• Document: PROYEK PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT PADA APOTEX SEHATI I. LATARBELAKANG
  • Size: 248.7 KB
  • Uploaded: 2019-03-24 04:30:41
  • Status: Successfully converted


Some snippets from your converted document:

PROYEK PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT PADA APOTEX SEHATI I. LATARBELAKANG Perkembangan teknologi dan ilmu informatika yang pesat mendorong masyarakat baik kelompok maupun perorangan, instansi baik pemerintah maupun swasta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu informatika tersebut. Keunggulan komputer dalam memproses data akan meningkatkan efektivitas, produktivitas, serta efisiensi suatu aplikasi. Pada sebuah apotek dapat digali berbagai macam informasi dari data transaksi penjualan obat dan pembelian obat, Informasi ini dapat digunakan pihak apotek dalam mengatur sistem penjualan obat, sehingga dapat mempermudah pelayan apotek dalam memperhitungkan laba yang diperoleh. Selain itu pihak apotek wajib memperhitungkan stok obat tertentu yang berada dalam apotek tersebut. Keputusan-keputusan ini pada akhirnya dapat membantu apotek untuk lebih mengpotimalkan kinerjanya. Pada transaksi pembelian obat data tersebut harus dimasukan kedalam komputer maka secara otomatis akan mempengaruhi data obat yang ada akan bertambah. Sama halnya bila ada transaksi penjualan obat data tersebut dimasukkan kedalam komputer maka secara otomatis data obat yang ada akan berkurang. Apotek X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan yaitu penyediaan obat, dalam pengoperasiannya apotek ini memiliki banyak supplier dan konsumen. Kegiatan yang ada di apotek ini yaitu transaksi penjualan obat-obatan kepada konsumen dan transaksi pembelian obat dari supplier, penjualan dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan resep dokter dan juga tanpa resep dokter. Selain menjaul obat yang sudah jadi, apotek juga menjual obat racikan yang diracik berdasarkan resep dari dokter. Permasalahan yang sedang dihadapi oleh Apotek X itu adalah pencatatan sistem informasi masih dilakukan secara manual sehingga menimbulkan kemungkinan terjadinya human errors, dengan banyaknya jenis obat-obatan, maka proses pendataan yang dilakukan secara manual akan membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu, apotek ini perlu mengubah sistem informasinya dari system manual menjadi system terkomputerisasi maka dibuatlah suatu PROYEK PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT 1 PADA APOTEX SEHATI, yang diharapkan dapat membantu apotek dalam penanganan fungsi administrasi dan pendataan transaksi-transaksi yang terjadi. II. RUANG LINGKUP PROYEK SISTEM Proyek sistem Informasi penjualan obat yang akan dikembangkan ini mempunyai ruang lingkup yang harus dikerjakan sebagai berikut: 1. Menganalisis Operasi dan transaksi yang berhubungan dengan penjualan dan pembelian obat. 2. Mengidentifikasi prosedur dan laporan-laporan yang berhubungan dengan penjualan obat. 3. Mendesain sistem informasi yang dapat mendukung semua operasi perencanaan penjualan. 4. Membuat program komputer untuk sistem informasi ini. 5. Menerapkan dan menguji sistem informasi ini sampai dapat dioperasikan dengan memuaskan. III. SASARAN PROYEK SISTEM INFORMASI Sasaran dari sistem informasi penjualan obat yang akan dikembangkan adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul. Adapun rincian sasaran yang akan dicapai ini adalah sebagai berikut: 1. Mengefektifkan waktu pada proses penjualan 2. Dapat memberikan pelayanan order kepada pembeli dengan lebih baik. 3. Menyediakan laporan-laporan penjualan tepat pada waktunya. 4. Mengurangi ruang untuk penyimpanan data. 5. Mengefektifkan waktu dalam proses pencarian data IV. PERMASALAHAN-PERMASALAHAN Dari beberapa permasalahan-permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan proses penjualan obat ini, sehingga dibuat perencanaan sistem penjualan ini adalah: 1. Langganan mengeluh karena pelayanan yang kurang baik dan lamanya proses pelayanan . 2 2. Untuk mengetahui stok obat dilakukan dengan cara memeriksa ke gudang sehingga akan memperlambat pekerjaan. 3. Memerlukan ruang yang luas untuk penyimpanan data. 4. Sumber daya manusia yang memungkinkan untuk mengoperasikan komputer. 5. Proses pencatatan data yang manual menyebabkan terjadinya human error. 6. Didalam transaksi penjualan dan pembelian obat masih terkesan manual karena didalam menghitung harga obat yang menggunakan kalkulator dan tertulis sehingga proses perhitungan menjadi kurang efektif dan kurang efisien. V. KEBUTUHAN-KEBUTUHAN INFORMASI PEMAKAI SISTEM Kebutuhan informasi minimum yang harus dihasilkan oleh sistem ini adalah sebagai berikut : Terdapat dua user yaitu : owner atau admin dan Asisten Apoteker/staf. Staf hanya dapat melihat data barang dan juga untuk transaksi penjualan, menerima faktur pembelian obat yang dipesan oleh admin, membuat laporan. seda

Recently converted files (publicly available):