• Document: HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Sifat fisik. mikroorganisme karena suhu merupakan salah satu indikator dalam mengurai
  • Size: 456.31 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:49:56
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sifat fisik 1. Suhu kompos Pengamatan suhu dilakukan untuk mengetahui perubahan aktivitas mikroorganisme karena suhu merupakan salah satu indikator dalam mengurai bahan organik. Menurut Miller (1991), suhu merupakan penentu dalam aktivitas pengomposan. Menurut Heny Alpandari (2015), proses pengomposan akan berjalan dalam empat fase, yaitu fase mesofilik, termofilik, pendinginan dan pematangan. Namun secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Pada awal proses dekomposisi, oksigen dan senyawa yang mudah terdegradasi akan dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik sehingga suhu tumpukan kompos akan meningkat cepat. Mikrobia yang aktif pada fase ini adalah mikrobia termofilik, yaitu mikrobia yang aktif pada suhu tinggi. Pada kondisi ini terjadi dekomposisi atau penguraian bahan organik yang sangat aktif, karena mikroba dalam kompos menggunakan oksigen dan menguraikan bahan organik menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah semua bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan kompleks liat humus (Isroi, M. 2007). 23 24 Hasil sidik ragam terhadap pengamatan suhu kompos pada hari ke - 30 menunjukkan bahwa jenis aktivator memberikan pengaruh yang berbeda nyata (Lampiran 1). Hasil Uji Jarak Ganda Duncan terhadap pengamatan suhu kompos disajikan dalam Tabel 3. Tabel 3. Rata-Rata Suhu Kompos Hari ke- 30 Perlakuan Suhu 0C EM4 31,89 bc Pupuk Kandang sapi 34,00 a Kompos Jerami padi 32,55 bc Urea 32,78 ab Tanpa Aktivator 31,22 c Keterangan: Angka yang di ikuti huruf yang sama pada tabel menunjukkan tidak ada beda nyata berdasarkan uji DMRT pada taraf kesalahan α = 5%. Tabel 3 menunjukkan bahwa suhu tertinggi kompos pelepah daun salak hari ke-30 pada jenis aktivator pupuk kandang sapi dibanding tanpa aktivator. Hal ini diduga proses pendinginan dan pematangan pada jenis aktivator Pupuk Kandang Sapi terjadi lebih lambat dari jenis aktivator lainnya karena jenis aktivator Pupuk Kandang Sapi merupakan pupuk dingin yang proses penguraiannya lambat dalam tanah sehingga kinerja mikroorganisme menjadi lambat dalam pengkomposan pelepah daun salak maupun dalam mengurai pupuk kandang sapi sebagai aktivator. Sedangkan perlakuan tanpa aktivator memiliki suhu terendah dari semua perlakuan yang diaplikasikan. Hal ini disebabkan karena penambahan mikroorganisme sebagai pengurai pelepah daun salak kurang efektif sehingga ketersediaan mikroorganisme pada pelepah daun salak sudah mampu mendekomposisi pelepah daun salak yang menyebabkan suhu kompos umur 25 30 hari pada perlakuan jenis aktivator yang diaplikasikan lebih tinggi dari perlakuan tanpa aktivator. Menurut Isro (2007), panas pada kompos ini terjadi karena mikroba mulai aktif memanfaatkan oksigen dan mulai mengurai bahan organik menjadi gas CO2, uap air dan panas. Setelah semua bahan terurai maka suhu akan berangsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut yaitu pembentukan kompleks liat humus. Perubahan suhu kompos setiap perlakuan selama 30 hari disajikan dalam Gambar 1. 45,0 40,0 35,0 30,0 A1 suhu OC 25,0 A2 20,0 A3 15,0 A4 10,0 A5 5,0 0,0 0 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 hari ke Gambar 1. Perubahan Suhu selama 30 hari Keterangan: A1 : EM4 A2 : Pupuk Kandang sapi A3 : Kompos Jerami A4 : Urea A5 : Tanpa Aktivator Berdasarkan Gambar 1 hubungan antara hari pengamatan dengan suhu kompos menunjukkan bahwa suhu tetinggi terjadi pada hari ke 3 untuk semua perlakuan, mulai dari perlakuan dengan aktivator EM4 sampai tanpa aktivator. Tingkat naiknya suhu berbeda-beda pada tiap perlakuan. Adanya aktivator akan menjadikan mikroorganisme yang ada dalam kompos menjadi lebih 26 aktif. Aktivitas yang tinggi itulah yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan suh

Recently converted files (publicly available):