• Document: GARAP KENDHANGAN GENDING PATALON LAMBANGSARI LARAS SLENDRO PATET MANYURA VERSI KARAWITAN NGRIPTO LARAS
  • Size: 1.02 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:15:09
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

GARAP KENDHANGAN GENDING PATALON LAMBANGSARI LARAS SLENDRO PATET MANYURA VERSI KARAWITAN NGRIPTO LARAS Luqman Seno Aji Prihantoro1 Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Abstrak Patalon merupakan serangkaian gending yang disajikan sebelum pertunjukan wayang kulit dimulai. Salah satu gending yang digunakan dalam penyajian patalon adalah gending Lambangsari laras slendro patet manyura. Setiap penyajian gending patalon tersebut terdapat berbagai garap, tergantung paguyuban karawitan dalam menyajikan suatu gending. Dalam penyajian gending Lambangsari versi Karawitan Ngripto Laras terdapat spesifikasi garap dengan ricikan kendhang sebagai pemimpin dan pemberi warna pada sajian. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur penyajian, pola kendhangan, spesifikasi garap, dan faktor yang menjadi latar belakang penggarapan gending patalon Lambangsari versi Karawitan Ngripto Laras. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan musikal yang menekankan pada analisis secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat fenomena objek yang ada di lapangan. Penelitian ini menunjukkan, bahwa penyajian gending Lambangsari versi Karawitan Ngripto Laras, peran kendhang sangat dominan dimana memiliki peran sebagai pamurba irama dengan memberikan dinamika dan penekanan dalam setiap bagian penyajian terutama pada sajian yang menjadi spesifikasi garap yang menjadi ciri khas Karawitan Ngripto Laras. Kata kunci: Lambangsari, garap kendhangan, Karawitan Ngripto Laras. Pendahuluan Patalon adalah gending yang disajikan sebagai tanda bahwa pertunjukan wayang kulit akan segera dimulai. Patalon berasal dari kata dasar talu yang berarti pembukaan, pendahuluan atau rawit (praleudium) yang diiringi lagu atau gending tertentu yang diperdengarkan semalam suntuk, silih berganti sebagai pengantar pertunjukan wayang kulit.(Seno Sastroamidjojo, 1964: 179) Sajian talu (patalon) ini memiliki fungsi musikal yang penting dalam pertunjukan wayang kulit, selain untuk mengundang para penikmat dan apresiator wayang, juga sebagai pembentuk suasana. Dalam penyajian patalon gaya Surakarta, unsur yang menjadi ciri khas dari penyajian gending patalon adalah penggunaan ricikan 1 Alamat korespondensi: Jurusan Karawitan, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis km. 6,5 Sewon, Bantul, DIY. 1 UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta 2 kendhang sabet atau kosek, kecer, dan penyajian laya yang lebih seseg dibanding laya dalam penyajian klenengan. Pada umumnya, sajian gending patalon selalu diawali dengan sebuah bentuk gending ageng, beberapa gending ageng yang disajikan dalam patalon gaya Surakarta antara lain Gending Cucur Bawuk kethuk 2 kerep minggah Pareanom kethuk 4, Gending Lobong kethuk 2 kerep minggah 4, Gending Lambangsari kethuk 4 kerep minggah 8, dan Gending Widosari kethuk 2 kerep minggah 4. Jika disajikan secara utuh, gending patalon terdiri dari rangkaian komposisi yang disusun atas beberapa gending yang berlainan bentuk dan struktur. Rangkaian komposisi gending patalon yang umum disajikan adalah bentuk gending yang disusun secara berurutan dari pola gending ageng, pola ladrang, pola ketawang, pola ayak-ayakan, pola srepegan dilanjutkan pola sampak dan suwuk. Penyajian gending patalon tersebut terdapat berbagai garap, tergantung paguyuban karawitan dalam menyajikan suatu gending. Dalam menggarap suatu gending, setiap paguyuban memiliki ciri khas atau gaya musikal dalam menyajikan suatu gending. Gending patalon gaya Surakarta yang dibahas adalah Gending Lambangsari kethuk 4 kerep minggah 8 laras slendro patet manyura versi Karawitan Ngripto Laras dan membatasi permasalahan pada bagian gending ageng saja. Penulis memfokuskan penelitian pada garap kendhangan. Adapun alasannya karena dalam penyajian gending patalon Lambangsari versi Karawitan Ngripto Laras, kendhang memiliki peran yang dominan sebagai pamurba irama artinya pemimpin jalannya gending dan kendhang adalah satu-satunya ricikan yang mampu memberikan warna sajian garap dari Karaw

Recently converted files (publicly available):