• Document: Minggu II BIOINDIKATOR
  • Size: 2 MB
  • Uploaded: 2019-05-24 02:07:02
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

Minggu II BIOINDIKATOR Setelah mengikuti tatap muka ini, mahasiswa dapat menjelaskan 1. Batasan, tipe, dan karakteristik bioindikator dan biomarker 2. Efek pencemar pada organisme 3. Kriteria dan potensi penggunaan bioindikator 4. Contoh aplikasi bioindikator Respon yang diinduksi secara antropogenik, yang dikaji melalul parameter biomolekular, biokimiawi atau fisiologis, yang dihubungkan dengan efek biologis pada tinakat organisasi biologis, dan individu — ekosistem ResDon biologis terhadap adanya pencemar di Iingkungan pada tingkat individu —> penguuran secara biokimiawi, fisiologis, histologis, dan morfologis. Tabel 1.Tipe biondikator / biomarker (A) Biokimiawi Fisiologis Histopatologis Individu Populasi Komunitas Integritas Hormon Nekrosis Pertumbuhan Kemelimpahan Richness DNA Steroid Protein Fungsi Lesi parasitic Total lipid Distribusi / Indeks Stress imunitas struktur umur Diversitas Enzim Trigliserida Karsiinoma Anomali Rasio seks Indeks Antioksidan Pertumbuhan integritas biotic Tabel 2 Karakteristik bioindikator / biomarker (A) Biomarker (exposure) Bioindikator Tipe respon Biomolekular, biokimiawi Individu – komunitas Sensitivitas terhadap stressor Tinggi Rendah Hubungan terhadap efek Tinggi Rendah Variabilites respon Tinggi Rendah – medium Spesifitas terhadap stressor Medium – tinggi Rendah – medium Relevansi ekologis Rendah Tinggi Gambar 4 Kondisi fisiologis organisme terhadap adanya pencemar pada tiap zona stres. Indikator dalam zona sties 1 lebih sensitif terhadap pencemar, sedangkan indikator pada zona sties 3 kurang sensitif terhadap pencemar, tetapi mempunyai relevansi ekologis lebih tinggi (A). Tabel 3. Bioindikator dalam tiap zona stres (A) Zona stres 1 Zona stres 2 Zona stres 3 (paling sensitif) (moderately sensitive) (kurang sensitif) Enzim detoksiflkasi Bioenergetik Parameter populasi Kerusakan DNA Sistem imunitas Parameter komunitas Enzim antioksidan Pertumbuhan Perubahan rasio seks Protein stres Parameter reproduksi Perubahan food web Gambar 5. Efek langsung dan tidak langsung pencemar terhadap organisme (A) Gambar 6. Berbagai factor yang mempengaruhi populasi ikan (A) Kriteria pemilihan bioindikator (A) 1. Relevansi - hubungan kausal terhadap endpoints yang signifikan secara ekologis 2. Sensitivitas - responsiveness dosis terhadap stressor/pencemar spesifik 3. Spesifisitas - respon terhadap stressor/pencemar spesifik 4. Broad applicability - over temporal and spatial scales 5. Representativeness - role as surrogate for other responses 6. Variabilitas - variabilitas relatif rendah terhadap adanya gangguan dalam sistem 7. Biaya - reasonable for available resources and scope of study Potensi penggunaan bioindikator (A) 1. Mengindikasikan adanya kontaminan 2. Membantu Identifikasi mekanisme toksisitas 3. memberikan peringatan awal adanya kerusakan iingkungan memberikan indikasi awal adanya perbaikan iingkungan 4. Menunjukkan adanya hubungan antara penyebab (pencemar) dengan efek relevan secara ekologis 5. Dapat digunakan daam ecological risk assessment Komponen utama dalam bioassessment evaluation (A) : Biomarkers Is biological exposure to stressors significant? Bioindicators Is the stressor hazardous to organism & population? Ecological Is the stressor causing significant ecological damage to the ecosystem? Risk Assessment Bivalvia Air Tawar Australia : Aplikasinya dalam Studi Polusi Logam Pendahuluan Bivalvia air tawar mempunyai sejumlah atribut fisiologis, perilaku, life history (sejarah hidup), dan anatomis, yang dapat digunakan sebagai indikator adanya polusi logam yang masuk ke dalam ekosistem akuatik (Tabel 4). lnvestigasi terhadap beberapa spesies bivalvia air tawar Australia, yaitu Velesunio angasi, Velesunlo ambiguus, dan Hyridella depressa, telah menunjukkan bahwa spesies tersebut relevan untuk studi polusi logam, termasuk sebagai indikator dalam monitoring tingkat (level) logam yang bioavailable dalam ekosistem akuatik. Namun, informasi mengenai (1) dasar mekanisme metabolisme logam, (2) waktu paruh logam dalam jaringan tubuh bivalvia, dan (3) variabilitas konsentrasi logam dalam jaringan di antara individu (spesies) bivalvia, akan lebih menunjukkan

Recently converted files (publicly available):