• Document: MODUL 2 SINGLE LINE DIAGRAM
  • Size: 2.52 MB
  • Uploaded: 2019-03-24 10:41:36
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

MODUL PELATIHAN ETAP MODUL 2 SINGLE LINE DIAGRAM Dalam menganalisa sistem tenaga listrik, suatu diagram saluran tunggal (single line diagram) merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian. Elemen elektrik seperti misalnya pemutus rangkaian, transformator, kapasitor, busbar maupun konduktor lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan simbol yang telah distandardisasi untuk diagram saluran tunggal. Elemen pada diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan listrik, tetapi merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-ke-kanan yang sama, atas-ke-bawah. ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa kelistrikan, ANSI dan IEC. Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di antara kedua standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan, yang berakibat pada perbedaan spesifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Simbol elemen listrik yang digunakan dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda. Membuat SLD Setelah masuk di menu Etap maka langkah untuk membuat SLD adalah sebagai berikut: 1. Pada menu bar, klik Project Information lalu isikan data seperti di atas. Page 6 MODUL PELATIHAN ETAP 2. Pada menu bar, klik Project Standards lalu isikan data seperti di atas. 3. Klik Power Grid satu kali pada AC element, lalu klik satu kali pada one line diagram untuk meletakkannya. Page 7 MODUL PELATIHAN ETAP 4. Double click pada Power Grid, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti di atas. 5. Klik HVCB satu kali pada AC element, lalu klik satu kali pada one line diagram untuk meletakkannya. Page 8 MODUL PELATIHAN ETAP 6. Hubungkan Power Grid dengan HVCB dengan meng-click and drag ujung Power Grid ke HVCB. Jika benar, warna HVCB akan berubah, tidak abu-abu lagi. Page 9 MODUL PELATIHAN ETAP 7. Double click pada HVCB, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti di atas. Library yang dipakai adalah ABB 27GHK1000 dengan continuous ampere 1200. 8. Tempatkan Bus dari AC element lalu hubungkan dengan CB1. Page 10 MODUL PELATIHAN ETAP 9. Double click pada Bus, lalu isikan data pada tab Info seperti di atas. 10. Tempatkan 2-Winding Transformer dari AC element lalu hubungkan dengan Bus1. 11. Double click pada 2-Winding Transformer, lalu isikan data pada tab Info dan Rating seperti di atas. Page 11 MODUL PELATIHAN ETAP 12. Tempatkan HVCB dari AC element lalu hubungkan dengan T1. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200. 13. Tempatkan Bus dari AC element lalu hubungkan dengan CB2. 14. Tempatkan HVCB dari AC element, lalu hubungkan dengan Bus2. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200. Page 12 MODUL PELATIHAN ETAP 15. Tempatkan Cable dari AC element lalu hubungkan dengan CB3. 16. Double click pada Cable, lalu isikan data pada tab Info seperti di atas. Page 13 MODUL PELATIHAN ETAP 17. Jangan lupa mengganti nilai-nilai pada tab Impedance seperti di atas. 18. Tempatkan Single Throw Switch dari AC element lalu hubungkan dengan Cable1. Page 14 MODUL PELATIHAN ETAP 19. Double click pada Single Throw Switch, lalu isikan data pada tab Info seperti di atas. 20. Tempatkan lagi Bus dan HVCB seperti gambar di atas. Library HVCB yang dipakai adalah Westinghouse 75-DH-250 dengan continuous ampere 1200. Page 15

Recently converted files (publicly available):