• Document: EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGUJIAN VIABILITAS BENIH KACANG TANAH MELALUI PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK BENIH
  • Size: 494.55 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 16:31:11
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGUJIAN VIABILITAS BENIH KACANG TANAH MELALUI PENGUKURAN KONDUKTIVITAS LISTRIK BENIH Nia R. Patriyawaty1*) dan Agustina A. Rahmianna2) 1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Jl. Merdeka No 147 Bogor 16111 2) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Jl. Raya Kendalpayak KM 8 KP 66 Malang 65101 *) e-mail: niapatriyawaty@ymail.com ABSTRAK Metode pengujian viabilitas benih yang selama ini digunakan adalah metode ISTA Rules (2010). Namun pengujian membutuhkan waktu yang lama, sekitar 10 hari. Oleh karena itu diperlukan metode pengujian yang cepat, handal dan dapat dipercaya untuk memonitor tingkat viabilitas secara berkala dan dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu perendaman benih kacang tanah yang efektif berdasarkan metode daya hantar listrik benih. Dalam penelitian ini digu- nakan benih kacang tanah varietas Kelinci, Jerapah, dan Kancil yang telah disimpan selama 3 bulan, 1 tahun, dan 6 tahun. Untuk mengetahui waktu perendaman efektif, 50 g benih kacang tanah direndam dalam 200 ml aquades selama 120 menit sambil dikocok dengan orbital shaker pada 100 rpm. Setiap interval 30 menit dilakukan pengamatan nilai DHL. Pengujian daya berkecambah benih dilakukan pada media kertas tissue dan pengamatan daya berkecambah setelah 72 jam. Analisis regresi korelasi dilakukan untuk mengetahui waktu perendaman efektif. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa nilai DHL pada perendaman 0–120 menit berkorelasi negatif (r = -0,85 sd -0,95 dan R2 = 0,73 sd 0,92) terhadap daya berkecambah benih kacang tanah. Waktu perendaman selama 30 menit tidak berbeda nyata dengan 60, 90, dan 120 menit. Dapat disimpulkan bahwa waktu peren- daman efektif dan efisien untuk pengujian viabilitas benih kacang tanah dengan metode DHL adalah 30 menit. Kata kunci: benih kacang tanah, daya hantar listrik, viabilitas ABSTRACT Efectivity and eficiency groundnut seed viability testing through electrical conducti- vity measurement. The current method of viability test is using ISTA Rules 2010. However this method required long period for asses, at least 10 days. The objective of this research was to determine shaking period for groundnut seed. The experiment was conducted in Ecophysiology Laboratory of ILETRI (Indonesia Research of Legumes and Tubers Crop Research Institute) on December 2011. The material used was Kelinci, Jerapah, and Kancil peanut seed varieties that have been stored for 3 months, 1 year and 6 years. To determine the effective of soaking time, 50 g of peanut seeds were soaked into 200 ml of distilled water for 120 minutes. Afterwards, stacking in the orbital shaker and shake at 100 rpm. Every 30-minute interval observed the value of electrical conductivity. The germination test was carried out on tissue paper media and observed after 72 hours. Correlation regression analysis was conducted to determine the effective of soaking time. The research result shows that the electrical conductivity (EC) for 120 minutes shaking period has negative correlation (r = -0.85 until -0.95 and R2 = 0.73 until 0.92) for seed germination. As a result, The higher EC for each shaking period, the lower seed germination. According to the analyze result shows that shaking period for 30, 60, 90 and 120 minutes was no significantly different. Therefore, the best shaking period for peanut seed EC assesment was 30 minutes. Keywords: peanut seed, electrical conductivity, viability. 362  Patriyawaty et al.: Viabilitas benih kacang tanah dan konduktivitas listrik benih PENDAHULUAN Peningkatan produktivitas kacang tanah dapat diupayakan antara lain melalui penggunaan benih bermutu. Ketersediaan benih bermutu menjadi sangat penting karena merupakan kunci keberhasilan usahatani. Kacang tanah memiliki kandungan lemak yang tinggi yang cepat menurunkan viabilitas benih. Dengan demikian diperlukan penanganan yang tepat, baik dalam produksi dan penyimpanan maupun pengujian. Analisis mutu benih untuk memperkirakan potensi fisiologi benih membutuhkan metode pengujian yang cepat, mudah, dan dapat dipercaya (Taliroso 2008). Uji Daya Hantar Listrik (DHL) merupakan salah satu cara pengujian fisik benih yang mencerminkan tingkat kebocoran membran sel (AOSA 1983). Prinsip uji DHL adalah menganalisis ion-ion anorganik dan senyawa organik yang terdapat pada larutan air rendaman benih. Semakin tinggi kandungan senyawa organik, ion-ion anorganik yang ada dalam air rendaman benih akan menunjukkan nilai DHL yang tinggi dan semakin rendah vigor benih. Benih bervigor rendah memiliki integritas membran yang rendah akibat deteriorasi selama penyimpanan dan adanya luka mekanis (Copeland dan McDonald 1995). Benih dengan kebocoran elektrolit tinggi memiliki vigor rendah, sedangkan yang kebocoran elek

Recently converted files (publicly available):