• Document: JURNAL TUGAS AKHIR ANALISIS POTENSI BAHAYA KEBISINGAN DI AREA PRODUKSI PT.SEMEN BOSOWA MAROS
  • Size: 1.11 MB
  • Uploaded: 2019-05-17 13:22:32
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

JURNAL TUGAS AKHIR ANALISIS POTENSI BAHAYA KEBISINGAN DI AREA PRODUKSI PT.SEMEN BOSOWA MAROS MONICA CINDY CAROLINA D 121 12 104 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2016 1 ANALISIS POTENSI BAHAYA KEBISINGAN DI AREA PRODUKSI PT.SEMEN BOSOWA MAROS Sakti Adji Adisasmita 1) , dan Muralia Hustin 1) , Monica Cindy Carolina. 2) 1) Dosen, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, Indonesia 2) Mahasiswi,Prodi Teknik Lingkungan,Jurusan Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin 90245 Makassar Salah satu industri yang terkait dengan pembangunan infrastruktur adalah industri semen, industri semen memiliki dampak yang postif seperti meningkatkan perekonomian negara dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, salah satunya yaitu menimbulkan kebisingan serta getaran mekanik dari rangkaian proses poduksi semen. Penelitian ini dilakukan di area produksi PT.Semen Bosowa Maros, yang merupakan salah satu industri semen terbesar di Indonesia Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebisingan di area produksi PT.Semen Bosowa Maros, memetakan sebaran kebisingan dan untuk mengetahui bagaimana persepsi pekerja. Metode penelitian ini menggunakan titik sampling yaitu mengambil beberapa titik untuk dilakukan pengukuran kebisingan selama 10 menit dengan pembacaan pada sound level meter yaitu 5 detik dan dilakukan pembagian kuesioner untuk 30 responden. Analisa data untuk nilai kebisingan menggunakan rumus berdasarkan KepmenLH nomor 48 tahun 1996 dan hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai baku mutu yang sesuai dengan Permentekertrans nomor 13 tahun 2011, pemetaan sebaran kebisingan menggunakan surfer 10.0 dan analisis kuesioner menggunakan skala likert dan skala guttman untuk mengetahui korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan intensitas kebisingan di area produksi PT.Semen Bosowa ialah 68dBA-86dBA, pemetaan kebisingan di area produksi memiliki range yaitu warna hijau 65-75dBA, warna kuning 71dBA-75dBA, warna orange 76dBA-80dBA dan warna merah >80 dBA dan dari persepsi pekerja didapatkan nilai korelasi ρ=0,477 (ρ<0,05) yang berarti adanya hubungan persepsi pekerja terhadap kebisingan di area produksi adanya hubungan antara kebisingan dengan pekerja, seperti emosi, gangguan komunikasi, produktivitas pekerja dan pekerja merasa kebisingan perlu untuk dikurangi. Kata Kunci : Kebisingan Industri, Pabrik Semen Bosowa, Persepsi Pekerja I. Pendahuluan secara langsung baik pada pekerja dan masyarakat I.1 Latar Belakang sekitar, yaitu dampak tingkat kebisingan serta Saat ini Indonesia sebagai negara getaran mekanik dari rangkaian proses poduksi berkembang sedang gencarnya melakukan semen. pembangunan di setiap daerah mulai dari daerah Industri semen yang terbesar di wilayah kecil hingga kota besar. Pembangunan yang sedang kawasan Indonesia Timur yaitu PT.Semen Bosowa, terjadi di setiap daerah-daerah Indonesia secara salah satu unit bisnis Bosowa yang terletak di desa tidak langsung menambah kegiatan laju produksi Baruga Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi tiap jenis industri. Salah satu industri yang sangat Selatan. Pada awal berdiri PT. Semen Bosowa dipengaruhi oleh kegiatan pembangunan daerah Maros hanya memproduksi semen sebesar 1,8 juta atau kota ialah industri produksi semen. Saat ini, ton per tahun, namun laju produksi hampir Tiap sektor industri semen menambah hasil produksi tahun berubah dan hingga pada tahun 2013 agar mencapai titik kemampuan sebagai pewadah produksi semen Bosowa sebesar 2,5 Juta ton per yang dapat melayani dan memberi kualitas serta tahun dan pada saat PT.Semen Bosowa telah kuantitas yang cukup pada konsumen. mendirikan Kiln Plant Line 2 yang diresmikan pada Kegiatan industri dan pemanfaatan sumber tahun 2014, laju produksi semen Bosowa maros daya alam yang terjadi secara terus menerus akan tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 5,2 menimbulkan eksternalitas negatif bagi lingkungan Juta ton per tahun. Produksi unit ini meliputi proses hidup berupa pencemaran dan kerusakan penggunaan bahan baku, proses produksi semen lingkungan (Tri,2010). Setiap kegiatan pada sektor hingga proses pengiriman kepada konsumen. Setiap perindustrian menimbulkan dampak-dampak yaitu tahapan proses dilakukan secara profesional dengan dampak positif terhadap perekonomian negara serta bantuan para tenaga ahli di bidangnya. Dengan itu dapat menimbulkan dampak negatif pada Semen Bosowa telah berhasil mendapatkan lingkungan. Industri semen merupakan salah satu sertifikat ISO 9001 d

Recently converted files (publicly available):