• Document: APLIKASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CAISIM (BRASSICA JUNCEA L.) DI KECAMATAN TIGARAKSA KABUPATEN TANGERANG
  • Size: 267.69 KB
  • Uploaded: 2018-10-12 14:36:35
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

APLIKASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CAISIM (BRASSICA JUNCEA L.) DI KECAMATAN TIGARAKSA KABUPATEN TANGERANG Suminta1) dan Zuraida Yursak2) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten2) ABSTRAK Bahan kimia/an-organik yang digunakan berlebihan menyebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah yang ditandai dengan rendahnya kadar bahan organik yang tersedia dalam tanah, sehingga berdampak terhadap hara yang diserap oleh tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui aplikasi dosis pupuk kandang ayam dan waktu pemberian yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil caisim. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mulai bulan Februari sampai April 2008. Bahan yang digunakan : benih caisim varietas Tosakan, pupuk kandang ayam, dan pestisida organik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (D) terdiri dari 4 taraf : D0, D1 = 15 ton pupuk kandang /ha, D2 = 20 ton pupuk kandang /ha, D3 = 25 ton pupuk kandang /ha. Faktor kedua adalah waktu aplikasi pupuk kandang ayam (W) terdiri dari : W1 = Saat tanam, W2=7 hari sebelum tanam, W3=14 hari sebelum tanam. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam. Uji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis pupuk kandang memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 dan 2 MST, jumlah daun/tanaman umur 2 MST, bobot akar, volume akar, produksi tanaman/petak, dan produktivitas. Waktu aplikasi pupuk kandang menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, jumlah daun umur 2 dan 3 MST, bobot akar, volume akar, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, produksi tanaman/petak, dan produktivitas tanaman. Terdapat interaksi yang nyata antara dosis dan waktu aplikasi pupuk kandang terhadap bobot akar. Kata Kunci : Pupuk organik, hasil, caisim PENDAHULUAN Caisim sebagai bahan makanan sayuran bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah sebagai lalapan maupun dalam bentuk olahan dalam berbagai macam masakan. Permintaan caisim di pasaran terus meningkat setiap tahun sejalan dengan kebutuhan ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Harga caisim di pasaran cukup murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, dan daya beli masyarakat terhadap komoditas ini sangat tinggi, sehingga permintaan pasar juga sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan caisim mudah dijual dan cepat laku di pasaran (Cahyono, 2003). Buletin IKATAN Vol. 4 No. 1 Tahun 2014 48 Pengembangan budidaya caisim mempunyai prospek yang baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengembangan agribisnis, peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu pertumbuhan ekspor (Haryanto dkk., 2003). Pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman sangat dipengaruhi kondisi tanah. Kandungan bahan organik dan serapan hara tanah oleh tanaman akan mempengaruhi laju pertumbuhan tanaman yang selanjutnya mempengaruhi hasil/produksi tanaman. Sebagai akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan, menyebabkan kerusakan atau penurunan tingkat kesuburan tanah yang ditandai dengan rendahnya kadar bahan organik yang tersedia dalam tanah. Keadaan tersebut mempengaruhi turunnya daya serap akar terhadap unsur hara yang diberikan. Sehingga berdampak terhadap jumlah pupuk yang diserap oleh tanaman (Anonim, 2004). Oleh karena itu perlu diupayakan mengurangi dampak negatif dari penggunaan pupuk dan pestisida anorganik dengan melakukan pertanian organik (Anonim, 2001). Pertanian organik memiliki beberapa kelebihan antara lain : 1) tidak mengandung residu pestisida dan zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan, 2) memiliki rasa yang lebih renyah, lebih manis, lebih enak dan tidak cepat busuk, 3) meningkatkan dan melestarikan kesuburan tanah serta keanekaragaman hayati, 4) sarana produksi pertanian organik (pupuk kandang, biopestisida) tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, aman bagi pengguna serta mudah terurai di alam, dan 5) menekan biaya produksi dan menguntungkan secara ekonomi dalam jangka panjang (Samsudin dan Satrio, 2004). Kandungan bahan organik di dalam tanah perlu dipertahankan agar jumlahnya tidak kurang dari 2%. Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih rendah dibandingkan pupuk anorganik. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih banyak. Akan tetapi, hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan (Novizan, 2002). Pupuk digolongkan menjadi dua, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk orga

Recently converted files (publicly available):