• Document: EKOTIPOLOGI HABITAT PEMIJAHAN IKAN TERUMBU DI KEPULAUAN SERIBU
  • Size: 3.14 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 01:22:39
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

EKOTIPOLOGI HABITAT PEMIJAHAN IKAN TERUMBU DI KEPULAUAN SERIBU LUKI AGUS GADA PRATAMA SINAGA SKRIPSI DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 EKOTIPOLOGI HABITAT PEMIJAHAN IKAN TERUMBU DI KEPULAUAN SERIBU LUKI AGUS GADA PRATAMA SINAGA SKRIPSI DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul : EKOTIPOLOGI HABITAT PEMIJAHAN IKAN TERUMBU DI KEPULAUAN SERIBU adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan manapun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi. Bogor, Mei 2012 Luki Agus Gada Pratama Sinaga C54063525 RINGKASAN Luki Agus Gada Pratama Sinaga. Ekotipologi Habitat Pemijahan Ikan Terumbu di Kepulauan Seribu. Dibimbing oleh DIETRIECH GEOFFREY BENGEN dan ADRIANI SUNUDDIN Habitat pemijahan merupakan lokasi ikan melakukan proses pemijahan atau berkembang biak yang biasanya dilakukan secara masal atau agregasi, sehingga wilayah ini rentan terhadap adanya penangkapan berlebih. Mengetahui karakteristik terumbu karang yang menjadi habitat pemijahan sangat penting, sehingga dapat memprediksi distribusi dan waktu pemijahan, terutama pada ikan target, yang berguna dalam usaha melindungi, mengatur, dan membangun zona larang tangkap, selain itu dengan mengetahui hal ini masyarakat dapat menjaga kondisi ekosistem agar tetap terjaga sehingga tercipta perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di dalam wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pengambilan data substrat maupun pengamatan kegiatan pemijahan dilakukan sesuai dengan fase bulan, yaitu pada bulan gelap (baru/mati), peralihan, dan terang (purnama), di 10 lokasi potensial pemijahan yang berada dalam kawasan perairan perairan Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Air, Karang Lebar, Karang Congkak, dan Pulau Payung. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Line Intercept Transect (LIT) dan sensus visual. Analisis data menggunakan Indeks Kesamaan Canberra untuk menentukan kelompok habitat. Hasil pengamatan tanda dan kegiatan pemijahan yang dilangsungkan menurut fase bulan mendapati bahwa 4 stasiun bukan merupakan habitat pemijahan ikan terumbu, yaitu AIR (Pular Air), TJP (Tanjung Penyu), KBL (Karang Balik Layar), dan KCK (Karang Congkak). Enam stasiun lainnya, yaitu BPG (Barat Pulau Panggang), TPG (Timur Pulau Penyu), SPG (Selatan Pulau Panggang), APL (Area Perlindungan Laut), UPR (Utara Pulau Pramuka), dan PAY (Pulau Payung) merupakan habitat pemijahan ikan terumbu karena di dalamnya dijumpai setidaknya dua tanda pemijahan dari tujuh tanda pemijahan yang dieksplorasi keragaannya. Karakteristik habitat pemijahan ikan terumbu di Kepulauan Seribu memiliki kemiripan dengan karakteristik habitat pemijahan pada umumnya, namun dengan adanya perubahan kondisi habitat yang disebabkan karena meningkatnya tekanan ekologis di perairan Kepulauan Seribu, terdapat perubahan preferensi ikan terumbu dalam pemilihan lokasi memijah. Substrat dasar di PAY, TPG, dan SPG didominasi oleh kategori lifeform yang memungkinkan terciptanya goa, celah maupun liang untuk berlindung bagi ikan terumbu selama masa pra dan pasca pemijahan, yaitu HC (ACB, ACT, CB, dan CM), DCA dan abiotik berupa rocks. Kombinasi penutupan substrat yang demikian memungkinkan terbentuknya habitat dasar yang kompleks yang ditunjukkan oleh nilai rugositas yang rendah. © Hak cipta milik IPB, tahun 2012 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang 1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB 2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian/seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB EKOTIPOLOGI HABITAT PEMIJAHAN IKAN TERUMBU DI KEPULAUAN SERIBU Skripsi Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Kelautan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor Oleh : LUKI AGUS GADA PRATAMA SINAGA DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Recently converted files (publicly available):