• Document: LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI
  • Size: 379.29 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 09:51:05
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Laporan ini berisi Kata Pengantar dan Ringkasan Eksekutif. Terjemahan lengkap laporan dalam Bahasa Indonesia akan diterbitkan pada waktunya. LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI Pendefinisian dan identifikasi wilayah hutan ber-Stok Karbon Tinggi untuk kemungkinan konservasi Golden Agri-Resources and SMART Dipublikasikan oleh Juni 2012 Bekerjasama dengan The Forest Trust and Greenpeace Kata Pengantar Golden Agri-Resources (GAR), bersama anak perusahaannya PT SMART Tbk (SMART), lembaga nirlaba internasional TFT dan Greenpeace (“tim”), telah mencapai tonggak penting dengan meluncurkan laporan tentang metodologi dan temuan lapangan mengenai hutan Stok Karbon Tinggi (SKT) yang dilakukan di bawah kerangka Kebijakan Konservasi Hutan (KKH) GAR. Penelitian lapangan ini dilaksanakan sepanjang tahun 2011, dimana setelah peluncuran KKH GAR pada awal tahun 2011, tim melanjutkan dengan melaksanakan pengujian penerapan kebijakan dan definisi sementara hutan SKT di lapangan. GAR berniat untuk memimpin dalam upaya menentukan definisi sementara SKT yang tepat serta memastikan kenihilan rekam jejak deforestasi pada kegiatan produksi minyak sawit sehingga pada akhirnya, wilayah hutan SKT yang dikonservasi dapat kembali secara alami ke fungsi ekologisnya sebagai hutan. Tim melakukan pendekatan konsultatif dan terbuka terhadap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan sadar bahwa agar berhasil, kebijakan ini tidak dapat dilakukan semata-mata hanya oleh perusahaan. Konservasi hutan SKT harus didukung oleh semua pemangku kepentingan industri kelapa sawit. Dengan demikian, peyusunan laporan ini adalah titik awal bagi para pemangku kepentingan untuk membahas, berdebat dan memperbaiki temuan tim. GAR berharap bahwa semua pihak akan bekerjasama bahu-membahu untuk mencari solusi bagi produksi minyak sawit lestari. Dalam kesempatan ini tim menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan kami dalam meneliti hutan SKT baik di lapangan maupun dalam penyusunan laporan ini, antara lain masyarakat lokal, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga-lembaga utama Pemerintah Republik Indonesia. Tim mengharapkan para pemangku kepentingan akan mempelajari laporan ini secara bersama-sama. GAR percaya bahwa ini adalah kerangka yang kokoh bagi para pemangku kepentingan dalam mencari solusi guna pelestarian hutan, menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan serta memastikan pertumbuhan jangka panjang industri kelapa sawit yang merupakan bagian penting dari perekonomian Indonesia. Daud Dharsono Direktur Utama PT SMART Tbk 4 Ringkasan Eksekutif Hutan tropis Indonesia mengandung kandungan karbon yang sangat besar, keanekaragaman hayati yang penting, dan memegang peranan penting bagi mata pencaharian ribuan komunitas setempat. Konversi hutan menjadi area penggunaan lain (APL) termasuk lahan pertanian atau perkebunan, khususnya di lahan gambut yang kaya akan karbon, telah membuat Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Untuk berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan sebagai bagian dari komitmen Golden Agri-Resources (GAR) untuk memproduksi minyak sawit yang lestari, GAR bekerjasama dengan The Forest Trust (TFT), suatu organisasi nirlaba internasional, untuk meluncurkan Kebijakan Konservasi Hutan (KKH) pada tanggal 9 Februari 2011. KKH berfokus pada konservasi hutan dan memastikan bahwa GAR memiliki ‘kenihilan rekam jejak deforestasi’. Perusahaan menerapkan KKH di seluruh perkebunan yang dimiliki, kelola atau berinvestasi terlepas dari besarnya kepemilikan perusahaan. Hal ini akan dicapai dengan tidak membangun perkebunan kelapa sawit di daerah yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT), lahan gambut terlepas dari kedalamannya, tidak membangun di kawasan hutan Stok Karbon Tinggi (SKT), melaksanakan free, prior and informed consent bagi penduduk asli dan masyarakat lokal, serta mematuhi semua peraturan dan perundangan yang relevan serta prinsip-prinsip dan kriteria sertifikasi yang diterima secara internasional. Dalam mengimplementasikan komitmen ini, GAR dan anak perusahaannya PT SMART Tbk (SMART), TFT, dan Greenpeace (bersama-sama sebagai “tim”), bekerjasama dalam penelitian guna mengembangkan metodologi praktis, teruji secara ilmiah dan ekonomis dalam menentukan dan mengidentifikasi wilayah hutan SKT yang akan dikonservasi. Pada akhirnya, wilayah hutan SKT yang dikonservasi dapat kembali secara alami ke fungsi ekologisnya sebagai hutan. Metodologi ini didasarkan pada prinsip bahwa terdapat korelasi antara kerapatan vegetasi dan volume kayu hidup di atas tanah pada pohon dengan diameter (diameter at breast height - DBH) ≥ 5cm . Nilai ini kemudian dikonversi menjadi ton karbon per hektar (tC / ha). Hal ini mengikuti rekomendasi dari sejumlah studi yang berpendapat bahwa

Recently converted files (publicly available):