• Document: Konsep Dasar Pendidikan Anak Tunanetra
  • Size: 1.73 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 03:23:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Konsep Dasar Pendidikan Anak Tunanetra Materi: sari rudiyati (email: sari_rudiati@uny.ac.id) Modifikasi: rafika rahmawati (email: rafika@uny.ac.id) rafika@uny.ac.id Pengertian Tunanetra.  Tuna berarti luka, rusak, kurang atau tiada memiliki (Balai Pustaka; 1990: p. 97l).  Netra berarti mata atau dria penglihatan.  Tunanetra berarti kondisi luka atau rusaknya mata / dria penglihatan, sehingga mengakibatkan kurang atau tidak memiliki kemampuan persepsi penglihatan. rafika@uny.ac.id Menurut Frans. Harsana Sasraningrat (l98l , 169)  Tunanetra ialah suatu kondisi dari dria penglihat yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi itu disebabkan oleh karena kerusakan pada mata, syaraf optik dan atau bagian otak yang mengolah stimulus visual”. rafika@uny.ac.id Istilah Kebutaan “blindness” menurut encyclopedia Americana (1950, 87),  “ Blindness, a general term used to denote partial or complete loss of vision.” Kurang lebih berarti : Kebutaan merupakan istilah umum yang dipergunakan untuk menunjuk kehilangan penglihatan sebagian atau menyeluruh. rafika@uny.ac.id Menurut Noah Webster (1953, 287) dalam Webster’s Dictionary  istilah buta “blind” diartikan “destitute of the sense of sight either by natural defect deprivation.”; sedangkan kebutaan “blindness” diartikan “state or quality of being blind”. Jadi dapat diartikan bahwa buta adalah kekurangan pada dria penglihat baik karena kodrati maupun karena kehilangan; sedangkan kebutaan adalah keadaan atau tingkat buta. rafika@uny.ac.id Menurut A Zahl(1962,15) di dalam bukunya “Blindness”, “a person shall be considered blind who has a visual acuity of 20/200 or less in the better eye with proper corection, or limitation in the field of vision such that the widest diameter of the visual field subtends an angular distance no greater than twenty degrees.”  Seseorang dinyatakan buta apabila memiliki ketajaman penglihatan 20/200 atau kurang pada mata yang lebih baik setelah dikoreksi dengan tepat, atau keterbatasan pada bidang penglihatan sedemikian rupa sehingga diameter dari bidang penglihatan yang paling lebar membentuk sudut tidak lebih dari duapuluh derajat. rafika@uny.ac.id Anak Tunanetra Anak tunanetra adalah anak yang karena sesuatu hal dria penglihatannya mengalami luka atau kerusakan, baik struktural dan atau fungsional, sehingga penglihatannya mengalami kondisi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, rafika@uny.ac.id Sebab-sebab ketunanetraan 1) Penyakit atau kondisi yang langsung misalnya, gloucoma, katarak, dan sebagainya. 2) Penyakit atau kondisi yang tidak langsung misalnya penyakit gula “diabetis” yang kadang- kadang mempunyai dampak pada dria penglihatan. rafika@uny.ac.id Sebab kecelakaan, yaitu throuma, luka, terkena benda tajam, bahan kimia, rafika@uny.ac.id Faktor-faktor keturunan “heriditer” rafika@uny.ac.id Kondisi pathologik yang tidak jelas penyebabnya  Ada penyandang tunanetra yang tidak dapat diketahui penyebabnya secara pathologik, sehingga tidak jelas apa yang menjadi penyebab ketunanetraannya.  Di Indonesia diperkirakan bahwa kekurangan vitamin A adalah penyebab utama dari ketunanetraan. rafika@uny.ac.id Klasifikasi penyandang tunanetra. Menurut tingkat fungsi penglihatan :  Penyandang kurang lihat, yaitu seseorang yang kondisi penglihatannya setelah dikoreksi secara optimal, tetap tidak berfungsi normal.  Penyandang buta, yaitu seseorang yang hanya memiliki kemampuan sumber cahaya.Atau penyandang buta yang hampir tidak atau tidak memiliki kemampuan persepsi cahaya. rafika@uny.ac.id Menurut media bacanya 1) Pembaca huruf Braille. 2) Pembaca huruf visual. rafika@uny.ac.id Karakteristik penyandang tunanetra 1. Cenderung mengembangkan rasa curiga terhadap orang lain. 2. Perasaan mudah tersinggung. 3. Mengembangkan verbalisme khayal. 4. Mengembangkan perasaan rendah diri. 5. Blindism atau Mannerism. 6. Suka berfantasi. 7. Berpikir kritis. 8. Pemberani. rafika@uny.ac.id PROGRAM DETEKSI DAN INTERVENSI DINI ANAK TUNANETRA Materi oleh Dr. Sari Rudiyati (email:sari_rudiati@uny.ac.id) Modifikasi: Rafika R. (email: rafika@uny.ac.id) rafika@uny.ac.id Deteksi anak tunanetra Deteksi Usaha menemukan Deteksi dini anak tunanetra berarti usaha menemukan kelainan penglihatan yang

Recently converted files (publicly available):