• Document: SILABUS ESTETIKA NUSANTARA
  • Size: 67.36 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 04:50:51
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

SILABUS ESTETIKA NUSANTARA MATA KULIAH : ESTETIKA NUSANTARA KODE :- SKS :3 PS : Kriya Seni/Kriya SMT :3 DOSEN : Dr. Drs. Guntur, M.Hum I. DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ini membahas tentang pengetahuan, pemikiran, konsep, dan/atau teori estetika yang berkembangan di Nusantara (Indonesia). Pembahasan diorientasikan menjelaskan konsep-konsep estetika yang ada dalam karya seni seperti: batik, anyaman, tenun, keramik, gerabah, ukir kayu, ukir logam, tatah sungging, keris, arsitektur, lukis, patung, dan desain. II. KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN 1. Mahasiswa mampu menjelaskan estetika nusantara. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan konsep estetika dalam berbagai artefak 3. Mahasiswa mampu menerapkan konsep estetika nusantara dalam menghasilkan karya seni. III. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI A. Aspek Kognitif Mahasiswa mampu menjelaskan estetika nusantara. B. Aspek Psikomotor Mahasiswa mampu menerapkan konsep estetika nusantara dalam berkarya seni C. Aspek Affektif Mahasiswa mampu mengapresiasi, merancang, dan menghasilkan karya seni berbasis estetika nusantara IV. SUMBER BACAAN 1. Agus Rahmat M, T. Sutanto, Naomi. “Karakter dan Ekspresi Visual Film Boneka Si Unyil Tayangan Pertama di TVRI 1981-1992”. Jurnal Rekacipta. Vol. 2, No. 2. 2006, pp.: 51-68. 2. Al-Mudra, Mahyudin. “Melacak Asal-Usul Keris dan Peranannya dalam Sejarah Nusantara”. Sari, 27, 2009, pp.: 27-40. 3. Andawari, Mentari Sonia; Prabowo, Sulbi; dan Angge, Indah Chrysanti. “Makna Simbolik Ornamen Gandhik dan Wadidang Keris Saidi di Desa Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Blitar”. Jurnal Pendidikan Seni Rupa. Vol. 3 No. 1, Tahun 2015, pp: 113-118. 4. Asriyani, Indah Septi dan Sachari, Agus. “Perubahan Estetis Furnitur Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (1755-1988)”. Jurnal Rekacipta. Vol. 2, No. 2. 2006, pp.: 69-82. 5. Beddu, Syarif. “Arsitek Arsitektur Tradisional Bugis”. Jurnal Penelitian Enjiniring. Vol. 12, No. 2, Tahun 2009. Pp.: 190-198. 6. Chaudhury, Pravas Jivan. “Asceticism in Tagore's Aesthetics”. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 24, No. 1, (Autumn, 1965), pp. 213-217. 7. Christou, Maria. “An Ethnographic Study of the Loom and Weaving of the Sa'dan Toraja of To'barana'. (Master Thesis). Edmonton, Alberta: Faculty of Graduate Studies. Department of Human Ecology. 1997. 8. Djono; Utomo,Tri Prasetya; Subiyantoro, Slamet. “ Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa:. Humaniora. Vol. 24, No. 3, 2012, pp.: 269-278. 9. Ferdian, Bustomi. “Kajian Estetika dan Proses Pembuatan Keris Karya Sutikno Kanthi Prasojo Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Jawa Tengah”. Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Dan Budaya Jawa. Vol. 03, No. 06, 2013, pp.: 1-6. 10. Hidajat, Robbi. “Fungsi Dan Proses Pembuatan Topeng Di Kabupaten Malang Jawa Timur”. Dinamika Kerajinan dan Batik, Vol. 31, No. 1, Juni 2014, pp.: 1-12 11. Irfansyah, Yasraf A. “Perubahan Kode Visual Raut Golek Asep Sunandar Sunarya Dari Tahun 1970 – 2005. Jurnal Rekacipta. Vol. 2, No. 2. 2006, pp.: 19-23. 12. Jones, Michael Owen. “the Concept of "Aesthetic" in the Traditional Arts”. Western Folklore, Vol. 30, No. 2 (Apr., 1971), pp. 77-104. 13. Kurniawan, Aris. “Kajian Historis dan Filosofis Kujang”. Jurnal Itenas Rekarupa. Vol. 2, No. 1, 2014, pp.: 30-40. 14. Maryono. “Fungsi Keris dalam Seni Pertunjukan”. Mudra: Jurnal Seni Budaya. Vol. 27, 2012, pp.: 119-130. 15. Mukerjee, Radhakamal. "Rasas" as Springs of Art in Indian Aesthetics. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 24, No. 1, Oriental Aesthetics. (Autumn, 1965), pp. 91-96. 16. Murtomo, B. Adji. “Arsitektur Kolonial Kota Lama Semarang”. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman Enclosure. Vol. 7, No. 2, Juni 2008, pp.: 69-79. 17. Nofrial. “Ukiran Akar Kayu Pulau Betung Jambi Menuju Industri Kreatif”. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. Vol. 16, No. 1, 2014, pp.: 65-85 18. Pattipeilohy, Julian.J. “Arsitektur Tradisional Tidore Kepulauan”. Jurnal Penelitian, Vol. 6, No. 5. April 2013, pp.” 62-91. 19. Pradita, Marcellina Eka. “Tato Sebagai Sebuah Media Komunikasi Non Verbal Suku Dayak Bahau”. Ejournal Llmu Komunikasi, Vol. 1, No.4, 2013, pp.: 1-15. 20. Prijotomo, Josef. “When West Meets East: One Century of Architecture in Indonesia (1890s-1990s)”. Architectronic. Vol. 5, No. 3. 21. Putra, Edi Setiadi. “Interpretasi Visual terhadap Bentuk dan Fungsi Kujang Huma Pamangkas dengan Uji ANOVA (Analysis of Variance) dan VAS (Visual Analog Scale)”. Jurnal Itenas Rekarupa. Vol.I, No.1. 2011, pp.: 29-34. 22. Ranelis. “Seni Kerajinan Bordir Hj.Rosma: Fungsi Personal dan Fisik”. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan K

Recently converted files (publicly available):