• Document: Manajemen Persediaan Barang Dagang Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Studi Kasus Pada Toko Primaguna Bangunan)
  • Size: 256.77 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 02:09:33
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol. 7, Desember 2014, 66-73 66 Manajemen Persediaan Barang Dagang Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (Studi Kasus Pada Toko Primaguna Bangunan) Richie Chrissen 1, Meliza Putriyanti Zifi2 1, 2 Program Studi Akuntansi, Politeknik Caltex Riau Abstrak Manajemen persediaan dapat digunakan untuk menghindari masalah kelebihan dan kekurangan persediaan barang dagang dengan menentukan kuantitas pemesanan ekonomis (economic order quantity), titik pemesanan kembali (reorder point), dan jumlah persediaan antisipasi (safety stock) barang dagang. Salah satu perusahaan yang mengalami masalah kelebihan dan kekurangan persediaan barang dagang adalah Toko Primaguna Bangunan. Toko Primaguna Bangunan merupakan perusahaan dagang yang memiliki usaha dalam bidang penyediaan bahan bangunan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kuantitas pemesanan ekonomis, titik pemesanan kembali, dan jumlah persediaan antisipasi barang dagang untuk periode Oktober 2014 s/d September 2015. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yaitu data penjualan Oktober 2012 s/d September 2014 serta data biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan biaya kehabisan barang dagang untuk Oktober 2013 s/d September 2014. Hasil penelitian menunjukkan selisih antara biaya simpan menggunakan EOQ dengan biaya simpan tanpa menggunakan EOQ. Untuk total biaya simpan tanpa EOQ sebesar Rp.7.447 dan yang menggunakan EOQ sebesar Rp7.150, terjadi selisih Rp 317. Untuk total biaya pesan tanpa EOQ sebesar Rp 6.727.425 dan menggunakan EOQ sebesar Rp 3.516.693, terjadi selisih Rp 3.210.732. Terlihat bahwa biaya pesan memiliki selisih yang lebih besar dari biaya simpan. Meskipun selisih biayanya tidak besar, namun tujuan untuk melihat berapa pemesanan yang paling ekonomis (EOQ) dapat dihitung. Selain itu perusahaan telah mengetahui berapa safety stock yang harus ada di toko dan kapan harus memesan barang dagang kembali (ROP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada selisih total biaya persediaan barang dagang antara metode stokastik dengan metode perusahaan ini, yaitu Rp49.095.697 (33,64%). Angka ini merupakan penghematan total biaya persediaan barang dagang bagi perusahaan ini untuk Oktober 2014 s/d September 2015. Oleh karena itu, metode stokastik lebih efisien dari metode perusahaan ini dalam hal total biaya persediaan barang dagang. Kata Kunci: EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Reorder Point), SS (Safety Stock), & Persediaan Barang Dagang Abstract Inventory management can be used to avoid the excess and shortage problem of merchandise inventory with determine the economic order quantity, the reorder point, and the safety stock of merchandise inventory. One company that is experiencing the problem of excess and shortage of merchandise inventory was Primaguna Bangunan Store. Primaguna Bangunan Store is a trading company that has a business in the supply of building materials. The purpose of this study was to determine the economic order quantity, reorder point, and the safety stock of merchandise inventory for the period October 2014 up to September 2015. The data required in this study, is sales data in October 2012 up to September 2014 and cost data for ordering, storage costs, and the cost of running out of merchandise to October 2013 up to September Manajemen Persediaan Barang dagang Dengan Menggunakan.. 67 2014. The results showed the difference between the cost savings using the EOQ with the cost savings without using the EOQ. For a total cost savings without EOQ is Rp 7.447 and the total cost savings with EOQ is Rp 7.150, there is difference of Rp 317. For a total cost of order without EOQ is Rp 6.727.425 and total cost of order with EOQ is Rp 3.516.693, there is difference in Rp 3.210.732. It is seen that the cost of ordering has a greater difference than the cost savings. Although the cost difference is not large, but in purpose to see how the econimic order quantity can be calculated. In addition, the company has to know how much safety stock that must exist in store and when to ordered back a merchandise (ROP). The results of this study indicate that there is a difference in the total cost of inventory of merchandise between stochastic method with the method of this company, is Rp 49.095.697 (33,64%). This figure represents the total cost savings of merchandise inventory for this company for October 2014 up to September 2015. Therefore, the stochastic method is more efficient than the method of this company in terms of total cost of inventory of merchandise. Keywords: EOQ (Economic Order Quantity), ROP (Reorder Point), SS (Safety Stock), & Merchandise Inventory 1 Pendahuluan Primaguna Bangunan merupakan salah satu perusahaan yang melakukan transaksi jual beli bahan bangunan, yaitu besi, semen, batu krikil , pasir, batu

Recently converted files (publicly available):