• Document: BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Laju disolusi obat merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam
  • Size: 464.67 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 10:41:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laju disolusi obat merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses formulasi obat. Umumnya untuk obat-obat peroral, sebelum diabsorbsi melalui dinding usus, bahan obat tersebut harus larut terlebih dulu dalam cairan pencernaan di sekitar tempat absorbsi obat. Obat yang sudah terlarut kemudian diabsorbsi dan diedarkan ke seluruh tubuh (Cartensen, 1974). Obat-obatan dengan sifat sukar larut dalam air umumnya mengalami proses disolusi yang lambat. Zat aktif obat yang sedikit terdisolusi dari sediaan akan diabsorbsi namun dalam laju yang rendah sehingga sering menghasilkan bioavailabilitas yang rendah pula (Abdou, 1989). Pada intinya, karakter kecepatan disolusi dari suatu active pharmaceutical ingredient (API) dari suatu bentuk sediaan sangat tergantung dari kelarutannya (Ali, 2005). Tabel I. Klasifikasi kelarutan obat (Anonim, 2011) Bagian solven per satu Istilah bagian solute Sangat mudah larut <1 Mudah larut 1-10 Larut 10-30 Agak larut 30-100 Sukar larut 100-1000 Sangat sukar larut 1000-10.000 Praktis tidak larut ≥10.000 1 2 Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk menaikkan kecepatan disolusi obat-obat yang sukar larut dalam air, di antaranya: 1. Melalui pembentukan dispersi padat (Ghanem, dkk., 1980; Noviandi, 1998). 2. Dengan memperkecil ukuran partikel bahan obat (Riswaka, dkk., 1981). 3. Dengan penambahan surfaktan (Armstrong & Hainess, 1973). Dispersi padat adalah salah satu cara yang dapat dipakai untuk memperbaiki karakteristik disolusi dan kelarutan obat. Istilah dispersi padat mengacu kepada sebuah komponen padat yang umumnya berisikan matriks yang bersifat hidrofilik dan obat hidrofobik (Datta, dkk., 2011). Metode ini menaikkan kecepatan disolusi obat dengan menambahkan carrier yang bersifat hidrofilik. Pada penelitian ini digunakan nifedipin sebagai zat aktif obatnya dan PEG 4000 sebagai bahan pembawanya. Nifedipin merupakan obat yang sukar larut dalam air dengan bioavailabilitas rendah ketika digunakan secara peroral dalam bentuk kristalnya (Sugimoto, dkk., 1982). Nifedipin umumnya digunakan sebagai antihipertensi dengan mekanisme calcium channel blocker (Moffat, dkk., 2011) dan juga sebagai antiangina. Penyakit-penyakit seperti angina, asma, epilepsi membutuhkan respon obat yang cepat untuk mengontrol kondisi penyakitnya (Jagdale, dkk., 2012). PEG 4000 merupakan polimer yang larut dalam air dan telah digunakan secara luas dan sangat baik untuk meningkatkan laju disolusi dan absorbsi oral untuk obat-obat yang sukar larut dalam air (Chiou & Riegelman, 1971). Metode dispersi dengan penambahan carrier yang hidrofilik dilaporkan menghasilkan laju disolusi yang lebih cepat dibanding hanya komponen obat tanpa carrier (Nagarajan, 3 dkk., 2010). Campuran obat-carrier akan membentuk senyawa komplek dengan terbentuknya ikatan hidrogen di antara kedua senyawa tersebut (Soemardi, 1999). Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dispersi padat dengan metode kopresipitasi. Nifedipin dan PEG 4000 masing-masing dilarutkan terlebih dahulu dengan menggunakan pelarut yang sama yaitu etanol 95 %. Setelah itu, keduanya dicampur hingga terbentuk larutan jernih, kemudian dilakukan penguapan pelarut hingga kering. Dispersi padat nifedipin-PEG 4000 yang dihasilkan dilakukan uji disolusi intrinsik. Disolusi intrinsik dipilih untuk menggambarkan proses pelepasan nifedipin-PEG 4000 sebagai senyawa aktif di dalam cairan tubuh. Data yang diperoleh kemudian dihitung jumlah bobot nifedipin terlarut dan tetapan kecepatan disolusi intrinsik. B. Perumusan Masalah 1. Apakah dispersi padat nifedipin-PEG 4000 memiliki laju disolusi intrinsik yang lebih tinggi dibandingkan dengan nifedipin murni ? 2. Bagaimana pengaruh dari perbedaan jumlah PEG 4000 dalam campuran dispersi padat mempengaruhi laju disolusi intrinsik nifedipin ? C. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak, di antaranya : 4 1. Bagi penulis, penelitian ini meningkatkan kemampuan untuk berpikir krit

Recently converted files (publicly available):