• Document: Berita Kedokteran Masyarakat Vol. 25, No. 2, Juni 2009 halaman ANALISIS KONDISI RUMAH, SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN FRAMBUSIA DI KOTA JAYAPURA TAHUN 2007 ANAL...
  • Size: 173.83 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 20:09:38
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Berita Kedokteran Masyarakat halaman 82 - 87 Vol. 25, No. 2, Juni 2009 ANALISIS KONDISI RUMAH, SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN FRAMBUSIA DI KOTA JAYAPURA TAHUN 2007 ANALYSIS OF HOUSE CONDITION, SOCIAL ECONOMIC FACTOR AND BEHAVIOR AS RISK FACTOR OF THE PREVALENCE OF YAWS AT JAYAPURA MUNICIPALITY 2007 R. Indra Boedisusanto1, Fajar Waskito2, Haripurnomo Kushadiwijaya3 1 Dinas Kesehatan Kota Jayapura 2 Bagian Kulit Kelamin, FK UGM, Yogyakarta 3 Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, FK UGM, Yogyakarta ABSTRACT Background: Yaws is caused by spiral bacillus called treponema perteneu. It is a human infectious disease which commonly attacks skin and bones. The prevalence of yaws in Indonesia was less than 1 per 10,000 people but there were places with high prevalence such as Provinces of W est Papua, Papua, South East of Sulawesi, Nusa Tenggara Timur and Maluku. The prevalence of yaws in Jayapura Municipality in 2007 was 5.4 per 10,000 people. Objective: To identify risk factors of house condition, social economic factors and behavioral factors of the occurence of yaws at Jayapura Municipality. Method: The study was observational with case control study design. Sample of the study consisted of 84 cases and 84 control subjects. Data were analyzed using computer with 2 x 2 tables and multiple logistic regression tests at 95% significant level. Result: Multivariable analysis showed that three variables were significant risk factors for the occurence of yaws: house condition (occupancy density, OR=2,5, availability of clean water, OR=5.9), and behavior (taking a bath, OR=3.8). Conclusion: Factors of house condition (occupancy density, availability of clean water), social economy (knowledge) and behavior (taking a bath) are dominant risk factors for the occurence hence prevalence of yaws at Jayapura Municipality. Keywords: Yaws, risk factors, Jayapura Municipality PENDAHULUAN dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan pada bulan Juni tahun 2007 terhadap 200 orang bahwa di regional Asia Tenggara terdapat tiga negara penduduk diketahui bahwa 24% menderita frambusia yang mempunyai masalah frambusia yaitu India, dan 56% mempunyai kondisi rumah yang tidak Indonesia dan Timor Leste.1 memenuhi syarat. Penyakit frambusia di Indonesia sampai saat Penyakit frambusia sangat terkait dengan ini belum dapat dieliminasi dari seluruh wilayah kondisi rumah, perilaku dan sosial-ekonomi. walaupun secara nasional angka prevalensi kurang Penyakit frambusia sangat dipengaruhi oleh tingkat dari 1 per 10.000 penduduk. Pada tahun 2006 sosial- ekonomi rendah, kepadatan hunian dan terdapat lima propinsi di Indonesia dengan angka kebiasaan berganti pakaian.5 prevalensi yang cukup tinggi yaitu Papua Barat Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah (15,00), Papua (10,01), Sulawesi Tenggara (7,92), dalam penelitian ini adalah berapa besar faktor Nusa Tenggara Timur (2,80), dan Maluku (1,08).2 kondisi rumah (kepadatan hunian, ventilasi, Prevalensi penyakit frambusia di Kota Jayapura pencahayaan, ketersediaan air bersih), sosial- berfluktuasi dari tahun 2005 sampai 2007. Pada ekonomi (pendidikan, pengetahuan, pendapatan) dan tahun 2005 prevalensi frambusia 1,7 per 10.000 perilaku (mandi, ganti pakaian) berisiko penduduk sedangkan pada tahun 2006 menjadi 1,4 menyebabkan kejadian frambusia di Kota Jayapura. per 10.000 penduduk namun pada tahun 2007, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi penyakit frambusia di Kota Jayapura besarnya risiko faktor kondisi, sosial-ekonomi dan sebesar 5,4 per 10.000 penduduk.3 Angka ini lebih perilaku terhadap kejadian frambusia di Kota tinggi dari kebijakan Departemen Kesehatan yaitu Jayapura. < 1 per 10.000 penduduk. 4 Hasil survei yang 82  Berita Kedokteran Masyarakat, Vol. 25, No. 2, Juni 2009 Analisis Kondisi Rumah, R. Indra Boedisusanto, dkk. BAHAN DAN CARA PENELITIAN Penyakit frambusia lebih banyak diderita oleh Jenis penelitian ini adalah observasional dengan laki-laki (67,86%), dan perempuan sebesar 32,14%. rancangan studi kasus kontrol (Case Control Study), Kelompok umur yang banyak menderita frambusia ya

Recently converted files (publicly available):