• Document: BAB II KEDUDUKAN FILOLOGI DI ANTARA ILMU-ILMU LAIN
  • Size: 422.69 KB
  • Uploaded: 2019-02-13 17:08:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB II KEDUDUKAN FILOLOGI DI ANTARA ILMU-ILMU LAIN PRINSIP Simbiosis Mutualisme ILMU BANTU FILOLOGI • Titik mula pada OBJEK FILOLOGI • Objeknya apa ta? • Objeknya naskah yang merupakan cerminan masyarakat penulisnya. • Ilmu apa saja yang diperlukan oleh Filologi untuk membantunya? • Macam ilmu yang diperlukan, disesuaikan dengan konteks masyarakat pada waktu teks tersebut dituliskan • Setiap teks akan menunjukkan ciri bahasa, sastra, dan lain-lain. Naskah mengandung teks yang disampaikan dengan: • Bahasa tertentu (pengaruh bahasa- bahasa lain) • Tulisan tertentu • Cerita dan hasil karya sastra • Keagamaan • Kejadian-kejadian yang merupakan rekaman fakta yang terjadi pada masa lampau • Budaya • Tradisi turun-temurun LINGUISTIK • Untuk pengkajian bahasa naskah • Bukan tujuan sesungguhnya tetapi merupakan golden bridge • Disiplin ilmu linguistik yang digunakan sebagai ilmu bantu filologi di antaranya adalah etimologi, sosiolinguistik, dan stilikstika. Mengapa etimologi? • Bahasa = free = gratis • Akibatnya banyak kata serapan yang berubah bentuk kemudian berubah arti. • Perubahan perlu dirunut dengan cabang ilmu linguistik yang lain seperti fonologi, morfologi, maupun semantik Contoh: • Kata ungkir dan pungkir berasal dari bahasa Arab munkir, kata serapan yang benar adalah mungkir. • Kata masyghul berasal dari bahasa Arab. Diserap dalam bahasa Indonesia menjadi masgul yang artinya gundah/ susah. Arti semula adalah ‘sibuk’ • Kata lawan berasal dari bahasa Jawa Kuna lāwan. Arti semula adalah ‘dan, musuh, dan berzina. Sekarang hanya berarti ‘dan, musuh’. Kata ini mengalami perubahan ejaan dan penyempitan makna. • tan, dulu berarti ‘tidak, tiba-tiba, segera’ sekarang hanya berarti ‘tidak’ • Udhāni ‘siuman, sadar, insyaf, ingat, tahu, faham, mengerti. Sekarang menjadi berarti faham, mengerti, tahu. SOSIOLINGUISTIK • Adalah ilmu yang mempelajari hubungan saling pengaruh antara bahasa dan masyarakat. • Contohnya adalah ragam bahasa, tingkat tutur, alih kode, dan campur kode Contoh: • A : lawan adoh kang darajat B : lan adoh ingkang darajat A : sabab kirang mangan sare B : sabab kirang dhahar sare • Ada perubahan tingkat tutur, hal ini berkembang abad XVII dan sesudahnya • Peng-Kawi-an berkembang abad XVIII dan sesudahnya. PENGETAHUAN BAHASA-BAHASA YANG MEMPENGARUHI BAHASA TEKS • Bahasa Sansekerta misalnya pada naskah Jawa Kuna muncul cuplikan-cuplikan tanpa terjemahan dalam bahasa Sansekerta. Contoh pada Kakawin Ramayana, Uttarakanda, Sang Hyang Kamahayanikan, dan lain-lain. • Dalam naskah-naskah baru, bahasa Sansekerta sering muncul sebagai kata serapan. • Contoh: Kata manusa berasal dari kosakata bahasa Jawa Kuna mânuşa. Kata ini diserap dalam bahasa Jawa Baru tanpa mengalami perubahan arti, hanya berubah cara penulisan. Kata yang semula menggunakan “â” (a panjang), menjadi “a”, dan “ş” (s titik bawah) menjadi “s” biasa. • Kata mânuşa dalam bahasa Jawa Kuna diserap dari bahasa Sansekerta manush- yâ yang berarti human ‘manusia’ (Macdonell, 1954: 217A). Jadi, kata manusa dan manungsa mempunyai persamaan arti, tetapi berbeda dalam asal kata, kata manusa diserap dari kosakata bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta, sedangkan kata manungsa berasal dari kosakata bahasa Jawa Baru. • Bahasa Arab terutama diperlukan untuk mengkaji naskah-naskah yang memuat teks yang terkena pengaruh Islam. Misalnya suluk, wirid, primbon, dan lain-lain. Pengetahuan ini sangat diperlukan karena sering ditemui nukilan-nukilan dalam bahasa Arab, kata, frase, kalimat, maupun ungkapan-ungkapan yang tidak diberi terjemahan. • Contoh: Pada teks A tertulis ajana gawok ing ngèlmi ‘jangan merasa heran pada ilmu’, pada teks A, I1 dan I2 tertulis ajana gawok ing ngilmi. Kasus pada kata ngèlmi dan ngilmi ini juga terjadi pada kata ngèlmu dan ngilmu. Kata ngèlmi berasal dari bahasa Arab ilmun yang berarti ‘ilmu pengetahuan’ (Yunus, 1972: 278A). • Pengetahuan Bahasa-bahasa Daerah Nusantara Untuk penelitian filologi diperlukan pengetahuan bahasa daerah yang memadai. Kenapa??? ILMU SASTRA • Untuk mengkaji naskah-naskah yang memuat teks sastrawi yang berisi cerita rekaan (fiksi). Misalnya dongeng, cerita pelipur lara, cerita jenaka, wayang, kepahlawanan, dan lain-lain. Beberapa pendekatan dalam studi sastra Menurut Abrams: • mimetik (referensi, acuan, dan kaitannya dengan dunia nyata) • Pragmatik (pengaruh terhadap pembaca) • Ekspresif (menojolkan penulis) • Objektif (karya sebagai struktur otonom) • Wellek dan Warren membagi menjadi pendekatan intrinsik dan ekstrinsik • Terdapat pula pendekatan sastra yang lain yang semakin berkembang dewasa ini, di antaranya: reseptif, feminisme, sosiologi sastra, sas

Recently converted files (publicly available):