• Document: PENCAMPURAN SERBUK SARI DALAM PRODUKSI BENIH TOMAT
  • Size: 1.83 MB
  • Uploaded: 2019-02-13 22:58:01
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENCA AMPURA AN SERBU UK SARII DALAM M PRODU UKSI BEN NIH TO OMAT (Soolanum lyycopersicu um) DAN N CABAI R RAWIT ( (Capsicum m annuum m L) HIBR RIDA YENI RAHEL NAIBAH HO A24080 0045 DE EPARTEM MEN AGR RONOMII DAN HO ORTIKU ULTURA FAKU ULTAS PE ERTANIA AN IN NSTITUT T PERTA ANIAN BO OGOR 2013 3     RINGKASAN YENI RAHEL NAIBAHO. Pencampuran Serbuk sari Dalam Produksi Benih Tomat (Solanum lycopersicum) dan Cabai Rawit (Capsicum annuum L) Hibrida (Dibimbing oleh ENDAH RETNO PALUPI dan KARYADI WANAFIAH ) Produksi tanaman dapat ditingkatkan dengan penggunaan benih hibrida. Produksi benih hibrida dilakukan dengan menyilangkan dua tetua. Materi tetua jantan dalam bentuk sediaan serbuk sari bermanfaat dalam pengamanan plasma nutfah dan efisiensi lahan penangkar. Efektivitas penggunaan serbuk sari menjadi hal yang penting dalam produksi benih hibrida. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan serbuk sari adalah dengan menggunakan bahan pencampur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh rasio serbuk sari dengan bahan campurannya terhadap persentase pembentukan buah, pembentukan biji serta mutu benih tomat (Solanum lycopersicum) dan cabai rawit (Capsicum annuum L) hibrida. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Production Farm dan Laboratorium PT East West Seed Indonesia, Jember, Jawa Timur pada bulan Maret sampai Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor yaitu dua taraf daya berkecambah (DB) serbuk sari DB 1 (DB rendah < 8%), DB 2 (DB tinggi 9-15%); 4 taraf rasio yaitu R1 (serbuk sari murni), R2 (4:1: 4/5 bagian serbuk sari murni : 1/5 bagian bahan pencampur), R3 (2:1: 2/3 bagian serbuk sari murni : 1/3 bagian bahan pencampur) dan R4 (1:1: ½ bagian serbuk sari murni : ½ bagian bahan pencampur); dengan 2 bahan pencampur yakni talk dan serbuk sari tanaman lain (serbuk sari tomat yang telah mati sebagai bahan pencampur untuk serbuk sari cabai; sebaliknya serbuk sari cabai yang telah mati sebagai bahan pencampur untuk serbuk sari tomat). Serbuk sari murni yang digunakan pada percobaan ini adalah serbuk sari yang sebelumnya sudah disimpan didalam ruang penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya berkecambah serbuk sari mempengaruhi hasil biji, tetapi tidak mempengaruhi pembentukan buah dan mutu benih. Serbuk sari dengan daya berkecambah yang tinggi (9-15%) menghasilkan biji tomat yang lebih tinggi sebanyak 53 butir/buah dari pada serbuk sari dengan     daya berkecambah rendah (<8%) sebanyak 39 butir/buah. Serbuk sari dengan daya berkecambah yang tinggi (9-15%) menghasilkan biji cabai rawit yang lebih tinggi sebanyak 72 butir/buah dari pada serbuk sari dengan daya berkecambah rendah (<8%) sebanyak 63 butir/buah. Rasio serbuk sari dengan bahan pencampur mempengaruhi hasil biji, tetapi tidak berpengaruh terhadap pembentukan buah dan mutu benih. Serbuk sari murni dan rasio 4:1 menghasilkan biji tomat per buah yang tidak berbeda nyata. Rasio 2:1 dan 1:1 dapat menurunkan produksi biji tomat per buah. Serbuk sari murni dan rasio 4:1, 2:1 dan 1:1 menghasilkan biji cabai rawit per buah yang tidak berbeda nyata. Rasio 1:1 menghasilkan biji cabai rawit terendah. Bahan pencampur yang digunakan untuk tomat yakni talk dan serbuk sari cabai tidak mempengaruhi persentase pembentukan buah, hasil biji dan mutu benih yang terbentuk. Bahan pencampur yang digunakan untuk cabai rawit yakni talk dan serbuk sari tomat tidak mempengaruhi persentase pembentukan buah, hasil biji dan mutu benih yang terbentuk.     PENCAMPURAN SERBUK SARI DALAM PRODUKSI BENIH TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN CABAI RAWIT (Capsicum annuum L) HIBRIDA Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor YENI RAHEL NAIBAHO A24080045

Recently converted files (publicly available):