• Document: BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL
  • Size: 531.29 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 07:25:23
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB II SENI TARI DAN UNSUR VISUAL 2.1. Seni dan Tari 2.1.1. Pengertian Seni Seni dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991: 915) didefinisikan sebagai keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dan sebagainya. Dan kesenian diartikan sebagai perihal seni, keindahan sejarah, sejarah tentang perkembangan seni. Menurut Herbert Read dalam Dharsono Sony Kartika (2007[1959]: 7) seni merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang menyenangkan dalam arti bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan itu dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan. Sedangkan menurut Suzanne K. Langer dalam Dharsono Sony Kartika (2007: 7) seni merupakan simbol dari perasaan. Seni merupakan kreasi bentuk simbolis dari perasaan manusia. Bentuk-bentuk simbolis yang mengalami transformasi yang merupakan universalisasi dari pengalaman, dan bukan merupakan terjemahan dari pengalaman emosionalnya yang bukan dari pikiran semata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seni merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk dengan menggunakan simbolisasi, perasaan dan keindahan. Seni atau kesenian berhubungan erat dengan manusia, lingkungan dan masyarakat. Seni berkembang dalam semua kalangan masyarakat, baik kalangan atas, menengah ataupun bawah. 8 2.1.2. Pengertian Tari Tari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991: 1011) didefinisikan sebagai gerakan badan (tangan dan sebagainya) yang berirama dan biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dan sebagainya). Dan penari diartikan sebagai orang yang pekerjaannya menari. Menurut Amir Rohkyatmo (1986: 74) tentang pengertian tari, yaitu beberapa orang ahli tari telah mengemukakan pendapatnya mengenai definisi tari, dimana kesemuanya selalu berkisar pada materi pokok yang sama, yaitu gerak ritmis yang indah sebagai ekspresi jiwa manusia, dengan memperhatikan unsur ruang dan waktu. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tari merupakan sebuah seni atau kesenian yang berupa gerakan badan yang ritmis sebagai ekspresi jiwa yang menimbulkan keindahan. Indonesia memiliki aneka ragam tari, hal ini dipengaruhi oleh keragaman budaya dan suku bangsa yang dimiliki. Tari sebagai sebuah kesenian tumbuh mengikuti perkembangan zaman yang selalu dipengaruhi kebutuhan hidup yang beranekaragam dan kemudian menuntut terjadinya perubahan nilai yang berlaku di masyarakat sebagai pelaku seni tersebut. Tari juga hadir dan berfungsi dan berperan pada lingkungan tertentu yang memiliki adat istiadat dan tata masyarakat. Menurut Yayat Nursantara (2007: 35-36) tari dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya tari tradisional, tari nusantara, tari kreasi dan tari kontemporer. Diantara kesemua jenis tari yang ada, tari tradisional merupakan jenis tari yang perjalanan perkembangannya paling lama karena dilakukan dengan berpegang pada pola tertentu yang sudah mentradisi. 9 2.2. Tari Tradisional Tari tradisional merupakan jenis tarian yang telah ada sejak lama dan diwariskan secara turun temurun, dari generasi satu ke generasi berikutnya. Menurut Yayat Nursantara (2007: 35) secara umum biasanya tari tradisional mengandung nilai filosofis, simbolis, dan religius. Semua aturan ragam gerak, formasi, busana dan riasnya tidak banyak berubah. Tari tradisional dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tari tradisional klasik dan tari tradisional kerakyatan atau tari rakyat. Dan dari kedua kelompok tersebut maka Surak Ibra termasuk ke dalam tari tradisional kerakyatan atau tari rakyat. 2.3. Tari Tradisional Kerakyatan (Tari Rakyat) Berbeda dengan tari klasik yang umumnya berkembang di kalangan masyarakat atas, bangsawan atau kalangan istana, tari kerakyatan ini berkembang di kalangan rakyat biasa dan diwariskan dari generasi ke generasi. Adapun ciri-ciri umum tari rakyat menurut Iyus Rusliana (2010), pakar seni tari melalui wawancara adalah sebagai berikut: a. Pada umumnya materi yang terdapat dan digarap pada tari rakyat terbilang sederhana. b. Tari ini juga seringkali tidak diketahui siapa penciptanya karena merupakan ekspresi dan pengembangan masyarakat atau kelompok. c. Simbolisasi yang terkandung atau yang ingin ditampilkan mudah untuk di terima oleh masyarakat. Beberapa contoh tari yang termasuk ke dalam kelompok tari rakyat ini antara lain tari lilin, tari payung dan Surak Ibra.

Recently converted files (publicly available):