• Document: SIMULASI PROSES BIOREMEDIASI PADA LAHAN TERKONTAMINASI TOTAL PETROLEUM HIDROKARBON (TPH) MENGGUNAKAN SERABUT BUAH BINTARO DAN SEKAM PADI
  • Size: 372.86 KB
  • Uploaded: 2018-10-12 07:50:17
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

SEMINAR NASIONAL 2012 - WASTE MANAGEMENT I Waste Management for Sustainable Urban Development Surabaya, 21 Februari 2012 SIMULASI PROSES BIOREMEDIASI PADA LAHAN TERKONTAMINASI TOTAL PETROLEUM HIDROKARBON (TPH) MENGGUNAKAN SERABUT BUAH BINTARO DAN SEKAM PADI THE SIMULATION OF BIOREMEDIATION PROCESS ON TOTAL PETROLEUM HYDROCARBONS (TPH)-CONTAMINATED LAND USING BINTARO FIBERS AND RICE HUSK Allen Kurniawan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga, Bogor, 16680, Indonesia allenkurniawan@ipb.ac.id; allen.kurniawan@gmail.com ABSTRAK Bioremediasi merupakan proses pemulihan lahan tercemar dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme. Berbagai teknologi telah dikembangkan untuk memperoleh hasil yang optimal, diantaranya adalah penggunaan bulking agent sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan porositas tanah dan laju biodegradasi kontaminan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terbaik antara bulking agent serabut buah bintaro dan sekam padi dalam menyisihkan Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) pada proses bioremediasi. Mikroorganisme eksogenous yang digunakan adalah bakteri Bacillus sp. Lahan terkontaminasi dibuat dengan memasukkan sekitar 10% minyak pelumas, 1% bakteri Bacillus sp., 1% bulking agent; 0,5-0,8% pupuk NPK dan 1% urea. Reaktor yang digunakan berupa reaktor sederhana tipe landfarming yang dijaga kelembabannya dengan penambahan air dua kali seminggu. Efisiensi konsentrasi TPH selama dua bulan dengan menggunakan serabut buah bintaro sebesar 49,5%, sedangkan sekam padi sebesar 56,12%. Sehingga penggunaan sekam padi sebagai bulking agent lebih efektif dibandingkan serabut buah bintaro dalam membantu biodegradasi pada proses bioremediasi. Kata kunci: biodegradasi, bioremediasi, bulking agent, total petroleum hidrokarbon. ABSTRACT Bioremediation is a recovery process for the contaminated land by utilizing the activities of microorganisms. Various technologies have been developed to obtain the optimal result, one of them is utilizing bulking agent as additive to increase the soil porosity and the contaminant biodegradation rate. The purpose of this study to examine the best effectiveness of Total Petroleum Hydrocarbons (TPH) removal between utilization of bintaro fibers and rice husk bulking agent in remediation process. The exogenous microorganisms that used on this study were Bacillus sp. The contaminated land was made by putting about 10% of lubricating oil, 1% of the bacteria Bacillus sp, 1% of bulking agent; 0.5-0.8% of NPK fertilizer, and 1% of urea fertilizer. The reactor that used on this study was landfarming type, which is the simple reactor. The humidity on this reactor maintained by added some water for twice a week. The efficiency of TPH concentrations for two months using bintaro fibers and rice husk were 49.5% and 56.12% respectively. Thus, the use of rice husk as bulking agent is more effective than bintaro fibers in biodegradation of bioremediation process. Keywords: biodegradation, bioremediation, bulking agent, total petroleum hydrocarbons. ISBN XXXX-XXXX 217 SEMINAR NASIONAL 2012 - WASTE MANAGEMENT Waste Management for Sustainable Urban Development Laboratorium Teknologi Pengelolaan Limbah Padat dan B3 – ITS Surabaya Surabaya, 21 Februari 2012 PENDAHULUAN Penggunaan minyak bumi sebagai sumber energi terus meningkat secara simultan setiap tahun sejalan meningkatnya aktivitas industrialisasi. Besarnya penggunaan minyak bumi menyebabkan timbulnya limbah berbahaya dan beracun bagi lingkungan, karena komponen utama minyak bumi berupa rantai panjang hidrokarbon yang sulit terdegradasi secara alami di dalam tanah. Limbah minyak bumi pada umumnya berupa residu hasil proses pengumpulan dan pengendapan kontaminan. Kontaminan tersebut terdiri dari kontaminan yang telah ada di dalam minyak bumi, maupun kontaminan yang dihasilkan dalam proses produksi dan tidak dapat digunakan kembali untuk proses selanjutnya. Pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat limbah minyak bumi dapat ditanggulangi dengan proses bioremediasi. Bioremediasi merupakan proses pembersihan polutan tanah dengan menggunakan mikroorganisme sebagai media pendegradasi kontaminan menjadi bahan yang kurang atau tidak beracun. Semakin meningkat populasi beberapa mikroorganisme spesifik seperti bakteri, jamur, ataupun alga, maka semakin berkurang konsentrasi kontaminan yang terwakili secara umum oleh konsentrasi Total Petroleum Hidrokarbon (TPH). Dalam proses bioremediasi, bulking agent ditambahkan sebagai media untuk memperbaiki permeabilitas, water holding capacity dan porositas tanah, sehingga laju biodegradasi meningkat. Berbagai jenis bulking agent yang sering digunakan adalah sekam padi,

Recently converted files (publicly available):