• Document: IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL
  • Size: 354.92 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 10:17:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

www.pelatihan-osn.com Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL Sebagian besar unsur di alam tidak pernah dijumpai dalam atom bebas (kecuali gas mulia), namun dalam bentuk berikatan dengan atom yang sejenis maupun atom-atom yang lain. Tujuan utama pembentukan ikatan adalah untuk meningkatkan kestabilan atom tersebut dalam molekul atau senyawa. Kestabilan tersebut tercapai umumnya jika konfigurasi elektronnya menyerupai gas mulia I. Jenis Ikatan Kimia a. Ikatan kovalen Ikatan kovalen terbentuk dari penggunaan elektron bersama antara dua atom yang berikatan. Umumnya ikatan kovalen terjadi jika perbedaan keelektronegatifan antar atom yang berikatan tidak terlalu besar (kurang dari 1,2 ), yaitu antara nonlogam dengan nonlogam. Sifat senyawa kovalen :  Umumnya tia Berdasarkan asal pasangan elektronnya, ikatan kovalen dapat dibedakan menjadi dua :  Ikatan kovalen murni Jika pasangan elektron berasal dari kedua atom yang berikatan (masing-masing menyumbang 1 e). Misal Cl2, H2O, da O2  Ikatan kovalen koordinasi/datif Jika pasangan elektron berasal dari salah satu atom saja (salah satu atom menyumbang 2 e, atom yang lain hanya menerima saja). Ikatan koordinasi umumnya terjadi jika salah satu atom atau molekul telah octet dan masih memiliki pasangan elektron bebas sedangkan ada atom atau molekul lain yang belum octet atau duplet dan membutuhkan 2 e lagi. Misal [NH4]+ dan BF3NH3 Contoh : Pembentukan ikatan kovalen antara H dengan O pada H2O. Hidrogen memiliki 1 e valensi sehingga membutuhkan satu elektron lagi agar memiliki konfigurasi elektron seperti He (gas mulia) Oksigen memiliki 6 elektron valensi ([Ne]3s2 3p4) sehingga apabila membutuhkan dua elektron lagi maka jumlah elektron valensinya menjadi 8 yaitu sama dengan Ar (gas mulia). By : Khabib Khumaini www.pelatihan-osn.com Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains   2 H + O  H OH   H butuh 1 e O butuh 2 e H memiliki 2e (duplet) dan O udah oktet (8e) Ikatan kovalen umumnya dinyatakan dalam bentuk notasi lewis yaitu menggunakan notasi dot-cross (titik-silang) untuk menyatakan elektron dan ikatan.  HOH dinyatakan H OH  Notasi lewis juga dapat dinyatakan dengan lebih sederhana menggunakan garis yang melambangkan satu pasangan elektron Pembentukan ikatan kovalen antara C dengan O pada CO2. Karbon memiliki 4 e valensi sehingga membutuhkan empat elektron ([He]2s2 2p2) lagi agar memiliki konfigurasi elektron seperti Ne (gas mulia) Oksigen memiliki 6 elektron valensi ([Ne]3s2 3p4) sehingga apabila membutuhkan dua elektron lagi maka jumlah elektron valensinya menjadi 8 yaitu sama dengan Ar (gas mulia).    :C: + 2 O xx  O xx : C: xx O atau O=C=O    C butuh 4 e O butuh 2 e C dan O sudah oktet (8e) Pembentukan ikatan kovalen antara N dengan H pada NH4+. Hidrogen memiliki 1 e valensi sehingga membutuhkan satu elektron lagi agar memiliki konfigurasi elektron seperti He (gas mulia) Nitrogen memiliki 5 elektron valensi ([Ne]3s2 3p3) sehingga apabila membutuhkan tiga elektron lagi maka jumlah elektron valensinya menjadi 8 yaitu sama dengan Ar (gas mulia). Pada NH4+ terdapat muatan positif yang dapat diselesaikan dalam 2 cara :  Muatan positif diletakkan pada atom pusat (nitrogen) Karena nitrogen bermuatan +1 maka jumlah elektron valensi nitrogen tinggal 4 elektron. Oleh karena itu, nitrogen membutuhkan 4 e agar memiliki konfigurasi octet. By : Khabib Khumaini www.pelatihan-osn.com Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains   H + +

Recently converted files (publicly available):