• Document: BAB V ANALISIS SEDIMEN DAN VOLUME KEHILANGAN AIR PADA EMBUNG
  • Size: 119.95 KB
  • Uploaded: 2018-10-12 03:30:14
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

V-1 Laporan Tugas Akhir BAB V ANALISIS SEDIMEN DAN VOLUME KEHILANGAN AIR PADA EMBUNG 5.1. Analisis Sedimen dengan Metode USLE Untuk memperkirakan laju sedimentasi pada DAS S. Grubugan digunakan metode Wischmeier dan Smith atau lebih dikenal dengan metode USLE (Universal Soil Losses Equation). Metode ini akan menghasilkan perkiraan besarnya erosi gross. Untuk menetapkan besarnya sedimen yang sampai pada lokasi embung, erosi gross akan dikalikan dengan rasio pelepasan sedimen (sediment delivery ratio). Metode USLE telah diteliti lebih lanjut untuk jenis tanah dan kondisi Indonesia oleh Balai Penelitian Tanah Bogor. Perkiraan Laju sedimen dimaksudkan untuk mendapatkan angka sedimentasi dalam satuan m3/tahun, guna memberikan perkiraan angka yang lebih pasti untuk penentuan ruang sedimentasi Faktor-faktor yang mempengaruhi laju sedimentasi adalah sebagai berikut : 1. Erosivitas hujan 2. Erodibilitas tanah 3. Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) 4. Faktor konservasi tanah dan pengelolaan tanaman 5. Pendugaan laju erosi potensial (E-pot) 6. Pendugaan laju erosi aktual (E-akt) Data atau parameter yang digunakan adalah sebagai berikut: Luas DAS : 21,69 km2 Curah Hujan Rata-Rata DAS (R) :118,92 mm Koefisien Kekasaran Manning (n) : 0,025 Indeks Erodibilitas Tanah (K) : 0,3 Faktor CP : 0.3 Perencanaan Embung Panohan Elang Jagatpratista / L2A 002 051 Kec. Gunem Kab. Rembang Mochammad Imron / L2A 002 108 V-2 Laporan Tugas Akhir Intensitas Hujan maksimum selama 30 menit (I30) R I30 = 77,178 + 1,010 R = 0,603 Energi kinetik curah hujan (E) : 14,374 R1,075 : 20,57 Indeks erosivitas hujan (EI30) : E x I30 x 10-2 : 20,57 x 0,603 x 10-2 : 0,124 Dari peta topografi kemiringan lereng DAS S.Grubugan rata-rata = 18% LS = L/100(0,0136 + 0,0965S + 0,0139S2) = 732/100(0,0136 + 0,0965*18 + 0,0139*182) = 45,78 Erosi potensial = R x K x LS x A = 0,124 x 0,3 x 45,78 x 2169 = 3.693,84 ton/tahun/ha Erosi aktual = Erosi potensial x CP = 3.693,84 x 0,3 = 1.108,152 ton/th S ( 1 − 0,8683 A −0, 2018 ) SDR = + 0,8683 A − 0, 2018 2 ( S + 50n) 18 ( 1 − 0,8683 * 2169 −0, 2018 ) = + 0,8683 * 2169 −0, 2018 2 (18 + 50 * 0,025) = 0,5656 S-Pot = E-Akt x SDR = 1.108,152 x 0,5656 = 626,81 ton/th Perencanaan Embung Panohan Elang Jagatpratista / L2A 002 051 Kec. Gunem Kab. Rembang Mochammad Imron / L2A 002 108 V-3 Laporan Tugas Akhir Volume sedimen pada embung tergantung pada umur rencana embung. Embung Panohan Kabupaten Rembang direncanakan dengan umur rencana 20 tahun. Perkiraan volume sedimen pada embung adalah : Volume sedimen = (S-pot / berat jenis tanah) x umur rencana = (626,81 / 1,7) x 20 = 7.374,24 m3 Gambar 5.1 Tampungan Sedimen 5.2. Volume Kehilangan Air Akibat Evaporasi Untuk mengetahui besarnya volume penguapan yang terjadi pada muka embung dihitung dengan rumus : Ve = Ea x S x Ag x d di mana : Ve = volume air yang menguap tiap bulan (m3) Ea = evaporasi hasil perhitungan (mm/hari) S = penyinaran matahari hasil pengamatan (%) Ag = luas permukaan kolam embung pada setengah tinggi tubuh embung (m2) d = jumlah hari dalam satu bulan Untuk elevasi dasar embung dipakai elevasi tampungan sedimen Volume sedimen = 7.374,24 m3 Dari Grafik Hubungan Luas Genangan dan Volume Tampungan pada Gambar 4.10, besarnya elevasi tampungan sedimen adalah +60,44 m. Perencanaan Embung Panohan Elang Jagatpratista / L2A 002 051 Kec. Gunem Kab. Rembang Mochammad Imron / L2A 002 108 V-4 Laporan Tugas Akhir Untuk elevasi muka air embung dipakai elevasi muka air tampungan mati + tampungan hidup. Volume tampungan

Recently converted files (publicly available):