• Document: RS Dr.Kariadi
  • Size: 1.97 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 01:20:13
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Tuberkulosis Pada Keadaan Khusus Banteng Hanang Wibisono Bag / KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Undip / RS Dr.Kariadi Referensi • Mafukidze A , Calnan M , Furin J.Peripheral neuropahty in person with tuberculosis.Journal of Clinical Tuberculosis and other Mycobacterial diseases.2 (2016) :5-11. • Guideline for the Management of Adverse Drug Effects of Antimycobacterial Agents.Lawrence Flick Memorial Tuberculosis Clinic.Phiadelphia Tuberculosis Control Program.1998. • Buku Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran.Tata Laksana Tuberkulosis.Kemenkes RI .2013. • Friedman NL.Tuberculosis .Current Concept and Treatment.CRC.1994. • Guideline. Treatment of Tuberculosis in pregnant women and newborn infants.Version 3.1.2016 TB Pada Ibu Hamil dan Menyusui • TB Maternal : – abortus spontan , mortalitas perinatal,BBLR , kongenital ( hepatomegali , distress pernapasan , demam,Ro Abn ). • INH : (A) – Hepatotoksisitas  Evaluasi faal hati setiap 2 minggu ( 2 bulan pertama ) dan setiap bulan berikutnya. – Profilaksi ko-infeksi HIV / kontak TB – Suplemen Piridoksin 50 mg / hari ( defisiensi ) • Rifampisin (C) – Perdarahan : hipoproteinemia bayi ( Trimester 3 ). – Vitamin K 10 mg / hari TB Pada Ibu Hamil dan Menyusui • Etambutol: (A) – Rekomendasi TB Hamil • Pirazinamid: (B2 ) – 9 bulan bila tidak digunakan. • Streptomisin: ( D ) – Tidak direkomendasi – Ototoksisitas • Flurokuinolon : ( B 3) – Cost Benefit TB Pada Ibu Hamil dan Menyusui • Konsentrasi OAT di ASI : minimal • Tidak diandalkan terapi TB bayi • Terapi : panduan obat standar sesuai BB • Profilaksi 6 bulan : INH = 10 mg /KgBB/ hari • Interaksi obat : Rifampisin – kontrasepsi oral • Tidak ada indikasi : abortus. Pengobatan TB -HIV • 2RHZE / 4 RH • 2RHZE/6 HE : tidak direkomendasikan ( gagal/ kambuh ). • Kombinasi Dosis Tetap ( KDT). • ARV : 2-8 minggu toleransi fase awal. • Interaksi obat : efek samping obat meningkat. • Efavirenz(EFV): Interaksi dengan R kecil rekomendasi. • Waspada : IRIS (Immune-Reconstitution Inflammatory Syndrome ) • Infeksi oportunistik : Kotrimoksazol Mortalitas < 50%. • Tanpa TB : ( CD4 200 Ssel / mm3 ) TB Paru : Penyakit Ginjal Kronik • Risiko TB : GGK dialisis dan pasca transplantasi • Uji Tuberkulin menurun 50%. • Pengobatan TB ; RHZE • R dan H : dieliminasi ekresi bilier. • H : Piridoksin • E dan Z : metabolisme di ginjal shg penyesuaian dosis. • E : 15 mg/kg BB dan Z : 25 mg / kg BB : 3 kali seminggu. • S: nefrotoksik dan ototoksik : 15 mg/kg BB/ ( maksimal 1 gram) 2-3 kali seminggu. Tabel : Dosis OAT pada pasien dewasa dengan penurunan fungsi ginjal dan hemodialisis Obat Frekuensi Dosis dan frekuensi disarankan kliren kreatinin < 30 ml/mnt-dialisis Isoniazid Tidak berubah 300 mg/hari / 900 mg 3x seminggu Rifampisin Tidak berubah 600 mg / hari /600 mg 3x seminggu Pirazinamid Berubah 25-35 mg/kg BB/dosis 3x seminggu Etambutol Berubah 15-25 mg/kg BB/dosis 3xseminggu TB Paru dengan DM • Frekuensi TB-DM : 10-15%. • RR kegagalan dan kematian : 1,69. • Panduan OAT : Sama. • Gula darah terkendali.Bila tidak : 9 bulan. • Waspada : Etambutol : maculopati-renitis retrobulbar • Interaksi R : OHO (sulfonil urea) dosis ditingkatkan. • Diagnosis awal, pengendalian kadar gula darah , monitiring klinis dan terapi. TB Paru : Kelainan Hati • Pasien pembawa virus hepatitis , riwayat hepatitis akut , konsumsi alkohol : tidak bukti penyakit hati kronis dan fungsi hati normal : OAT standard. • Reaksi hepatotoksik : Antisipasi • Pemeriksaan : Fungsi hati , bila 3 x normal  dipertimbangkan. • Monitoring klinis dan fungsi hati : berkala. • Z: Tidak boleh pada kelainan hati. • Child B : satu atau dua obat hepatotoksik. • Child C : seluruh obat dihindari. • WHO : 2RHES/6RH atau 2HES/10HE Panduan Obat Tuberkulsis : Kelainan Hati Dua Obat Hepatotoksik •9 RHE •2RHES + 6RH •RZE : 6-9 Bulan Satu Obat Hepatotoksik 2HES + 10HE Tanpa Obat Hepatotoksik SEQ : 18-24 Bulan OAT Tunda : Hepatitis akut dan atau ikterik Kondisi khusus : 3SE ,hepatitis sembuh : + 6 RH HEPATITIS IMBAS OBAT • Adalah kelainan fungsi hati akibat penggunaan obat-obat hepatotoksik (drug induced hepatitis) • Penatalaksanaan – Bila klinis (+) (Ikterik [+], gejala mual, muntah [+]) ® OAT Stop – Bila gejala (+) dan SGOT, SGPT > 3 kali,: OAT stop – Bila gejal klinis (-), Laboratorium terdapat kelainan: Bilirubin > 2 ® OAT Stop SGOT, SGPT > 5 kali : OAT stop SGOT, SGPT > 3 kali ® teruskan pengobatan, de

Recently converted files (publicly available):