• Document: DESAIN JARAK STATOR DENGAN ROTOR YANG PALING OPTIMAL PADA GENERATOR MAGNET PERMANEN
  • Size: 957.63 KB
  • Uploaded: 2018-10-14 14:54:31
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

DESAIN JARAK STATOR DENGAN ROTOR YANG PALING OPTIMAL PADA GENERATOR MAGNET PERMANEN TUGAS AKHIR Disusun untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Syarat-syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun Oleh : ANDI PRADANA D 400 080 014 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012 DESAIN JARAK STATOR DENGAN ROTOR YANG PALING OPTIMAL PADA GENERATOR MAGNET PERMANEN Andi Pradana Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta E-mail : Andre_dana55@yahoo.co.id ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan mendesain jarak stator dengan rotor yang paling optimal pada generator magnet permanen dengan kecepatan tinggi dan mengetahui berapa tegangan dan arus terhadap RPM yang dihasilkan dari jumlah putaran generator magnet permanen yang telah disesuaikan jarak antara stator dengan rotor. Membuat Generator Magnet Permanen Kecepatan Tinggi ini menggunakan magnet permanen sebanyak 4 buah dengan ukuran 6 cm x 2,5 cm x 1,2 cm dan belitan email 0,3 mm dengan jumlah belitan 400. Untuk menghasilkan belitan 400 yaitu dengan menggunakan alat lilit. Setelah itu melakukan uji coba dengan kecepatan 2000 RPM, dilanjutkan dengan merubah jarak dari 2 mm, 4 mm, 6 mm. Untuk memutarkan generator tersebut menggunakan ban sepeda motor yang di nyalakan sebagai pengganti motor AC. Lalu mengecek tegangan yang keluar dari generator tersebut dengan menggunakan multimeter. Setelah tegangan keluar lalu memasang beban pada generator tersebut yaitu lampu 5 watt dan kipas 39,6 watt melalui trafo step up 500 mA. Hasil dari output generator dengan jumlah 400 belitan dan diameter kawat email 0,3 mm dapat mengeluarkan hasil yang yang di harapkan apabila kecepatan putar 2000 RPM, tegangan yang dikeluarkan oleh generator jarak 2 mm 225 volt, jarak 4 mm 200 volt, jarak 6 mm 175 volt dengan beban lampu 5 watt dan kipas 39,6 watt. sedangkan arus yang dihasilkan generator beban lampu 5 watt dengan jarak 2 mm 47,7 mA, 4 mm 42,6 mA, 6 mm 35,5 mA, dan beban kipas 39,6 watt dengan jarak 2 mm 44,3 mA, 4 mm 38,9 mA, 6 mm 34,7 mA. Hal ini berarti semakin kecil jarak antara stator dengan rotor pada magnet permanen akan menghasilkan tegangan dan arus yang besar. Kata kunci : Magnet Permanen, Generator, Jarak stator dengan rotor, RPM, Tegangan dan Arus. 1. PENDAHULUAN Beberapa negara maju telah Salah satu permasalahan yang sangat mengembangkan pembangkit listrik dari sumber penting untuk dicari pemecahan di negara energi terbarukan sebagai bentuk pemikiran dan Indonesia adalah krisis energi listrik. Ada kepedulian terhadap krisis energi listrik yang banyak sekali sumber daya primer alam yang semakin meresahkan. Cadangan sumber energi terbarukan dan bisa digunakan untuk pembangkit konvensional seperti minyak bumi menghasilkan energi listrik, baik yang bersifat dan gas alam semakin lama akan semakin alamiah seperti cahaya, angin dan air maupun terkuras habis untuk memenuhi kuota kebutuhan yang bersifat material fisika seperti magnet energi dunia, sedangkan untuk memulihkan permanen. Semua itu bisa didayagunakan kembali akan membutuhkan waktu yang sangat berdasarkan analisis ilmiah dan eksperimen lama. Dengan semakin ditemukannya teknologi sehingga benar-benar didapatkan hasil yang tinggi oleh para peneliti, semakin mempermudah nyata. dan memperlebar penerapannya khususnya optimalisasi sistem pembangkit energi dari akan mengahasilkan energi listrik dengan debit sumber terbarukan. yang tidak kalah besar atau setidaknya Uraian sebelumnya hanya memberikan masyarakat sudah bisa mandiri dengan gambaran bahwa energi listrik memegang mempunyai pembangkit-pembangkit listrik lokal peranan strategis dalam kehidupan masyarakat yang bisa memenuhi kebutuhan energi listrik Indonesia pada khususnya dan manusia pada secara swadaya. umumnya. arti strategis adalah manusia tidak Penelitian diawali mendesain rangkaian dapat hidup tanpa listrik karena dibutuhkan listrik yaitu menentukan jumplah kutub (pole), dalam kehidupan yang serba elektronis di zaman jumlah belitan tiap kutub dan diameter belitan modern ini. pada stator generator dan menentukan jumlah Buktinya saat adanya pemadaman bergilir magnet permanen untuk memproduksi kekuatan masyarakat merasa terganggu dan resah dengan medan magnet pada rotor. Mendesain rangkaian kurangnya pasokan listrik dan ker

Recently converted files (publicly available):