• Document: PENGARUH PENAMBAHAN LEACHATE PADA PROSES PENGOMPOSAN DOMESTIC BIOWASTE SECARA ANAEROB
  • Size: 190.25 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 14:44:36
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PENGARUH PENAMBAHAN LEACHATE PADA PROSES PENGOMPOSAN DOMESTIC BIOWASTE SECARA ANAEROB Budianto G dkk... FT USB SOLO Di for ABSTRAK Leachate merupakan ekstrak dari dissolved material dalam tumpukan sampah yang mengandung banyak senyawa xenobiotik. Leachate mengandung sejumlah besar mikroorganisme anaerob yang bisa dimanfaatkan sebagai pendekomposisi domestic biowaste dalam kondisi anaerob, yaitu sebesar ⁄ . Proses dijalankan dalam kondisi anaerob dengan sistem batch. Proses pengomposan dilaksanakan selama 22 hari dengan 3 set komposter (K) dengan volume yang sama yaitu 800 mL. Ketiga komposter (K1, K2, dan K3) masing- masing mengandung sampah (S), leachate (L), dan air (A) dengan perbandingan sebesar 1 : 0 : 1; 1 : 1 : 0 dan 1 : 1 : 1. Hasil yang diperoleh, penambahan leachate dapat mempercepat proses pengomposan. Penggunaan leachate dengan kadar 50% sebagai sumber mikroorganisme lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunannya dengan kadar 100%. Nilai konstanta kecepatan pengomposan serta efisiensi degradasi VS pada masing-masing komposter (K1, K2, dan K3) berturut-turut sebesar 0,011; 0,014 dan 0,020 serta 22%; 28% dan 40% Kata kunci: leachate, domestic biowaste, pengomposan, anaerob 1 PENDAHULUAN Pada kenyataannya pengelolaan 1.1 Domestic biowaste dan leachate domestic biowaste maupun leachate belum Domestic biowaste adalah sampah banyak dilakukan. Akibatnya keduannya biodegradable yang berasal dari rumah berpotensi menimbulkan bau yang tidak tangga dengan komponen utama adalah sedap, pencemaran tanah, pencemaran air sisa-sisa makanan. Domestic biowaste permukaan serta menyebabkan kesehatan menjadi masalah di sebagian besar kota manusia menjadi terganggu. Maka dari itu, besar di Indonesia karena jumlahnya yang pengelolaan yang tepat sangat diperlukan banyak dan sistem penanganannya masih untuk menjaga kelestarian lingkungan. sangat terbatas. Hasil survey menyatakan Beberapa penelitian terkait dengan bahwa 70% dari timbunan sampah di domestic biowaste dan leachate Indonesia termasuk golongan diantaranya Wirda (2008) yang meneliti biodegradable[1]. tentang pengolahan domestic biowaste Sistem pembuangan sampah dengan dengan proses anaerob menggunakan grey tipe open dumping dapat menimbulkan water, air hujan dan air ledeng; Wulandari masalah baru yaitu terbentuknya air lindi (2007) juga meneliti tentang degradasi (leachate). Leachate terbentuk dari hasil domestic biowaste secara anaerob dengan proses infiltrasi air hujan ke dalam sampah menggunakan limbah tahu sebagai sumber yang membusuk sehingga menyebabkan mikroorganisme. Sedangkan beberapa dissolved material dalam sampah menjadi peneliti seperti Zhang (2011), Xie (2012), terekstrak. Menurut Ali (2012), leachate dan Obire (2002) menyatakan bahwa mengandung COD (150-100.000 mg/L) leachate mengandung beberapa populasi dan BOD (100-90.000 mg/L), pH (5,3-8,5) mikroorganisme diantaranya adalah dan sejumlah mikroorganisme. Pseudomonas, Bacillus dan E.Coli. Pada penelitian ini memberikan alternatif proses pengolahan domestic biowaste dan reaksi (jam-1); dan [ ] adalah konsentrasi leachate yang lain adalah dengan proses volatile solids (mg/L). pengomposan. 2 METODE PENELITIAN 1.2 Pengomposan domestic biowaste Alat yang digunakan dalam penelitian dan leachate secara anaerob ini adalah erlenmeyer 1L yang Kompos merupakan hasil degradasi dianalogikan sebagai sebuah komposter. parsial atau tidak lengkap dari campuran Bahan yang digunakan dalam bahan-bahan organik yang dipercepat oleh penelitian ini adalah: Domestic biowaste konsorsium mikroorganisme anaerob[2]. yang diambil secara acak dari limbah Proses pengomposan anaerob merupakan rumah tangga; Leachate yang diambil dari satu cara yang tepat untuk mendegradasi salah satu TPA di kota Solo; dan Air. domestic biowaste menjadi kompos Penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap dengan memanfaatkan mikroorganisme proses, yaitu tahap pretreatment leachate, yang terkandung dalam leachate. tahap proses dan tahap analisis sampel. Namun, pengaturan konsentrasi Tahap pretreatment leachate meliputi: leachate sangat diperlukan mengingat penyaringan leachate yang bertujuan leachate tidak hanya mengandung memisahkan material padat yang terbawa mikroo

Recently converted files (publicly available):