• Document: PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI AKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN SEKAM PADI (Oryza sativa)
  • Size: 333.55 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:09:54
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Teknik Kimia USU, Vol. 3, No. 2 (Juni 2014) PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI AKTIVATOR DALAM PROSES PENGOMPOSAN SEKAM PADI (Oryza sativa) Irvan, Permata Mhardela, Bambang Trisakti Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater Kampus USU, Medan 20155, Indonesia Email :i_v_a_n_mz@yahoo.com Abstrak Proses pengomposan sekam padi (oryza sativa) dengan menambahkan berbagai aktivator telah dilakukan di Pusdiklat LPPM, Universitas Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh variasi pemberian slurry dan bakteri (ragi dan EM4) terhadap hasil pengomposan sekam padi. Adapun parameter yang diamati yaitu perubahan suhu, kandungan air, rasio C/N dan perubahan pH. Pada hasil akhir pengomposan menunjukkan bahwa dengan penambahan slurry, ragi dan EM4 dapat menurunkan suhu dan rasio C/N, dan dengan penambahan ragi dan 2 liter slurry dapat mempercepat proses dekomposisi kompos. Kata kunci: sekam padi, pengomposan, EM4, slurry Abstract Composting process of rice husk (Oryza sativa) by adding various activators have been carried out in LPPM Training Center, University of Sumatera Utara. The purpose of this study was to compare the effect of variation of slurry and bacteria (yeast and EM4) on rice husk composting results. The parameters observed were changes in temperature, water content, C/N ratio, and pH. At the end of the composting results showed that the addition of slurry, yeast and EM4 can lower the temperature and C / N ratio, and with the addition of yeast and 2 liters of slurry can speed up the process of decomposition of compost. Keywords : rice hulk, composting, EM4, slurry Pendahuluan sehingga dapat dilihat perbandingan dari kualitas Sekam padi dikategorikan sebagai biomassa kompos yang dihasilkan [6]. yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan Permasalahan pokok yang akan dijawab dalam seperti bahan baku industri, pakan ternak dan energi penelitian ini adalah mampukah aktivator yang atau bahan bakar. Selama ini, sekam padi merupakan digunakan (slurry, ragi dan EM4) mempercepat bahan buangan yang biasanya hanya dibakar. Namun proses pematangan kompos dari sekam padi. praktek semacam ini menyebabkan timbulnya persoalan pencemaran udara [1]. Teori Peningkatan produksi komoditas padi setiap Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak tahunnya secara langsung meningkatkan jumlah lengkap dari campuran bahan-bahan organik. sekam padi. Pada tahun 2008 produktivitas padi Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mencapai 60.279.897 ton. Dengan demikian produksi mengalami penguraian secara biologis, khususnya sekam padi sebesar 20-30% dari proses penggilingan oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan padi dapat mencapai 12.055.979 hingga 18.083.969 organik sebagai sumber energi [5]. ton [4]. Sekam padi dengan jumlah yang besar Proses pengomposan tergantung pada : tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. a. Karakteristik bahan yang dikomposkan Salah satu upaya untuk membantu mengatasi b. Aktivator pengomposan yang dipergunakan permasalahan limbah pertanian adalah melakukan c. Metode pengomposan yang dilakukan [7] upaya daur ulang dengan penekanan pada proses Slurry adalah residu dari input yang keluar dari pengomposan. Kelebihan lain dari pengolahan limbah lubang pengeluaran setelah mengalami proses menjadi kompos adalah aman bagi produk dan lahan fermentasi oleh bakteri metana dalam kondisi pertanian, kompos dapat dibuat sendiri oleh anaerobik di dalam digester pada proses pembuatan masyarakarat luas dengan bahan baku yang cukup biogas dari limbah bahan organik. Bahan organik sederhana dan mudah dijumpai serta proses dikonversi menjadi biogas 50 - 60%, yang tersisa pembuatannya yang tidak terlalu rumit [13]. adalah lumpur. Slurry mengalami penurunan COD Berbagai upaya dapat dilakukan untuk sebesar 90% dari kondisi bahan awal dan mempercepat proses pengomposan dengan melakukan perbandingan BOD/COD Slurry sebesar 0,37. Nilai berbagai perlakuan dalam pengomposan yaitu ini lebih kecil dari perbandingan BOD/COD limbah penambahan slurry, pembalikan dan penambahan cair sebesar 0,5. Slurry juga mengandung lebih sedikit aktivator dengan mikroorganisme yang berbeda

Recently converted files (publicly available):