• Document: Perhitungan Link Budget Satelit Telkom-1
  • Size: 283.02 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 17:29:01
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Perhitungan Link Budget Satelit Telkom-1 Roesdy Saad1, Kun Fayakun1 , & Harry Ramza1 Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, 1 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jakarta. Jalan Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta 12130. Indonesia. Telp: +62-21-7256659, Fax: +62-21-7256659, Hp.+6281808345715 Abstrak Paper ini menerangkan tentang Link Budget yang merupakan parameter penting dalam perancangan link komunikasi satelit. Untuk menghitung suatu link budget maka komponen yang harus diperhatikan adalah payload satelit, stasiun bumi dan jalur propagasi. Perhitungan link budget akan menentukan kualitas dari komunikasi. Data yang dihasilkan berupa nilai-nilai yang terdapat pada komponen-komponen satelit yaitu Gain antenna, EIRP, G/T, C/N yang dipengaruhi oleh redaman seperti hujan , ruang bebas, redaman atmosfer, pointing loss. Kata kunci : Satelit Telkom I, Link Budget 1 PENDAHULUAN e. FSL (Free Space Loss) merupakan redaman yang muncul akibat perambatan sinyal dari Link Budget dapat dilakukan secara manual pemancar ke penerima melalui ruang hampa untuk memastikan kecocokan dari hasil yang pada komunikasi satelit. telah didapat dari perangkat lunak. Perhitungan Link Budget menentukan tingkat keberhasilan f. Rain attenuation (redaman hujan) yang dari sebuah komunikasi yang dilakukan. Nilai dipenngaruhi oleh frekuensi yang digunakan, yang didapatkan merupakan hasil perhitungan curah hujan dan jarak lintasan propagasi dari beberapa komponen yang dimiliki oleh yang melalui hujan. satelit ataupun lingkungan sekitar yang g. SFD (Saturated Flux Density) merupakan dipengaruhi oleh hujan, ruang bebas, redaman rapat daya maksimum yang diterima oleh atmosfer serta pointing loss. antenna satelit dari stasiun bumi yang menghasilkan nilai EIRP saturasi dari system 2 PENGERTIAN LINK BUDGET satelit h. PFD (Power Flux Density) menunjukan besar Perhitungan link budget merupakan daya yang dipancarakan suatu dari terminal perhitungan level daya yang dilakukan untuk bumi yang dapat diterima satelit. memastikan bahwa level daya penerimaan i. PAD (Programmable Attenuation Device) lebih besar atau sama dengan level daya merupakan redaman transponder yang yang dikirtimkan. Tujuannya untuk menjaga ditambahkan pada rapat daya densitas (PFD) keseimbangan gain dan loss dari antenna yang diterima satelit. pemancar (Tx) ke antenna penerima (Rx). j. IBO dan OBO (Input Back Off dan Output Parameter-parameter pada link budget: Back Off) menunjukan penempatan titik kerja dibawah saturasi, yang masih berada a. EIRP ( Effective Isotropic Radiated Power) pada kelinieran daerah kerja dari penguat merupakan daya maksimum transponder satelit. b. gelombang sinyal mikro pada antenna k. C/N (Carrier To Noise) pemancar(Tx). merupakanperbandingan antara daya sinyal c. G/T merupakan antara penguatan penerimaan pembawa dengan derau yang diterima. antenna dengan noise temperature system l. Gain merupakan penguatan daya pada antenna penerimaan yang menunjukan kualitas suatu baik pemancar (Tx) maupun penerima (Rx). system penerimaan sinyal. 20 Rekayasa Teknologi Vol. 2, No. 2, 2011 Pada gambar 1 dibawah ini, merupakan Cakupan TELKOM 1 Satelit-satelit yang dioperasikan oleh PT. TELKOM berupa Palapa A, Palapa B, Palapa C dan Telkom-1. http://belajarvsat.files.wordpress.com/2008/12/ satelit2.jpg Gambar 1 Satelit Telkom 1 Gambar diatas merupakan perbandinagn satelit yang digunakan PT. TELKOM dari Palapa Gambar 2. Daerah Penerimaan Frekuensi Satelit A dan B yang memiliki solar sel pada badannya TELKOM-1 dan satelit Palapa C dan Satelit TELKOM-1 yang memiliki solar sel pada bagian sayapnya,

Recently converted files (publicly available):