• Document: BAB 3 LANDASAN TEORI
  • Size: 470.88 KB
  • Uploaded: 2018-10-18 02:36:47
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB 3 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang digunakan sebagai acuan dalam membuat aplikasi. 3.1. E-Marketplace Online Market adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk pemasaran suatu produk dan jasa melalui media Internet sebagai perantara. Kemudian place dalam bahasa inggris adalah tempat. Marketplace adalah tempat yang dilakukan untuk pemasaran produk atau jasa melalui media Internet (Sadgotra & Saputra, 2013). E-marketplace adalah sebuah tempat pasar yang disediakan secara online, antara penjual dan pembeli dapat melakukan promosi dan pertukaran barang atau jasa secara elektronik. Ada tiga jenis e-marketplace yaitu e-marketplace private, public dan konsorsium. Pada e-marketplace privat adalah proses jual dan beli yang lebih berhubungan dengan usaha yang dilakukan secara individu atau perorangan, e-marketplace public adalah proses jual dan beli yang berhubungan dengan pelayanan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah atau instansi atau perusahaan yang bersifat umum, sedangkan e-marketplace konsorsium merupakan gabungan dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dalam menyelesaikan suatu proyek (Mansur, 2015). 3.2. E-Commerce E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa yang dilakukan oleh konsumen melalui sistem elektronik seperti internet, atau jaringan komputer lainnya. Suatu e-commerce juga dapat memungkinkan suatu organisasi atau perusahaan untuk melakukan promosi produk dan layanan jasa yang diberikan oleh pihak mereka secara online. E-commerce juga memiliki beberapa komponen yang saling terkait diantaranya yaitu: konsumen, penjual, produk, front 13 end, infrastruktur, back end, partner bisnis, support service menurut (Saefullah, et al., 2014). Pada e-commerce memiliki tiga model utama yaitu bisnis ke konsumen (B2C), bisnis ke bisnis (B2B), dan konsumen ke konsumen (C2C) (Windarto, 2016): a. Business to Business (B2B) perdagangan elektronik atau e-commerce yang melibatkan penjualan barang dan layanan antar perusahaan. Salah satu contoh situs yang menggunakan B2B adalah ChemConnect, situs ini merupakan situs yang membeli dan menjual bahan kimia dan plastik. b. Business to Consumer (B2C) perdagangan elektronik atau e-commerce yang melibatkan penjualan barang dan layanan kepada pembeli atau konsumen secara individu. Salah satu contoh situs yang menggunakan B2C adalah BarnesandNoble.com, situs ini merupakan situs yang menjual buku, perangkat lunak, dan musik. c. Consumer to Consumer (C2C) perdagangan elektronik atau e-commerce yang melibatkan konsumen menjual secara langsung kepada konsumen. Contoh situs yang menggunakan C2C adalah Tokopedia, OLX, eBay. 3.3. Android Android adalah suatu sistem operasi open-source yang bekerja pada mobile device yang dikembangkan oleh Google. Android menggunakan kernel Linux sebagai inti dalam sistem operasinya dan untuk pengembangan aplikasi di android menggunakan bahasa Java. Pengembangan aplikasi di android, Google menyediakan Software Development Kit yang berbasis Java sehingga para pengembang bisa lebih mudah dalam pembuatan aplikasi pada android karena pengembang tetap bisa menggunakan Java IDE yang sudah sangat familiar. Pengembangan aplikasi di android sangat fleksibel karena pengembang bisa melakukan kreativitas sebanyak mungkin dan juga bisa dibuat suatu aplikasi pihak ketiga yang inovatif dan dinamis. Layanan utama yang dimiliki android bisa diakses oleh semua aplikasi tergantung dari permission yang digunakan oleh aplikasi. 14 Pengembangan aplikasi di android bisa berupa aplikasi media sosial, aplikasi pencatat gerakan, game, dsb. Tentunya pada tahun 2016 ini jumlah aplikasi android tentu sudah lebih banyak daripada data pada tahun 2013 sehingga pengguna sistem operasi android bisa memilih aplikasi yang memang dicari dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari (Bhardwaj, et al., 2013). Arsitektur android dapat terdiri dari beberapa lapisan menurut (Anwar, et al., 2014), yaitu: a. Application dan Widgets Pada lapisan ini berhubungan dengan aplikasi saja, di mana biasanya aplikasi yang di download kemudian diinstal dan jalankan aplikasi tersebut. b. Application Frameworks Pada lapisan ini pembuat aplikasi melakukan pengembangan yang akan dijalankan di sistem operasi android, karena pada lapisan ini aplikasi dapat dirancang dan dibuat. c. Libraries Pada lapisan ini fitur-fitur Android berada, biasanya para pembuat aplikasi mengakses libraries untuk menjalankan aplikasinya. d. Android Run Time Pada lapisan ini membuat aplikasi Android dapat dijalankan di mana dalam prosesnya menggunakan implementasi Linux. e. Linux Kernel Pada lapisan ini sistem operasi android itu berada. Berisi file-file sistem

Recently converted files (publicly available):