• Document: FK Undip Semarang. (PBRT), Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang rekam medik RSUP
  • Size: 68.84 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 08:48:27
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian telah dilakukan di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Divisi Perinatologi RSUP Dr.Kariadi/FK Undip Semarang. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di bangsal Perawatan Bayi Risiko Tinggi (PBRT), Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang rekam medik RSUP Dr.Kariadi Semarang, setelah proposal mendapatkan persetujuan untuk melakukan penelitian pada awal Maret 2014 sampai dengan jumlah sampel terpenuhi. Menggunakan rekam medik periode Januari 2009 s/d Juni 2014 4.3 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah suatu studi observasional retrospektif dengan pendekatan kasus kontrol. Faktor risiko (+) Neonatus dengan kejang Faktor risiko (-) Faktor risiko (+) Neonatus tanpa kejang Faktor risiko (-) Gambar 3. Rancangan Penelitian 28 4.4 Populasi dan Sampel Penelitian 4.4.1. Populasi penelitian 1. Populasi target adalah: a. Kelompok kasus: neonatus dengan kejang b. Kelompok kontrol: neonatus tanpa kejang 2. Populasi terjangkau adalah: a. Kelompok kasus: neonatus dengan kejang di RSUP Dr. Kariadi Semarang. b. Kelompok kontrol: neonatus tanpa kejang di RSUP Dr. Kariadi Semarang. 4.4.2. Subyek penelitian 1. Populasi terjangkau kelompok kasus dengan kriteria sebagai berikut: a. Kriteria inklusi : neonatus dengan kejang yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang b. Kriteria eksklusi : 1. Kejang dengan anomali lain yang menyertai (sindroma) 2. Rekam medik tidak lengkap 2. Populasi terjangkau kelompok kontrol dengan kriteria sebagai berikut : a. Kriteria inklusi : neonatus tanpa kejang yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode rekam medik Januari 2009 s/d Juni 2014 dengan rekam medik dengan data lengkap. b. Kriteria eksklusi : rekam medik tidak lengkap. 28 29 4.4.3 Cara sampling Pengambilan sampel sebagai subyek penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling untuk kelompok kasus dan simple random sampling untuk kelompok kontrol, setiap neonatus yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu sampai jumlah sampel minimal terpenuhi. 4.4.4 Besar sampel Sesuai dengan rancangan penelitian yaitu penelitian kasus kontrol, maka besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus besar sampel untuk penelitian kasus kontrol. a. Untuk Hipotesis : Faktor Ibu dan Bayi yang Berpengaruh terhadap Kejadian Kejang pada Neonatus Penetuan besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus rule of thumb yaitu 5-10 kali jumlah variabel bebas yang diteliti. Besar sampel pada penelitian ini yaitu 10 x 6 = 60 sampel untuk neonatus dengan kejang dan 10 x 6 = 60 sampel untuk neonatus tanpa kejang. b. Dari perhitungan sampel di atas jumlah besaran sampel adalah 60 neonatus untuk masing masing kelompok c. Penelitian ini menggunakan perbandingan kasus dan kontrol 1:1, maka jumlah kasus dan kontrol secara keseluruhan 120 neonatus. 30 4.5 Variabel Penelitian 4.5.1 Variabel bebas a Infeksi intrauterin b Status paritas ibu c Cara persalinan d Gawat janin e Riwayat resusitasi f Masa gestasi 4.5.2 Variabel terikat Kejang pada neonatus 4.6 Definisi Operasional Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Definisi oprasional dan Kriteria Skala cara pengukuran Infeksi Berasal dari rekam medik 1. Infeksi intrauterin Nominal intrauterin dimana diagnosis infeksi (+) intrauterin ditegakkan 2. Infeksi intrauterin apabila ditemukan dua dari (-) tanda dan gejala sebagai berikut ini: a. Suhu melebihi 37,9°C. b. Ketuban pecah dini. 31 c. Cairan amnion berbau

Recently converted files (publicly available):