelayanan dalam rangka mengantisipasi dan menghadapi persaingan yang berskala nasional dan internasional. Sesuai dengan Renstra, upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta dalam menghadapi persaingan global tersebut telah ditetapkan beberapa unit pelayanan sebagai unggulan pelayanan antara lain : a. Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja. b. Pelayanan Psikiatri Keliling untuk Kesehatan Jiwa Masyarakat. c. Medical Check Up Kesehatan Jiwa. d. Pelayanan NAPZA. 3. Maksud dan Tujuan Badan Layanan Umum Untuk percepatan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan : a. Tercapainya pelayanan prima dan kepuasan pelanggan sesuai dengan SPM. b. Tercapainya penyediaan layanan kesehatan jiwa perkotaan. c. Tercapainya target pendapatan rumah sakit. d. Tersedianya sumber daya manusia bidang kesehatan yang professional. e. Terciptanya peningkatan kesejahteraan pegawai. f. Terakreditasi dan menjadi Rumah Sakit Pendidikan. g. Terlaksananya kegiatan Penelitian dan Pengembangan. 4. Kegiatan Badan Layanan Umum. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam perencanaan kinerja Tahun anggaran 2013: a. Langkah Bidang Pelayanan Medik Dan Keperawatan 1) Perluasan cakupan layanan ke masyarakat diluar Provinsi DKI Jakarta 2) Meningkatkan promosi dan kerjasama dengan Puskesmas se DKI Jakarta 3) Mengoptimalkan pelayanan kesehatan jiwa Anak dan Remaja 4) Mengopt

Recently converted files (publicly available):