• Document: ml S Selektif 10' 4 0,1 - S-p
  • Size: 933.48 KB
  • Uploaded: 2019-05-17 15:07:24
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

BAB I V H A S I L DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil 4.1.1. Isolasi bakteri seluiolitik Isolasi bakteri dari sampel air sungai siak di daerah Tandun dilakukan dengan metoda Total Plate Count menggunakan medium nutrien agar dan media spesifik.. Metoda total Plate agar ini disamping untuk isolasi bakteri juga sekaligus untuk menghitung jumlah koloni bakteri yang terdapat dalam sampel. Hasil dari isolasi bakteri seluiolitik dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 3. Penghitungan jumlah total bakteri dalam media nutrient agar Media Faktor Jumlah Volvmie Total Plate Kode pengenceran koloni sampel Count Isolat (ml) Nutrien agar 10' 26 0,1 26xlO'CFU/ml S Selektif 10' 4 0,1 - S-p 4.1.2. Inokulasi pada Media Spesifik Isolat tunggal hasil isolasi dari media nutrient agar dipindahkan ke media spesifik untuk enzim selulase yang mengandung 1% CMC. Isolat tunggal yang tumbuh pada media spesifik dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 5. Isolat dalam media spesifik Isolat bakteri yang ttmibuh pada media selektif diatas dipindahkan ke media Nutrien Agar miring, dan selanjutnya isolat ini diidentifikasi dengan pewamaan gram vmtuk membedakan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif 4.1.3. Pewamaan Gram Pewamaan gram dilakukan untuk menentukan gram positif dan gram negaatif pada bakteri. Hasil pewamaan gram positif dan gram negative dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Pewamaan gram. _ Isolat bakteri gram positif - bakteri gram negatif S-11 V S-12 V S-15 V S-16 V S-17 V S-18 V S-22 V S-25 V SP-3 V " 19 20 So 3 Gambar 7. Bakteri gram negatif 21 4.1.4. Produksi Enzim Dalam penentuan uji aktivitas enzim, dilakukan produksi enzim terlebih dahulu. Enzim diproduksi pada media cair yang mengandung 1 % CMC ( Anja dkk, 2009). Dalam memproduksi enzim terlebih dahulu kita mengukur OD dari setiap isolat pada media Nutrient broth yang sudah diinkubasi selama 24 jam pada panjang gelombang 600 nm. Hasil pengukuran OD pada setiap isolat dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Jumlah sel pada setiap isolat pada Aeoo nm Isolat bakteri absorbansi jumlah sel S-4 0,193 0,1544x10"'cell/ml S-11 0,836 0,6688x10^ cell/ml S-12 0,185 0,148x10^ cell/ml S-15 0,758 0,6064x0^ cell/ml S-16 0,850 0,68x10^ cell/ml S-17 0,516 0,4128x10^ cell/ml S-18 0,703 0,5624x10\ell/ml S-22 0,395 0,316x10' cell/ml S-25 0,630 0,504x10' cell/ml Sp-3 0,547 0,4376x10' cell/ml Keterangan: S= Isolat inokulasi bakteri dari media nuteient agar ke media selektif Sp= Isolat langsung ke media selektif, ODao^l ~ 0,8x lO'cell/ ml Setelah pengukuran OD dari setiap isolat, dari setiap isolat akan diproduksi enzim.Hasil yang didapat dari produksi enzim dapat dilihat pada tabel 22 Tabel 6. Jumlah enzim dari setiap isolat isolat jumlah enzim S-11 14,8 ml S-12 8,6 ml S-15 16 ml S-17 14,5 ml S-22 19 ml S-25 13,9 ml Sp-3 8 ml 4.2. Pembahasan 4.2.1. Isolasi bakteri seluiolitik Bakteri seluiolitik adalah bakteri yang dapat mendegradasi selulosa menjadi bentuk yang lebih sederhana (winamo, 1986). Li

Recently converted files (publicly available):